ELSA???....he he he......I prefer to wait till mid year.....;-)




________________________________
From: positif01 <[email protected]>
Sent: Tue, 4 January, 2011 9:20:13 AM
Subject: [saham] Pointer awal tahun untuk ELSA

  
Menyaksikan kenaikan harga komoditas sejak kuartal 3-2010, dalam mayoritas 
pikiran investor mengendap bayangan ledakan harga komoditas seperti 2008. 
Naiknya harga minyak mentah ('crude oil') di penghujung 2010 menimbulkan 
pertanyaan yang menggoda, apakah kenaikan akan berlanjut dengan 'magnitude' 
yang 
sama seperti 2008 dan menjadi lokomotif kenaikan komoditas 
lainnya?...Alternatif 
pandangan yang coba melihat dari berbagai perspektif akan di-'share' lain waktu 
segera.

Sementara itu, melanjutkan beberapa 'posting' jelang akhir tahun tentang 
eskalasi dan akselarasi kegiatan hulu migas dalam rangka mencari tambahan 
sumur-sumur minyak bumi baru, International Energy Agency (IEA) baru-baru ini 
mengeluarkan prediksi-nya tentang kenaikan permintaan global atas minyak mentah 
sebesar 1,4% menjadi 88,2 juta barel/hari selama 2011. IEA mencatat bahwa 
kenaikan permintaan yang signifikan akan datang dari 'fast-growing emerging 
markets', di antaranya Indonesia. Menyikapi kondisi ini, tidak salah jika sejak 
pertengahan tahun 2010, Pemerintah RI memulai mengambil langkah-langkah konkret 
komprehensif meliputi aspek regulasi maupun kebijakan teknis untuk mendorong 
iklim dan kegiatan usaha hulu migas. Menjelang tutup tahun, Pemerintah RI 
diberitakan mengajukan penawaran lelang 50 are kerja migas untuk 2011 
(http://www.reuters.com/article/idUSJKB00418720101231).

Terlepas apakah harga minyak selama 2011, akan melampaui US$100 atau kembali ke 
'comfort zone' OPEC di US$70 atau bahkan merosot ke US$50, peningkatan 
kebutuhan 
minyak mentah untuk menopang akselarasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak 
akan 
surut, dan harus sudah diantisipasi. Kondisi ini memberikan prospek cerah bagi 
sejumlah emiten yang berhubungan langsung dengan pengelolaan/pengembangan 
kegiatan usaha hulu. Dan, satu-satunya emiten BEI yang menyediakan jasa 
penunjang terintegrasi yang cukup komprehensif untuk kegiatan eksplorasi dan 
ekspolitasi migas, mulai dari seismik, pengeboran hingga 'oilfield services' 
adalah ELSA. Manajemen ELSA harus dapat memanfaatkan momentum ini dengan 
sebaik-baiknya dengan ekspansi agresif dan mengambil setiap kesempatan yang 
ada. 

Pefindo cukup beralasan untuk masih memasang peringkat korporasi "idA" dengan 
'outlook' stabil pada kuartal 4-2010 lalu. Mengutip Pefindo, "The rating 
reflects the Company’s strong presence in oil and gas (O&G)  service business, 
diversified business segment, and strong liquidity." Fakta, ELSA masih tercatat 
sebagai emiten anggota LQ45, dan pergerakan harga yang masih belum 
'over-extended' atau 'naik terlalu jauh' sebagaimana banyak saham komoditas, 
serta top institutional buyer yang tidak mengurangi porto ELSA tetapi menambah 
sepanjang 2010, akan memberikan prospek 'upside' yang besar untuk ELSA di 2011. 

Recommend ELSA for 'intermediate investment' buying in 2011.

'+'
 


      

Kirim email ke