"Be a smart investor this time" atau "Jadilah investor yang cerdik
sekali-sekali kali ini" dengan MPPA.
Besok, 23 Desember 2010, merupakan 'cum date' atau hari penentuan terakhir
pemegang saham MPPA yang berhak atas dividen sebesar Rp180 atau sama dengan
10,65% dari harga penutupan Rp1.690 pada saat pengumuman 03 Desember 2010
('dividend yield'). Meski hanya terhitung 20 hari kalendar sejak pengumuman
sampai dengan 'cum date' (bandingkan dengan bunga ORI rata-rata 9,28% dengan
potongan PPh yang lebih besar 5% dan harus menunggu 360 hari) , masih ada
saja investor yang ketar-ketir menghadapi hari-hari pasca dividen. Argumen
ketar-ketir bersumber dari pengamatan chart MPPA di kisaran hari pasca 'cum
date selama 2010 ketika MPPA memberikan dividen dalam nilai besar'. Mari
kita lihat.
-28 April (cum date untuk Rp180): closing price= Rp1.330
29 April closing price=Rp1.120
selisih= -15.79%
-07 Juni (cum date untuk Rp16): closing price= Rp1.060
08 Juni: closing price=Rp1.070
selisih= +0.94%
-16 Juni (cum date untuk Rp180): closing price= Rp1.170
17 Juni: closing price=Rp970
selisih= -12.61%
Terlihat semakin besar dividen-nya semakin tidak 'pede' sejumlah investor
ritel. Salahkah kekhawatiran itu?...Jawabnya, tidak salah jika hanya
mengandalkan pengamatan 'chart' semata. Namun, ketidaksalahan itu menjelma
menjadi kesalahan besar karena investing/trading itu dilakukan dengan
analisis yang kompleks tidak cukup hanya dengan 'chart'.
Begini ceritanya, gejolak harga yang terjadi pasca dividen lalu di 2010
terjadi SETELAH aksi korporasi terhadap anak usaha MPPA, yaitu Matahari
Department Store (LPPS), yang merupakan aksi terbesar 'private equity
buyout' dalam sejarah Indonesia selesai. Tidak ada momentum atau sentimen
lain yang menurut segelintir investor ketar-ketir yang dapat dijadikan
bantalan untuk prospek kenaikan harga lanjutan MPPA. Jika Anda lihat 'chart'
MPPA hanya selama setelah 'cum date' pertama 28 April, itu ada benarnya.
Tetapi, jika Anda lihat setelah 'cum date' ketiga yang juga memberikan
dividen besar Rp180 di 16 Juni, kesimpulan tadi salah besar. Apa yang
terjadi, jika Anda ikut melempar MPPA pada hari setelah 'cum date' 16 Juni
tersebut (closing 17 Juni di Rp970)? Anda rugi besar potential gain karena
terhitung sejak saat itu hingga kemarin, 21 Desember, harga naik 85,57%
menjadi Rp1.800.
Jadi, ada yang Anda bisa lihat, hanya jika Anda berpikir 'out of the box'
dan berani melihat keluar dari hanya semata memelototi 'chart'.
Bagaimana dengan 'cum date' besok? Tanyakan kepada diri Anda lebih dahulu,
berita apa yang Anda dengar? Ingat, kenaikan harga MPPA sejak 'cum date' 16
Juni lalu itu banyak dipengaruhi oleh berita rencana diakuisisinya MPPA oleh
peritel asing. Bayangkan apa yang terjadi, mengingat pengumuman akuisisi itu
di depan mata pada awal Januari 2011? Masih belum sadar dari mimpi
ketar-ketir? Kita lihat apa yang terjadi terhadap harga MPPA ketika keluar
pengumuman divestasi aset LPPS oleh MPPA atau akuisisi aset LPPS oleh CVC
sebesar Rp10 triliun. Ini kutipan beritanya dari Bloomberg pada waktu itu:
"Jan. 26 (Bloomberg) -- PT Matahari Putra Prima surged to the highest in
more than 12 years in Jakarta trading after selling its department-store
unit to a CVC Capital Partners Ltd. venture for 7.2 trillion rupiah ($772
million). Matahari Putra, Indonesia’s biggest retailer, jumped as much as 21
percent to 1,350 rupiah, the highest since July 28, 1997, before trading at
1,240 rupiah as of 10 a.m. in Jakarta. The Jakarta composite index rose 0.1
percent."
http://www.businessweek.com/news/2010-01-25/matahari-surges-after-cvc-venture-buys-department-store-unit.html
Dua puluh satu (21%) dalam satu hari. Itu menjelaskan kenapa MPPA akan ke
minimal Rp2.500 di 2011. Coba cek 'chart' Anda. Bayangkan, itu akuisisi
aset, bukan ekuitas MPPA ya. Nah, apa yang terjadi jika justru MPPA sendiri
yang diakuisisi oleh, katakanlah Lotte Group atau Wal Mart, seperti indikasi
dari Hwang Kag Gyu, executive vice president of international and new
business planning Lotte, "There is also a possibility that bidders may
acquire a stake in Jakarta-based Matahari instead of buying the hypermarket
assets, he said." (
http://www.bloomberg.com/news/2010-11-30/lotte-to-make-final-offer-for-matahari-s-stores-competing-with-carrefour.html
).
Hanya itu yang bisa dijadikan pertimbangan? Oh, tentu tidak. Anda akan
menjadi lebih pintar lagi jika Anda mengetahui bahwa pada saat si investor
ketar-ketir melepas sahamnya setelah 'cum date', si investor pemakan bangkai
('vulture') datang menyergap di pasar negosiasi, sebagaimana Anda bisa lihat
di seputar tanggal 'cum date' tersebut. Dan pada saat yang bersamaa,
'vulture' ini juga mencoba menawar Anda untuk menjual di pasar tunai setelah
'cum date' tanggal di atas. Kenapa? Karena penentuan penerima dividen tidak
hanya pada tanggal tersebut. 'Cum date' dividen pada pasar tunai, misalnya
untuk dividen kali ini, akan terjadi pada tanggal 29 Desember. So,....ada
yang ingin menerima dividen 2 kali untuk pembagian yang sama....dari dana
pinjaman besar yang digelontorkan sejumlah bank investasi. We'll see. "I
want to tell you what you don't know because what you know telling me that
you don't know a single thing, right?" itu kata si big money. Ada yang mau
kasih diskon MPPA Senin, 27 Desember?
'+'