*Saham AS Naik dengan Volume Perdagangan 'Mixed'*

Saham-saham AS bergerak naik dengan awal yang solid Rabu kemarin dan
berhasil mempertahankan kenaikan sepanjang sesi sehingga ditutup mendekati
'intraday highs'. Volume perdagangan NYSE meningkat sementara Nasdaq
menurun. Indeks komposit NYSE mendaki 1,3% ditopang oleh sektor finansial,
enerji dan industri kimia. S&P 500 naik 0,9% dan Nasdaq +0,8%.

Berita dari Eropa relatif baik: lelang obligasi ('bond') Portugis berakhir
dengan 'yield' di bawah 7%, yang dianggap suatu keberhasilan di tengah
pergolakan finansial Portugis. Namun demikian, secara umum mayoritas analis
bersepakat bahwa isu Portugis belum sepenuhnya tuntas. Bank Sentral AS
merilis 'beige book' yang mengulas kondisi ekonomi regional ekonomi AS, dan
rilis kemarin menunjukkan beberapa kejutan positif.

Data ekonomi yang akan dirilis Kamis: neraca perdagangan November, indeks
harga produsen Desember dan 'weekly initial jobless claims'.

Adapun pasar saham Indonesia Rabu kemarin berhasil mendapatkan kembali
pijakan yang mantap untuk dapat memulai reli yang terhenti akibat reaksi di
luar proporsi atas kekhawatiran inflasi. Kondisi fundamental perekonomian
Indonesia yang relatif masih baik dan jauh lebih kuat dibandingkan beberapa
krisis finansial terakhir, dan masih relatif rendahnya BI rate, menjadi
perhitungan penting bagi para invetor sebelum memutuskan untuk keluar dari
potensi pasar saham. Meningkatnya konsumsi lokal dan ekspor sumber daya
alam, kondisi perbankan nasional dengan struktur permodalan yang jauh lebih
baik ketika krisis finansial 1997/1998, cadangan valuta asing yang melonjak
sehingga akan mampu meredam gejolak nilai tukar, meningkatnya investasi
asing langsung serta fakta bahwa kebijakan pelonggaran moneter di negara
maju melalui langkah 'quantitative easing' yang meneruskan derasnya laju
arus masuk dana asing, akan menjadikan daya tahan perekonomian Indonesia
jauh lebih siap dan sigap menghadapi tekanan-tekanan temporer.

Investor/trader tetap perlu untuk lebih jeli menentukan sektor/subsektor
industri yang tepat selama 2011 dengan mengedepankan pemahaman akan situasi
ekonomi yang lebih bersifat 'inflationary'.

US market outlook: 'Market in Confirmed Uptrend'
Indonesia market outlook: 'Market Uptrend under Pressure'

'+'

Kirim email ke