ELSA :

EPS :
2008 :  -1   12    2    5   = total  18 rp
2009 :   5   58    4   -3   = total  64 rp
2010 :   6    -3   -2        = total      pasti turun banyak .


atas dasar data di atas .   jadi bukan siapa pemilik nya ELSA .

Tapi memang dasar nya  EPS nya turun drastis.

Sedangkan . kalau harga minyak naik .  apa yg akan di nikmatin oleh  ELSA .

Kan ELSA  ini cuma kontraktor  di sektor minyak  ?

bukan penghasil minyak / jualan minyak .


















On 04/01/2011, Bertinus Simanihuruk <[email protected]> wrote:
> Elsa di 2010 sempat mencapai 600an krn BIPI membeli saham 37% saham ELSA.
> Krn ada penundaan pembayaran untuk pembelian saham ELSA oleh BIPI, ELSA
> terbawah kembali ke 300an dan BIPI juga ikut turun ke 100an yang sebelumnya
> berjaya di harga 200an. Dengan adanya prediksi minyak bumi akan ke  US$
> 100/barel di 2011. Ada harapan kedua saham ini akan bisa menjadi saham
> unggul di 2011 dan kedua saham ini masuk dalam LQ45 walaupun Net Profit BIPI
> minus dan Equitynya bertambah serta Net Profit dan Equitynya ELSA plus
> tetapi menurun. Melihat harga minyak bumi yang akan naik, manajemen kedua
> emiten ini akan berjuang semaksimal mungkin untuk mengambil momen ini.
> Minimal di 2011, ELSA kembali ke 600an dan BIPI ke 200an.
>
>
> Salam Mengalun,
> Mr.Gocap
>
> --- On Mon, 1/3/11, positif01 <[email protected]> wrote:
>
>
> From: positif01 <[email protected]>
> Subject: [saham] Pointer awal tahun untuk ELSA
> To:
> Date: Monday, January 3, 2011, 9:20 PM
>
>
>
>
>
>
> Menyaksikan kenaikan harga komoditas sejak kuartal 3-2010, dalam mayoritas
> pikiran investor mengendap bayangan ledakan harga komoditas seperti 2008.
> Naiknya harga minyak mentah ('crude oil') di penghujung 2010 menimbulkan
> pertanyaan yang menggoda, apakah kenaikan akan berlanjut dengan 'magnitude'
> yang sama seperti 2008 dan menjadi lokomotif kenaikan komoditas
> lainnya?...Alternatif pandangan yang coba melihat dari berbagai perspektif
> akan di-'share' lain waktu segera.
>
>
> Sementara itu, melanjutkan beberapa 'posting' jelang akhir tahun tentang
> eskalasi dan akselarasi kegiatan hulu migas dalam rangka mencari tambahan
> sumur-sumur minyak bumi baru, International Energy Agency (IEA) baru-baru
> ini mengeluarkan prediksi-nya tentang kenaikan permintaan global atas minyak
> mentah sebesar 1,4% menjadi 88,2 juta barel/hari selama 2011. IEA mencatat
> bahwa kenaikan permintaan yang signifikan akan datang dari 'fast-growing
> emerging markets', di antaranya Indonesia. Menyikapi kondisi ini, tidak
> salah jika sejak pertengahan tahun 2010, Pemerintah RI memulai mengambil
> langkah-langkah konkret komprehensif meliputi aspek regulasi maupun
> kebijakan teknis untuk mendorong iklim dan kegiatan usaha hulu migas.
> Menjelang tutup tahun, Pemerintah RI diberitakan mengajukan penawaran lelang
> 50 are kerja migas untuk 2011
> (http://www.reuters.com/article/idUSJKB00418720101231).
>
>
> Terlepas apakah harga minyak selama 2011, akan melampaui US$100 atau kembali
> ke 'comfort zone' OPEC di US$70 atau bahkan merosot ke US$50, peningkatan
> kebutuhan minyak mentah untuk menopang akselarasi pertumbuhan ekonomi
> Indonesia tidak akan surut, dan harus sudah diantisipasi. Kondisi ini
> memberikan prospek cerah bagi sejumlah emiten yang berhubungan langsung
> dengan pengelolaan/pengembangan kegiatan usaha hulu. Dan, satu-satunya
> emiten BEI yang menyediakan jasa penunjang terintegrasi yang cukup
> komprehensif untuk kegiatan eksplorasi dan ekspolitasi migas, mulai dari
> seismik, pengeboran hingga 'oilfield services' adalah ELSA. Manajemen ELSA
> harus dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya dengan ekspansi
> agresif dan mengambil setiap kesempatan yang ada.
>
>
> Pefindo cukup beralasan untuk masih memasang peringkat korporasi "idA"
> dengan 'outlook' stabil pada kuartal 4-2010 lalu. Mengutip Pefindo, "The
> rating reflects the Company’s strong presence in oil and gas (O&G) service
> business, diversified business segment, and strong liquidity." Fakta, ELSA
> masih tercatat sebagai emiten anggota LQ45, dan pergerakan harga yang masih
> belum 'over-extended' atau 'naik terlalu jauh' sebagaimana banyak saham
> komoditas, serta top institutional buyer yang tidak mengurangi porto ELSA
> tetapi menambah sepanjang 2010, akan memberikan prospek 'upside' yang besar
> untuk ELSA di 2011.
>
>
> Recommend ELSA for 'intermediate investment' buying in 2011.
>
>
> '+'
>
>
>
>
>
>
>
>


-- 
Lukman


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke