jadi ingat kasus PGAS tahun 2006, dari 10-ribuan langsung AR kiri ke 7-ribuan. Kalo gak salah dari CLSA/KZ waktu itu yang buang. Besoknya langsung nyam-nyam dah
2010/10/11 Bobby Kinclong <[email protected]> > > > Kalau produk dalam negerinya beracun,tetep kita cintai boz?:D > > Sent from my BlackBerry® > Cuaaan Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: *[email protected] > *Sender: *[email protected] > *Date: *Mon, 11 Oct 2010 15:18:25 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Subject: *Re: [saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri > > > > Pls cintailah produk dalam negeri.. Indomie sudah diproduksi dan di ekspor > ke luar negeri puluhan tahun lamanya, hendaknya qt sebagai warna indonesia > bersikap arif dan bijaksana menyingkapi kasus ini, jangan terbawa isu-isu > yang membuat kita terperosok, lebih baik menunggu data yang lebih akurat > dari pihak2 yang berkepentingan.. Kasus indomie bukan hanya pukulan telak > bagi indofood tapi bagi kita juga, bagi pemerintah indonesia, karena nama > indomie telah lama menjadi brand mie terbaik dan terlezat di luar negeri.. > Dampak lebih dalamnya, hari ini ihsg hanya naik sedikit karena INDF turun > drastis.. Jika qt, masyarakat indonesia bersatu untuk tidak ikut-ikutan > menyebar isu-isu yang blm benar kejelasannya berarti kita juga ikut > berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian indonesia.. Satu indofood > satu indonesia.Thnks > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: *"RonaLd. W e-Mail®" <[email protected]> > *Sender: *[email protected] > *Date: *Mon, 11 Oct 2010 13:56:05 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: *[email protected] > *Subject: *[saham] Indomie di “blacklist” di Luar negeri > > > > > Indomie di “blacklist” di Luar negeri > > Oleh: Kompas | 10 Oktober 2010 | 21:37 WIB > > Setelah Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan raziah > mendadak ke beberapa toko Indonesia, menyatakan mie instant produksi > Indonesia berbahaya dan dilarang jual. Menurut test yang dilakukan > oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet > yang tidak lolos dalam klafikasi barang import yaitu mie instant yang > memiliki bahan pengawet Hydroxy methyl benzoate dan bumbu instant > dengan bahan pengawet Benzoic acid. > > Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan > Hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik lotion, > Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan > sedangkan Benzoic Acid dipakai untuk bahan pengawet makanan tapi > dilarang dipakai di mie instant. Bahan pengawet ini jika konsumsi > berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah dan > keracunan Asidosis metabolik (代謝性酸中毒) > > Di Taiwan beredar dua kualitas berbeda > > Di Taiwan sendiri, beredar dua kualitas berbeda yaitu kualitas layak > ekspor dan kualitas dalam negri. Belum diketahui pelarangan mie > instant ini untuk seluruh kualitas atau hanya kualitas dalam negri > yang sempat “lolos” ke luar negri. > > “Tamparan” keras oleh Depkes Taiwan tentu saja tidak hanya dirasakan > oleh para penjual, tetapi lebih terasa oleh pemerintah Indonesia > sendiri mengenai quality control produk ekspor. Bagaimana cara produk > dalam negri bisa lepas ke luar negri, menjadi pertanyaan yang harus > dijawab oleh pemerintah Indonesia! > > Dibalik kejadian ini, jika Depkes Taiwan menyatakan produk mie instant > Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi, bagaimana di Indonesia? Apakah > pemerintah Indonesia tidak peduli dengan kesehatan penduduknya? > Sedangkan kita tahu produk yang kali ini di “blacklist” oleh > pemerintah Taiwan, hampir dikonsumsi oleh setiap pelosok masyarakat > Indonesia. > > > Sent from my BlackBerry® > > >
