1,570.00   260.00 (14.21%)
 
" I told you before."
 
hati-hati lah setelah cut date.

 

--- On Mon, 12/27/10, positif01 <[email protected]> wrote:


From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] Sesi 1: Mengulas MPPA
To: 
Date: Monday, December 27, 2010, 2:47 PM


  



MPPA sepertinya menjadi salah satu saham yang paling atraktif untuk dipantau 
oleh para 'traders' hari ini. Dengan posisi penutupan harga di Rp1.600 yang 
dikonfirmasi vwap di Rp1.609,45, harga MPPA sudah terdiskon 12,56% dari 
penutupan perdagangan minggu lalu di Rp1.830 dan vwap di Rp1.849,25. 
'Pull-back' harga MPPA sendiri sudah diantisipasi mayoritas pasar mengingat 
pola pergerakan pasca 'cum date' dividen pasar reguler/nego selama 2010. Namun 
demikian, yang menarik sejauh ini, 'pull-back' selama sesi 1 belum mampu 
mendorong peningkatan volume yang signifikan dan penurunan harga yang lebih 
dalam. Selain faktor masih adanya periode 'cum date' dividen di pasar tunai 
hingga 29 Desember, faktor penyelesaian divestasi, baik aset atau ekuitas, MPPA 
yang akan segera tuntas pada minggu pertama Januari, juga menjadi pertimbangan 
pasar untuk awas dan berjaga atas potensi 'rebound' harga MPPA, hari ini atau 
beberapa hari ke depan.


Menarik untuk mengulas sedikit, potensi/prospek positif MPPA menjelang 
pengumuman divestasi yang difasilitasi oleh Merril Lynch (Singapore), Pte. Ltd. 
kepada salah satu penawar prospektif yang masing-masing merupakan peritel 
global: Lotte Shopping, Co., Ltd., Wal-Mart Stores, Inc. atau Casion 
Guichard-Perrachon, S.A.


1. Prospek divestasi. Tenggat waktu penyelesaian divestasi aset/ekuitas MPPA 
semakin dekat. Pihak MPPA sendiri sebagaimana pernyataan Direktur Komunikasi 
Korporat-nya, Danny Kojongian, Kamis lalu memberikan indikasi tuntasnya proses 
penawaran pada minggu pertama Januari 2011 
(http://www.bloomberg.com/news/2010-12-23/matahari-says-suitors-may-complete-due-diligence-in-january.html).
 Hal ini sejalan dengan indikasi rilis pernyataan lanjutan oleh Lotte Shopping 
Co., Ltd. yang merupakan perusahaan terbuka di Korea Selatan dan Inggris, yang 
akan disampaikan paling lambat 09 Januari 2011 
(http://www.londonstockexchange.com/exchange/news/market-news/market-news-detail.html?announcementId=10736609).
 Dalam dunia riil bisnis, komunikasi publik yang digunakan kurang lebih sama 
dengan bahasa diplomasi. "Ya" berarti "mungkin tidak", "Mungkin" berarti 
"ya/tidak" tergantung konteks dan tujuan jangka pendek, dan "tidak" berarti 
"mungkin iya". Oleh karena itu, dengan
 'sense business', deal Lotte atas MPPA sepertinya sudah 'selesai' dan tinggal 
menunggu waktu pengumuman yang tepat. Tentu jika pernyataannya, "pasti selesai" 
masuk kategori 'insider information' yang mengarah kepada tindak pidana 
'insider trading'. :d.


2. Optimisme Lotte. Lotte sebagai salah satu peritel global sekaligus terbesar 
kedua di Korea Selatan tentu akan bertindak sebagaimana pemain global besar 
lainnya dalam melakukan penetrasi pasar. Tidak ada pilihan ketika pemain global 
sesuai bidangnya masing-masing masuk ke dalam pasar di luar negara induk, untuk 
mengambil 'lion share' atau pangsa mayoritas pasar tujuan. Jika tidak, tentu 
lebih baik membesarkan pangsa pasar di negara induk. Tindakan agresif Lotte 
untuk meminang MPPA tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga sebelumnya 
di Cina, Rusia dan Asia Timur lainnya. Faktor utama yang mendesak adalah 
menajamnya kompetisi sesama ritel di Korea Selatan. Selain itu, fakta bahwa 
Lotte telah menancapkan kukunya di pasar ritel Indonesia melalui akuisisi Makro 
yang mengelola 21 'outlets' pada 2008 lalu, semakin menjustifikasi kebutuhan 
dan strategi ekspansi non-organik yang mutlak harus dilakukan oleh Lotte. 
Penyelesaian akuisisi MPPA sendiri akan
 menjadikan Lotte sebagai peritel global nomor 1 di Asia Tenggara menggeser 
Carrefour. Prospek bisnis ritel di Indonesia di mata investor strategis asing 
tidak hanya cemerlang karena tumbuhnya dan meningkatnya pendapatan kelas 
menengah, tetapi dari realitas bisnis tercermin dari pilihan Carrefour untuk 
bertahan di Indonesia dan tidak keluar sebagaimana yang dilakukannya di 
Thailand.


