Penyebabnya ya diri sendiri. Coba tanyakan yang pada panic-selling Jumat
lalu dan hari ini, apa kira-kira jawabannya. Jawabnya semua sedang mencari
jawaban :d. Tidak ada yang diketahui asing yang tidak lokal ketahui, justru
kemungkinan sebaliknya. Saya tidak percaya ada pembenaran yang
ujung-ujungnya bicara konspirasi atau konsolidasi segelintir pemain baik
asing/lokal. Semuanya murni market action sebagai rombongan/keramaian
('herd'). Ihwal mengapa saham finansial/perbankan kenapa dilanda selling,
itu jelas bukan panic selling, kecuali yang ikut jual kemudian dalam
beberapa hari terakhir. Sudah jelas, status ekonomi global dalam
'inflationary state' ya terang yang semuanya 'deflationary-sensitive' begitu
masuk 'inflationary' ya pasti terbanting. Tidak ada fancy theory yang
diperlukan untuk menjelaskan itu.Satu-satunya yang mungkin meleset dalam perkiraan adalah magnitude atau besaran efek reaksi pasar menyikapi kondisi domestik suatu pasar. Dalam konteks pasar saham Indonesia, jelas reaksi sudah berlebihan. Bangladesh dengan struktur dan perangkat ekonomi yang jauh under-developed dibandingkan Indonesia masih mungkin turun 8-10%, tapi untuk Indonesia menurut hemat saya terlalu 'overshot' kejadian hari ini. Kita lihat saja hingga akhir pekan ini. '+' 2011/1/10 Hadi Yanto M <[email protected]> > > > Salam, > Minta saran dari kawan2, apa penyebab IHSG bisa anjlok sampai begini parah? > Dengan penurunan 2 hari ini, saya rasa sudah di luar kewajaran biasa. > Pasti ada sebab yg sangat besar dan sgt berbahaya yg sedang menunggu. > Mohon saran dari para pakar. > Thanks > > -- > Sent from my mobile device > >
