Tampaknya IHSG mengikuti cuaca... Jakarta.....  Selama Hujan terus turun. IHSG 
pun akan turun.... Puncaknya Februari... Dimana Jakarta Banjir dan saatnya 
Collect saham..... :) 


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Budiono Kurniawan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 11 Jan 2011 14:55:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Ada apa dengan asing?

minus 4 persen lagi ........... 

--- On Mon, 1/10/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Ada apa dengan asing?
To: [email protected]
Date: Monday, January 10, 2011, 11:41 PM







 



  


    
      
      
      












Harus dibaca minimal 6x kalo mo ngerti. Mayan buat nambah ilmu.From:  positif01 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Tue, 11 Jan 2011 13:00:50 +0700ReplyTo:  [email protected]
Subject: [saham] Ada apa dengan asing?

 



    
      
      
      Asing masih nett sell, masih ada yang pusing, bingung, ntah harus 
bagaimana? Seperti lirik lagu saja. Kalau tidak lupa sejarah dan melihat ke 
belakang, belum ada yang perlu begitu dikhawatirkan atau ditakutkan. Kalau 
punya grafik pergerakan/manuver asing 15 tahun ke belakang, di situ bisa 
diperhatikan kemungkinan-kemungkinan terbesarnya seperti apa. Sepanjang 2010 
juga ada sekurangnya 3 preseden serupa dengan sedikit perbedaan intensitas, 
amplitudo dan magnitudo.

 
Yang jelas kalau dihitung 'nett sell' asing sejak 06 Januari hingga mungkin per 
penutupan hari ini, berarti 4 hari, itu masih dalam range statistik 'nett sell 
antara 3-4 haridengan pola selama puluhan tahun terakhir ketika 'market under 
pressure'. Selebihnya, masih belum cukup 'probable cause' dan 'preponderance of 
evidence beyond doubt' seperti misalnya Mei lalu ketika 'market into 
correction' yang didahului reaksi/sentimen negatif indeks global dan regional 
paralel dengan isu utang Yunani. Saat ini, apa kira-kira di luar sana yang 
begitu menekan. Sovereign debt? market sudah sering dengar sepanjang 2010. 
Justru, mayoritas pelaku pasar lebih condong mendengar, persiapan rilis laporan 
keuangan emiten di sejumlah bursa.

 
'+'


    
     

    










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke