Inflasi tuh bagus asal teratur dan pelannn.. Kalau kita ga naik2.. Gaji ga naik2.. Gimana bisa samainn gaji kita ama si bule2...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: budy darmawan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 14 Jan 2011 20:22:40 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bedanya Amerika dan Indonesia Re: [saham] BI dan suku bunga, sekali lagi? kalo menurut saya sih paling gampang itung inflasi dari struk belanja di supermarket simpan 1 atau 2 atau 3 tahun trus belanja lagi dan bandingin aja harganya dengan pembelian kebutuhan yang sama...perasaan sih naiknya> 10% tiap tahun pengeluaran biaya belanja di supermarket.... regards, budy darmawan,s.h. --- Pada Jum, 14/1/11, Susanto Salim <[email protected]> menulis: Dari: Susanto Salim <[email protected]> Judul: Re: Bedanya Amerika dan Indonesia Re: [saham] BI dan suku bunga, sekali lagi? Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 14 Januari, 2011, 11:07 AM Soal menghitung inflasi, ini sependek yang saya tau, adalah dengan mengambil sample daftar belanja/pengeluaran orang rata2, lalu harga saat sampling ini diambil sebagai referensi. Selanjutnya dari waktu kewaktu di catat harga barang2 tersebut dan dibandingkan dengan harga awal. Sistem perhitungan konkretnya bisa lihat di situs BPS, pake indeks, ngitung indeks nya gimana saya juga kurang paham, cuman di awal kalo gak salah indeks ditetapkan = 100. Entah bagaimanaa mengkonversi macem2 belanjaan kita hingga dihasilkan satu nilai tertentu. Belanjaan kita tentunya bukan cuma makanan saja, ada juga biaya sekolah anak-anak, beli baju atau komputer, jalan2 ke macau, dll. Untuk lebih pastinya apa saja yang diperhitungkan dalam menghitung angka inflasi, bisa di cek di situs BPS, kalo gak salah sih ada di situ. tentu angka inflasi tidak mencerminkan kenaikan harga satu barang tertentu, tapi diharapkan bisa merepresentasikan kenaikan harga barang2 secara umum. wassalam,-santo 2011/1/14 Sam A <[email protected]> dear bpk2, saya ingat dulu sebagai profesional kenaikan gaji selalu diberikan sesuai minimal inflasi? apakah itu mengcover? kalau kita mau pertanyakan sebenarnya perhitungan inflasi diambil dari mana (apakah secara acak?) karena kalau kita mau lihat data inflasi mendekati 7%, apakah memang kebutuhan pokok rakyat itu hanya naik 7%, coba kita lihat beras, daging, susu semua kenaikan melebih 7%; artinya ada tambahan 'real inflasi' di market yang mungkin disebabkan oleh banyak hal (termasuk mafia perdagangan, infrastruktur, cuaca dll)? apakah bisa diperbuat seornag karyawan...??? lalu sekarang sebagai pengusaha saya merasakan benar bahwa dengan BI rate "hanya" 6.5% saja, bunga pinjaman bank rata2 sudah diangka 10-12%? dan bank kalau menyesuaikan kenaikan BI rate cepat sekali (..tetapi sngat lambat menyesuaikan penurunan??); bagaimana lagi kalau BI rate dinaikkan apakah bukan pengusaha yang tambah payah? kita berusaha tidak mem PHK karyawan tapi smapi kapan? belum ditambah di lapangan ada biaya tambahan yang tidak jelas jadi kalau digabung inflasi riil + BI rate tinggi + biaya siluman, apakah terjadi ?? bagi yang mau survey kondisi bisnis sekarang coba datangi Harco (pusat elektronik), Mangga dua (pusat grosir), dll; semua pedagang sudah menjeriitt minta tolongg karena apa? karena omset bisnis semakin menurun ??? so... salam
