bravo!

2011/1/11 positif01 <[email protected]>

>
>
> Saham AS Berakhir 'Mixed'
>
> Saham-saham AS berakhir 'mixed' dengan penurunan volume, dan saham
> teknologi bertahan atas tekanan.
>
> Indeks komposit NYSE turun 0,2%, S&P 500 -0,1%. Namun, komposit Nasdaq
> berhasil naik tipis 0,2% ditunjang oleh lonjakan indeks semikonduktor
> Philadelphia sebesar 1%. Semua indeks utama mampu bertahan dari gusuran
> penurunan yang lebih tajam pada awal perdagangan. Volume perdagangan menuru
> di kedua bursa NYSE dan Nasdaq.
>
> Alcoa telah memulai rilis laporan keuangan kuartal 4 dengan mengalahkan
> ('beating') estimasi laba.
>
> Data ekonomi yang akan dirilis Selasa: ICSC-Goldman chain-store sales,
> Redbook Research store sales dan Commerce Department's report on wholesale
> trade for November.
>
> Sementara bursa saham Indonesia bergerak liar di luar perkiraan banyak
> pelaku pasar atas profit-taking dan pull-back sektor finansial, khususnya
> perbankan, dan komoditas yang telah diantisipasi. Sentimen negatif terhadap
> inflasi & potensi kenaikan BBM/TDL tampak telah keluar dari proporsi yang
> pantas dan membawa sub-sub-sektor yang tidak seharusnya terpengaruh menjadi
> terseret sentimen.
>
> Adapun data dan informasi mengenai sumber sentimen sendiri, seperti inflasi
> telah jauh-jauh hari diindikasikan oleh pihak yang berkompeten, dan tidak
> hanya itu, bahkan lebih baik dari Bank Sentral AS, BI telah menyampaikan
> secara terbuka target inflasi yang hendak dicapai. Kejadian pada Senin
> kemarin mengingatkan kepada 'flash crash' 06 Mei 2010 yang dialami oleh
> bursa AS dan tercatat sebagai penurunan terdalam dalam sejarah bursa saham
> AS dengan turun hampir 1.000 poin pada hari itu, yang diawali dengan
> bergolaknya di luar proporsi kekhawatiran atas utang Yunani. Kondisi bursa
> Indonesia kemarin mungkin tidak dikualifikasikan sebagai 'flash' tapi reaksi
> yang sama tidak rasional-nya pada akhirnya akan mendorong pelaku pasar
> bergerak sebagai kerumunan yang rentan terhadap 'kerusuhan' yang berujung
> kepada 'crash'.
>
> Sebagaimana 'flash crash' AS Mei lalu terjadi, kekhawatiran temporer yang
> tidak terbukti, bahkan fakta yang dikhawatirkan bergerak lebih buruk,
> ternyata indeks-indeks utama bergerak jauh lebih baik dan menutup akhir
> tahun 2010 di atas level sebelum krisis finansial global. Demikian pula,
> diperkirakan bursa Indonesia yang merupakan bagian dari negara anggota G-20
> dengan prospek peningkatan peringkat utang dan 'outlook' investasi menjadi
> 'investment grade' akan mampu melalui salah satu 'swing' terdalam pada awal
> tahun perdagangan baru 2011.
>
> Humphrey Neil menjelaskan mengapa kerumunan ('crowd') dapat bergerak
> irasional:
> 1) A crowd is subject to instincts that individuals acting independently
> would never do;
> 2) People involuntarily follow the impulses of the crowd;
> 3) Contagion and imitation of the minority make individuals susceptible to
> suggestion, commands, customs, and emotional appeals;
> 4) When gathered as a group or crowd, people rarely reason or question but
> follow blindly and emotionally to what is suggested or asserted.
>
> Dalam situasi yang irasional, sulit untuk menentukan, apakah dana asing
> yang mempengaruhi investor lokal untuk bereaksi panik, atau justru reaksi di
> luar proporsi investor lokal yang menyebabkan asing ikut sebagai bagian dari
> 'crowd'. Apapun itu, total nilai transaksi lokal justru lebih besar daripada
> asing kemarin.
>
> US market outlook: 'Market in Confirmed Uptrend'
> Indonesia market outlook: 'Market Uptrend under Pressure'
>
> '+'
>
>
>
>  
>

Kirim email ke