Dear Mr. '+', Mungkinkah terjadi force sell bagi account yang terkena margin call ikut menyumbang "reaksi yang berlebihan", dan bila tindakan force sell selesai, what next?
----- Original Message ----- From: positif01 To: [email protected] Sent: Monday, January 10, 2011 6:01 PM Subject: Re: [saham] Pasti ada sebab yg sangat berbahaya Penyebabnya ya diri sendiri. Coba tanyakan yang pada panic-selling Jumat lalu dan hari ini, apa kira-kira jawabannya. Jawabnya semua sedang mencari jawaban :d. Tidak ada yang diketahui asing yang tidak lokal ketahui, justru kemungkinan sebaliknya. Saya tidak percaya ada pembenaran yang ujung-ujungnya bicara konspirasi atau konsolidasi segelintir pemain baik asing/lokal. Semuanya murni market action sebagai rombongan/keramaian ('herd'). Ihwal mengapa saham finansial/perbankan kenapa dilanda selling, itu jelas bukan panic selling, kecuali yang ikut jual kemudian dalam beberapa hari terakhir. Sudah jelas, status ekonomi global dalam 'inflationary state' ya terang yang semuanya 'deflationary-sensitive' begitu masuk 'inflationary' ya pasti terbanting. Tidak ada fancy theory yang diperlukan untuk menjelaskan itu. Satu-satunya yang mungkin meleset dalam perkiraan adalah magnitude atau besaran efek reaksi pasar menyikapi kondisi domestik suatu pasar. Dalam konteks pasar saham Indonesia, jelas reaksi sudah berlebihan. Bangladesh dengan struktur dan perangkat ekonomi yang jauh under-developed dibandingkan Indonesia masih mungkin turun 8-10%, tapi untuk Indonesia menurut hemat saya terlalu 'overshot' kejadian hari ini. Kita lihat saja hingga akhir pekan ini. '+' 2011/1/10 Hadi Yanto M <[email protected]> Salam, Minta saran dari kawan2, apa penyebab IHSG bisa anjlok sampai begini parah? Dengan penurunan 2 hari ini, saya rasa sudah di luar kewajaran biasa. Pasti ada sebab yg sangat besar dan sgt berbahaya yg sedang menunggu. Mohon saran dari para pakar. Thanks -- Sent from my mobile device
