Nah ... Gini ini yg bagus... Bisa memberikan pencerahan kepd newbie.... Percaya atau tidak atas pendapat mr + kembali kepada diri kita sendiri.... Tapi marilah kita menerima ini sebagai suatu wacana yang memperkaya pengetahuan kita .... Keep posting mr +
Blue Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 11 Jan 2011 08:46:47 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] US & Indonesia Market Update (10 Januari 2011) Saham AS Berakhir 'Mixed' Saham-saham AS berakhir 'mixed' dengan penurunan volume, dan saham teknologi bertahan atas tekanan. Indeks komposit NYSE turun 0,2%, S&P 500 -0,1%. Namun, komposit Nasdaq berhasil naik tipis 0,2% ditunjang oleh lonjakan indeks semikonduktor Philadelphia sebesar 1%. Semua indeks utama mampu bertahan dari gusuran penurunan yang lebih tajam pada awal perdagangan. Volume perdagangan menuru di kedua bursa NYSE dan Nasdaq. Alcoa telah memulai rilis laporan keuangan kuartal 4 dengan mengalahkan ('beating') estimasi laba. Data ekonomi yang akan dirilis Selasa: ICSC-Goldman chain-store sales, Redbook Research store sales dan Commerce Department's report on wholesale trade for November. Sementara bursa saham Indonesia bergerak liar di luar perkiraan banyak pelaku pasar atas profit-taking dan pull-back sektor finansial, khususnya perbankan, dan komoditas yang telah diantisipasi. Sentimen negatif terhadap inflasi & potensi kenaikan BBM/TDL tampak telah keluar dari proporsi yang pantas dan membawa sub-sub-sektor yang tidak seharusnya terpengaruh menjadi terseret sentimen. Adapun data dan informasi mengenai sumber sentimen sendiri, seperti inflasi telah jauh-jauh hari diindikasikan oleh pihak yang berkompeten, dan tidak hanya itu, bahkan lebih baik dari Bank Sentral AS, BI telah menyampaikan secara terbuka target inflasi yang hendak dicapai. Kejadian pada Senin kemarin mengingatkan kepada 'flash crash' 06 Mei 2010 yang dialami oleh bursa AS dan tercatat sebagai penurunan terdalam dalam sejarah bursa saham AS dengan turun hampir 1.000 poin pada hari itu, yang diawali dengan bergolaknya di luar proporsi kekhawatiran atas utang Yunani. Kondisi bursa Indonesia kemarin mungkin tidak dikualifikasikan sebagai 'flash' tapi reaksi yang sama tidak rasional-nya pada akhirnya akan mendorong pelaku pasar bergerak sebagai kerumunan yang rentan terhadap 'kerusuhan' yang berujung kepada 'crash'. Sebagaimana 'flash crash' AS Mei lalu terjadi, kekhawatiran temporer yang tidak terbukti, bahkan fakta yang dikhawatirkan bergerak lebih buruk, ternyata indeks-indeks utama bergerak jauh lebih baik dan menutup akhir tahun 2010 di atas level sebelum krisis finansial global. Demikian pula, diperkirakan bursa Indonesia yang merupakan bagian dari negara anggota G-20 dengan prospek peningkatan peringkat utang dan 'outlook' investasi menjadi 'investment grade' akan mampu melalui salah satu 'swing' terdalam pada awal tahun perdagangan baru 2011. Humphrey Neil menjelaskan mengapa kerumunan ('crowd') dapat bergerak irasional: 1) A crowd is subject to instincts that individuals acting independently would never do; 2) People involuntarily follow the impulses of the crowd; 3) Contagion and imitation of the minority make individuals susceptible to suggestion, commands, customs, and emotional appeals; 4) When gathered as a group or crowd, people rarely reason or question but follow blindly and emotionally to what is suggested or asserted. Dalam situasi yang irasional, sulit untuk menentukan, apakah dana asing yang mempengaruhi investor lokal untuk bereaksi panik, atau justru reaksi di luar proporsi investor lokal yang menyebabkan asing ikut sebagai bagian dari 'crowd'. Apapun itu, total nilai transaksi lokal justru lebih besar daripada asing kemarin. US market outlook: 'Market in Confirmed Uptrend' Indonesia market outlook: 'Market Uptrend under Pressure' '+'
