10% dari total dividend yang kita peroleh dan langsung dipotong --- On Wed, 12/22/10, BAKRY <[email protected]> wrote:
From: BAKRY <[email protected]> Subject: [saham] Re: MPPA pre-dividen cum date To: [email protected] Date: Wednesday, December 22, 2010, 1:52 AM kalo pajak dividend itu brp ya? apa nanti yang dikreditkan ke rek kita udh net? trims --- In [email protected], positif01 <positi...@...> wrote: > > "Be a smart investor this time" atau "Jadilah investor yang cerdik > sekali-sekali kali ini" dengan MPPA. > > Besok, 23 Desember 2010, merupakan 'cum date' atau hari penentuan terakhir > pemegang saham MPPA yang berhak atas dividen sebesar Rp180 atau sama dengan > 10,65% dari harga penutupan Rp1.690 pada saat pengumuman 03 Desember 2010 > ('dividend yield'). Meski hanya terhitung 20 hari kalendar sejak pengumuman > sampai dengan 'cum date' (bandingkan dengan bunga ORI rata-rata 9,28% dengan > potongan PPh yang lebih besar 5% dan harus menunggu 360 hari) , masih ada > saja investor yang ketar-ketir menghadapi hari-hari pasca dividen. Argumen > ketar-ketir bersumber dari pengamatan chart MPPA di kisaran hari pasca 'cum > date selama 2010 ketika MPPA memberikan dividen dalam nilai besar'. Mari > kita lihat. > > -28 April (cum date untuk Rp180): closing price= Rp1.330 > 29 April closing price=Rp1.120 > selisih= -15.79% > > -07 Juni (cum date untuk Rp16): closing price= Rp1.060 > 08 Juni: closing price=Rp1.070 > selisih= +0.94% > > -16 Juni (cum date untuk Rp180): closing price= Rp1.170 > 17 Juni: closing price=Rp970 > selisih= -12.61% > > Terlihat semakin besar dividen-nya semakin tidak 'pede' sejumlah investor > ritel. Salahkah kekhawatiran itu?...Jawabnya, tidak salah jika hanya > mengandalkan pengamatan 'chart' semata. Namun, ketidaksalahan itu menjelma > menjadi kesalahan besar karena investing/trading itu dilakukan dengan > analisis yang kompleks tidak cukup hanya dengan 'chart'. > > Begini ceritanya, gejolak harga yang terjadi pasca dividen lalu di 2010 > terjadi SETELAH aksi korporasi terhadap anak usaha MPPA, yaitu Matahari > Department Store (LPPS), yang merupakan aksi terbesar 'private equity > buyout' dalam sejarah Indonesia selesai. Tidak ada momentum atau sentimen > lain yang menurut segelintir investor ketar-ketir yang dapat dijadikan > bantalan untuk prospek kenaikan harga lanjutan MPPA. Jika Anda lihat 'chart' > MPPA hanya selama setelah 'cum date' pertama 28 April, itu ada benarnya. > Tetapi, jika Anda lihat setelah 'cum date' ketiga yang juga memberikan > dividen besar Rp180 di 16 Juni, kesimpulan tadi salah besar. Apa yang > terjadi, jika Anda ikut melempar MPPA pada hari setelah 'cum date' 16 Juni > tersebut (closing 17 Juni di Rp970)? Anda rugi besar potential gain karena > terhitung sejak saat itu hingga kemarin, 21 Desember, harga naik 85,57% > menjadi Rp1.800. > > Jadi, ada yang Anda bisa lihat, hanya jika Anda berpikir 'out of the box' > dan berani melihat keluar dari hanya semata memelototi 'chart'. > > Bagaimana dengan 'cum date' besok? Tanyakan kepada diri Anda lebih dahulu, > berita apa yang Anda dengar? Ingat, kenaikan harga MPPA sejak 'cum date' 16 > Juni lalu itu banyak dipengaruhi oleh berita rencana diakuisisinya MPPA oleh > peritel asing. Bayangkan apa yang terjadi, mengingat pengumuman akuisisi itu > di depan mata pada awal Januari 2011? Masih belum sadar dari mimpi > ketar-ketir? Kita lihat apa yang terjadi terhadap harga MPPA ketika keluar > pengumuman divestasi aset LPPS oleh MPPA atau akuisisi aset LPPS oleh CVC > sebesar Rp10 triliun. Ini kutipan beritanya dari Bloomberg pada waktu itu: > > "Jan. 26 (Bloomberg) -- PT Matahari Putra Prima surged to the highest in > more than 12 years in Jakarta trading after selling its department-store > unit to a CVC Capital Partners Ltd. venture for 7.2 trillion rupiah ($772 > million). Matahari Putra, Indonesia's biggest retailer, jumped as much as 21 > percent to 1,350 rupiah, the highest since July 28, 1997, before trading at > 1,240 rupiah as of 10 a.m. in Jakarta. The Jakarta composite index rose 0.1 > percent." > > http://www.businessweek.com/news/2010-01-25/matahari-surges-after-cvc-venture-buys-department-store-unit.html > > Dua puluh satu (21%) dalam satu hari. Itu menjelaskan kenapa MPPA akan ke > minimal Rp2.500 di 2011. Coba cek 'chart' Anda. Bayangkan, itu akuisisi > aset, bukan ekuitas MPPA ya. Nah, apa yang terjadi jika justru MPPA sendiri > yang diakuisisi oleh, katakanlah Lotte Group atau Wal Mart, seperti indikasi > dari Hwang Kag Gyu, executive vice president of international and new > business planning Lotte, "There is also a possibility that bidders may > acquire a stake in Jakarta-based Matahari instead of buying the hypermarket > assets, he said." ( > http://www.bloomberg.com/news/2010-11-30/lotte-to-make-final-offer-for-matahari-s-stores-competing-with-carrefour.html > ). > > Hanya itu yang bisa dijadikan pertimbangan? Oh, tentu tidak. Anda akan > menjadi lebih pintar lagi jika Anda mengetahui bahwa pada saat si investor > ketar-ketir melepas sahamnya setelah 'cum date', si investor pemakan bangkai > ('vulture') datang menyergap di pasar negosiasi, sebagaimana Anda bisa lihat > di seputar tanggal 'cum date' tersebut. Dan pada saat yang bersamaa, > 'vulture' ini juga mencoba menawar Anda untuk menjual di pasar tunai setelah > 'cum date' tanggal di atas. Kenapa? Karena penentuan penerima dividen tidak > hanya pada tanggal tersebut. 'Cum date' dividen pada pasar tunai, misalnya > untuk dividen kali ini, akan terjadi pada tanggal 29 Desember. So,....ada > yang ingin menerima dividen 2 kali untuk pembagian yang sama....dari dana > pinjaman besar yang digelontorkan sejumlah bank investasi. We'll see. "I > want to tell you what you don't know because what you know telling me that > you don't know a single thing, right?" itu kata si big money. Ada yang mau > kasih diskon MPPA Senin, 27 Desember? > > '+' >