3.  Potensi harga saham MPPA. Beberapa investor/trader ritel saham, menunjukkan 
kekhawatiran atas meningkatnya rasio P/E MPPA pasca-divestasi aset LPPF 
(Matahari Department Store). Kondisi peningkatan rasio P/E ini dilihat dari 
proses 'deal' divestasi MPPA justru menjustifikasi rencana divestasi tersebut 
oleh Group Lippo. Yang perlu diperhatikan oleh investor/trader ritel adalah 
bagaimana dengan investor institusi lainnya di luar pemegang saham pengendali 
yang bertahan di MPPA?







Holder

 Shares Held

 % of Shares Held



Dimensional Fund Advisors, Inc.

57.92m

1.04%


Acadian Asset Management LLC

24.54m

0.44%


Grantham, Mayo, Van Otterloo Co. LLC

12.38m

0.22%


PensionDanmark

10.69m

0.19%


Lægernes Pensionskasse

9.47m

0.17%


Jika data volume kepemilikan oleh investor institusi di atas dibandingkan 
dengan volume perdagangan harian yang tipis dibandingkan jumlah saham MPPA yang 
dapat diperdagangkan ('tradable') maupun rata-rata volume transaksi selama 
2010, belum menunjukkan adanya 'outflow' dari investor institusi. Fakta 
lainnya, adalah posisi asing yang masih 'net buy' hingga hari ini untuk 
perdagangan MPPA selama 2010. Posisi diam/investasi yang diambil oleh sebagian 
investor khususnya institusi cukup beralasan jika menimbang argumen prospek 
bisnis ritel MPPA ke depan, terlebih di bawah pengelola baru yang memiliki 
pengalaman 'hands-on' ritel yang mumpuni 
(http://www.inilah.com/read/detail/590911/prospek-saham-mppa-usai-lepas-lppf/).


Secara praktikal, dengan antusiasme Lotte atas MPPA yang sepertinya akan 
ditempuh 'at all cost' dan 'pull-back' harga MPPA pasca-cum date dividen pasar 
reguler/nego, potensi rebound dan kenaikan saham MPPA jauh di atas 'fair 
value'-nya dalam kondisi pasar jelang akhir tahun menjadikan 'risk' MPPA lebih 
kecil dari 'reward'-nya. Jika ada yang mampu memberikan potensial 
belasan/puluhan persen dalam waktu dekat dengan sentimen yang konkret, jelas 
dan diantisipasi dalam waktu yang sangat dekat, mengapa harus bertaruh satu, 
dua, tiga poin atas spekulasi komoditas yang sentimennya bergerak sangat linear 
dan begitu umum, terlebih faktor cuaca yang menjadi pendorong spekulasi 
komoditas diramalkan tidak akan lama usai memasuki tahun baru (kompas hari ini 
halaman 17):


"Di pasar Eropa, Jumat lalu, perdagangan minyak mentah jenis Brent untuk 
penyerahan Februari ditutup seharga 93,46 dollar AS per barrel. Sesaat 
sebelumnya mencapai posisi 94,74 dollar AS per barrel, harga tertinggi dalam 26 
bulan terakhir.
Di kalangan negara Arab produsen minyak (OAPEC) dalam pertemuan akhir pekan 
lalu di Kairo, Mesir, juga meyakini perekonomian global masih bisa tegak dengan 
harga minyak mentah 100 dollar AS per barrel.
Atas dasar itu, mereka berpendapat belum saatnya menambah produksi dan pasokan 
ke pasar minyak internasional. Stok minyak mentah dinilai masih cukup dan 
lonjakan harga sampai 90-an dollar AS per barrel hanya bersifat sementara, yang 
dipicu kondisi cuaca dingin di Eropa."


NB: Ingat selalu, 'risk/money management' dalam setiap transaksi Anda. Tidak 
terlalu penting, berapa sering Anda benar atau salah dengan perhitungan Anda 
(TA, FA dan lainnya), tetapi yang lebih penting apa tindakan Anda ketika Anda 
benar atau salah. 'Let your profit run, cut your losses short': Maksimalkan 
laba, potong segera rugi.
 
'+'








      

Kirim email ke