740, Mas Cu, hohohoho .... Hari ini Garuda jadi public expose ga? Tadi rencana jam 2 tapi diundur ke jam 4. Luar biasa trade mark "delay" tetap nempel, hohohoho ..... Salam.
----- Original Message ----- From: [email protected] To: [email protected] Sent: Wednesday, January 12, 2011 3:26 PM Subject: Re: [saham] Kenapa MBTO tidak akan seperti EMDE Berapa ya harga MBTO besok? Tx :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ------------------------------------------------------------------------------ From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 12 Jan 2011 15:06:50 +0700 ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Kenapa MBTO tidak akan seperti EMDE Diberitakan 85% pembeli IPO EMDE atau (PT Metropolitan Development, Tbk.) adalah investor ritel. Malang nian, seandainya para ritel bisa lebih baik membaca kondisi dan prospek ekonomi ke depan. Menjawab sejumlah pertanyaan "ada apa dengan EMDE di hari listing-nya saat ini?" Harga bukan melesat melampaui IPO tetapi malah 'nyungsep dalam. Apa kira-kira penyebabnya? Dan apakah ini kesempatan "bottom-fishing'? Penyebabnya tidak perlu fancy theory atau teori ekonomi rumit. Cukup kemampuan membaca pasar yang sederhana. 1) Situasi moneter global/regional dan lokal berada pada 'inflationary environment'; 2) Hindarkan investasi pada saham-saham yang rentan terhadap inflasi atau "deflationary-sensitive'. Maksudnya jika deflasi mereka sensitif untuk berprestasi, tetapi ketika inflasi akan rentan terhadap koreksi dalam/'reversal'. 3) Harga komoditas naik, suku bunga bank naik/akan naik, perusahaan pinjam uang ke bank untuk usaha maka bunga pinjaman ('cost of fund') naik, dan perusahaan yang penghasilannya digantungkan kepada pembelian konsumer yang juga mengandalkan pinjaman bank termasuk di antaranya yang akan terkena dampak. Kenapa? Karena bunga pinjaman konsumer ya juga naik. Akhirnya, belanja modal/rutin naik, sementara penjualan turun. 4) Cari tahu apa subsektor/jenis usaha emiten. Membaca profil EMDE jelas meski masuk sektor Konstruksi tetapi lebih tepatnya pada property golongan real estate. Pangsa pasarnya adalah ritel yang mengandalkan pinjaman bank, bukan corporate. Bandingkan dengan misalnya DGIK, WIKA atau ADHI. Jelas, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi makro maupun mikro ekonomi, masuk ke EMDE bukan 'bottom-fishing' tapi "fishing bottom" mungkin lebih tepat. Dengan 'inflationary environment', investor akan fokus pada saham yang sensitif terhadap inflasi, dan EMDE bukan kategori itu. Sebaliknya IPO besok MBTO (Martina Berto) berbeda diametral dengan EMDE. Dengan sektor konsumer yang dikenal sebagai kategori 'defensive stocks' dan masuk subsektor personal goods, prospek IPO besok sepertinya akan melaju dengan baik. Saham-saham defensive adalah salah satu yang direkomendasikan dalam fase 'inflationary environment'. Dengan likuiditas yang terbatas karena jumlah yang ditawarkan tidak banyak, jika ingin memanfaatkan kesempatan untuk berspekulasi, MRAT sebagai rekan sejawat ('peer') mungkin akan cukup menjanjikan besok, tentu jangan terlambat besok dan hindari 'stock chasing'. '+'
