Pak Panda . Ambil kredit dari bank saja .
Lebih murah jauh . bisa dapat 1.5 % sebulan . kenapa mesti bayar 4 % sebulan 2010/12/16 Panda <[email protected]> > > > Wah setuju nih, kumpul2 saling kenal, bagi informasi, siapa tau ada > peluang bisnis > > > > Ngomong2 soal bisnis, ada yang minat invest ga? > > Adek lagi ada proyek pembangunan RS, butuh modal awal 1 M, 500 jt dah ada > investor, tinggal sisanya, tapi ga harus sgitu kok, bebas aja, return nya 4% > sebulan, proyek di prediksi 6 bulan, jadi kalau punya 100 juta, bisa dapet 4 > jeti sebulan, diakhir proyek dikembalikan pinjamannya > > > > Tuk yang invest gede bisa dapet jaminan sertifikat ruko nilai 800 jt, saya > juga coba invest sekitar 50 jeti > > Mayan yang ini pasti cuan > > > > Kalo ada yang minat japri ya? Nanti bisa ketemuan dulu tuk ngebangun > trust……..siapa tau bisa kerjasama terus > > > > Mohon maaf buat yang tidak berkenan ya…. > > > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of > *Faried > *Sent:* Wednesday, December 15, 2010 10:00 PM > > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > > > > > > Setuju Pak Taufik... Sebelum kumpul2 jgn lupa besok rame2 kita keroyok DGIK > dl ya... > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > > *From: *[email protected] > > *Sender: *[email protected] > > *Date: *Wed, 15 Dec 2010 14:54:46 +0000 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: *[email protected] > > *Subject: *Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > > > > > > Iya setuju....mungkin kita "sedikit" jengkel atau mengkritik mungkin krn > kita2 blm dan tidak mengenal secara di dunia nyata....sudah saatnya kita > perlu saling mengenal didunia nyata atau lwt gathering kek atau > kumpul2...saya yakin kalau kumpul dan mengenal satu sama lain maka hal2 > mengkritik tajam, saling menjatuhkan tidak akan ada lagi di millist > ini.....apa blm pernah ada gathering atau kumpul2 ya?....he..he... > > > Salam > > Taufik a.w > > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > > *From: *[email protected] > > *Sender: *[email protected] > > *Date: *Wed, 15 Dec 2010 14:48:56 +0000 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: *[email protected] > > *Subject: *Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > > > > > > I agree with u mr + > Teruslah menulis, sangat informatif dan menambah wawasan terutama bagi sy > yg newbie. > Yang doyan mengkritik juga monggo saja asalkan disertai niat baik utk > membuat penulis makin hebat sehingga hasilnya akan dishare lagi ke kita > semua. > Jika demikian akan banyak manfaat yg diperoleh oleh member milis, dan lebih > dari sekedar cape download email lalu delete. > > Salam, > Nyoman > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > > *From: *positif01 <[email protected]> > > *Sender: *[email protected] > > *Date: *Wed, 15 Dec 2010 21:22:23 +0700 > > *To: *<[email protected]> > > *ReplyTo: *[email protected] > > *Subject: *Re: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > > > > > > Budi Darmawan, Sarjana Hukum (jarang-jarang lihat peserta milis lengkap > dengan gelar sarjana nih). Anda terbiasa atau pernah dengar penentuan > 'entry' atau 'buy point' seorang trader atau investor sekuritas, termasuk > saham? Kalau sudah terbiasa, Anda mengerti maksudnya 'breakout', sekaligus > 'exit point long' atau 'entry point short' pada saat 'breakdown'. Itu > menjelaskan kenapa 'trader' atau 'investor' tidak serampangan masuk dan > keluar, kecuali akan jadi 'rogue trader'. Jangan orang tidur kita bangun, > orang bangun kita malah tidur...nanti persis kata Mbah Surip, 'bangun lagi, > tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, bangun....tidur lagi...ha ha ha!" > > > > Yang penting itu bukan how low you enter but know how smart you are when > entering at the right time ('market timing'). > > > > '+' > > 2010/12/15 budy darmawan <[email protected]> > > > > waktu gocap tidur mulu nga kasih comment nihhhh....... > > regards, > budy darmawan,s.h. > > --- Pada *Rab, 15/12/10, positif01 <[email protected]>* menulis: > > > Dari: positif01 <[email protected]> > > Judul: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule > Kepada: > Tanggal: Rabu, 15 Desember, 2010, 9:00 AM > > > > > > Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah naik > karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat > berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday or the > latest Friday. > > > > Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week high' > dan disarankan untuk buy ( > http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798 > > )? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang lebih > 'gain' berlipat lebih dari 100%. > > > > Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang memenuhi > 'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena tidak > hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih dari > itu tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang > bertahan selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di Rp117 > ini divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga rata-rata > pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui 'close > price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'. Validasi ini > masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap semakin > naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada 'buying > pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating accumulation/distribution > Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying). > > > > Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh > Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan majalah > SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang bertahan > untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK kemarin, > diantisipasi akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang signfikan. > Penembusan 'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut mendapatkan > pondasi 'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily > chart' sejak awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang > merupakan 'bullish continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama 3,5 > bulan (starting point: 01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama 1,5 > bulan (14 Oktober-02 Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan 'weekly > chart', Anda akan temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse head & > shoulder' yang dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out' akhir > minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini sampai > tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat mata. > 'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula > 'reverse head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks bahkan 73 > weeks highest sudah dipatahkan. > > > > Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius > meskipun ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun yang > masih di atas 30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan perubahan, > persis seperti BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil dari > p/e ratio (ttm) mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar dari > eps menjadi pertanda bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan hanya > 'earnings' yang mungkin masih potensi apalagi hanya 'future prospect'. > Ketersediaan dana tunai juga yang bisa menopang secara riil peningkatan > kinerja di tahun 2011 sebagaimana terindikasi dari 'capital spending' 5 > tahun terakhir yang 55% di atas peer global-nya ( > http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO). > Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan 'revenues' > pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara penurunan > 'eps' dari sebelumnya Q2 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang menjadi > hanya -0,06% pada Q3. Kondisi ini mendapat keyakinan penuh mengingat minggu > demi minggu, bulan demi bulan, perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK juga > menunjukkan peningkatan yang berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari > Sabang sampai Merauke, dari Padang sampai Timur Leste kontrak-kontrak baru > DGIK berdatangan, di antaranya, > > > > -pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan ( > http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar > ); > > -PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru senilai Rp60 miliar > di Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara tetangga > tersebut. Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak pembangunan gedung > senilai Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan tengah menunggu > hasil pemenang tender proyek pembangunan empat gedung senilai total Rp330 > miliar. (Investor) > > -Perusahaan jasa konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) segera meraih > tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak itu merupakan > kontrak pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. Sampai 3Q10, > laba bersih DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 miliar. > (Investor) > > Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan harga DGIK ke > depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat sepanjang 2010 > kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 47%. Kondisi > ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang sudah jauh > melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan buka > 'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di subsektor > 'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh dan > mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak > memulai perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal dari > sektor konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper' > volatilitas sektor komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing harga > minyak, tidak genting harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan tidak > gambling efek Cina. > > > > Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan teknikal > jika banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau harga > DGIK di Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan 14 > Desember 2010. Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term atau > long-term. Namun demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko. Disclaimer. > > > > "+" > > > > > > > > > -- Lukman
