Mau tanya, karena selama ini belum pernah dapat penjelasan yang konkrit,
selalu penjelasan yang normatif dan text book.

1. country risk premium kita (ber)apa? bagaimana dapat angka
segitu?asumsinya apa saja?
2. bagaimana caranya "mendorong" perbankan?
tks,
arianro


2011/1/14 positif01 <[email protected]>

Dengan kalkulator juga masih ada yang 'seriously missing' itu dalam simple
calculation. Sudahkah diperhitungkan 'country risk premium'? (
http://www.investopedia.com/terms/r/riskpremium.asp) Semakin rendah
peringkat utang-nya ('sovereign bond rating') makin tinggi premi resikonya.
Inilah kuantifikasi persepsi/sentimen.

Btw, ekspektasi inflasi mengikuti tingkat pertumbuhan karena keduanya
'coincidence'. Semakin tumbuh ekonominya, semakin tinggi inflasinya karena
uang yang beredar juga menjadi lebih banyak. Jadi kalau ada yang berharap
sebaliknya justru aneh. Kalau dalam bahasa 'chartist' itu namanya
'divergence' berarti divergence yang buruk...pertanda 'reversal'.

Adapun, jika tingkat pengenaan bunga oleh central bank debitors dalam hal
ini bank komersial terhadap sektor riil tetap tinggi, itu masalahnya bukan
di bank sentral dan inflasi, tapi dengan perbankan itu sendiri. Tentu mereka
juga berhak dan punya argumentasi sendiri. Bukan BI rate-nya yang
dikutak-katik, tapi perbankan-nya yang didorong. Kalau inflasi, baru BI rate
relevan.

Btw, Darmin Nasution sudah cukup responsif. Meski masih harus ditunggu
realisasinya. Tentu sudah well-informed dengan konsekuensi delay bila ada.

http://www.reuters.com/article/idUSJKB00422020110114
Indonesia's central bank expects inflationary pressures to pick up this year
and may need raise the benchmark interest rate, said Darmin Nasution, the
central's bank governor on Friday.

So Darmin ikut siapa kesimpulannya? Saya percaya Darmin dan tim BI
berintegritas dan responsif dan peduli kepentingan nasional dan rakyat
banyak.

Realistis dan tidak mimpi kan? :d

Kirim email ke