Hehe jangan menyalahkan BEI mereka kan tidak jadi trader / transaksional?
Kalau jadi trader ( harian) ya memang begitu, mana ada saham yang naik terus 
menerus? Kalau sudah 'cuan' banyaknya mestinya ada waktu keluar dan istirahat 
lah sbntr (bisa jadi saham tetap naik? Tp kan wajar), jadi tidak ada yg menang 
setiap hari sepanjang tahun (kalau ada saya mau taruh duit d hehe), kalau saya 
main longterm 2-3bln penurunan begini belum terlalu serius (sory..!) Karena 
masih banyak yang hijau .....

Salam
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: uci sanusi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 16 Jan 2011 23:26:43 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Wajar koreksi Bursa Jakarta (dan masih akan terjadi lagi)

Pa Sumarna

Ya memang tahun 2010 berlari begitu kencang ya bursa kita. tapi yang jadi 
sorotan saya adalah jika ada saham yang harganya melonjak dalam waktu dekat 
oleh 
BEI dikategorikan sebagai UMA (Unusual Market Activity) Tapi jika ada saham 
yang 
melorot harganya dalam waktu dekat dibiarkan saja pa.

artinya apa ya? apakah BEI ingin membuat orang susah untuk mendapatkan 
keuntungan di bursa dan melonggarkan orang merugi di bursa? dimana keadilan BEI 
untuk hal tersebut. Mudah2 an ada orang2 BEI yang baca. Baru naik segitu aja 
langsung UMA, tapi kalau ada yang drop banyak bukan UMA tapi crash dan it is 
normal.....apakah seperti itu? kan ga adil itu pa.

trims





________________________________
From: Sumarna_gmail <[email protected]>
Cc: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Mon, 17 January, 2011 2:17:52 PM
Subject: [saham] Wajar koreksi Bursa Jakarta (dan masih akan terjadi lagi)

  
 
Berikut adalah "market direction" yang diberikan salah satu  group retail 
investor di Singapore (cari saja di google, nanti pasti ketemu)  untuk para 
anggotanya mengenai kondisi bursa manca negara pada bulan OKTOBER  2010 :


 
Market      Valuations 
PE Ratio 
 
S&P 500            15,2 
Singapore 13 
HangSeng 14,86 
Jakarta 37,82 
Shanghai 20,04 
Malaysia 18 
 
dari data di atas, terlihat bahwa bursa Jakarta  memang sudah terlalu mahal dan 
sudah sulit memberikan ruang bagi trader,   speculator dan bandar untuk 
"mengumpulkan massa" dan menarik untung dari  situ.
Kinerja Composite tahun 2010 untuk Bursa Jakarta  ternyata masih gains kurang 
lebih  +40%, Bursa Malaysia +20% dan Bursa  Shanghai losses -15%. Bursa 
Shanghai 
yang PE Rationya kedua tertinggi dalam  rangking di atas, mulai terkoreksi 
tajam 
sejak pertengahan November  2010.
 
Jadi, dari data di atas, secara pribadi (dan  begitu juga isi "market 
direction" 
itu), menurut saya tidak mengherankan kalau  sekarang bursa Jakarta kita ini 
mengalami koreksi tajam dan mungkin masih akan  terjadi dalam waktu dekat ini. 
Lepas dari kondisi makro ekonomi global, harga komoditas, semua  analisa TA dan 
FA, menurut saya yang paling dominan adalah karena  buat Local & Asing 
(trader, speculator dan bandar) bursa  Jakarta untuk saat ini sudah kehilangan 
daya tariknya karena sudah terlalu  kemahalan, kecuali bersedia dilakukan 
koreksi tajam (yang akan mengundang banyak  dana masuk lagi) sehingga ada ruang 
untuk mencetak profit lagi.
 
Demikian sumbang sarannya, mohon maaf kalau  tidak berkenan.
 
salam
sumarna
 
 
Financial success is a “matter of having the right  habits”, Make sure that you 
have the right role models. Strive for rational  behaviour, good habits, and 
proper temperament (Warren  Buffet)

 


      

Kirim email ke