Its merely business. Nothing personal
-----Original Message-----
From: Susanto Salim <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 19 Jan 2011 08:35:02 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Asing, begitu berperannya-kah?

Saya kira kita harus paham bahwa uang tidak kenal nasionalisme, itu juga
mengapa orang asing memarkir dananya dinegara yang dianggap paling
menguntungkan. Alasan yang sama juga terjadi dibidang industri, pemodal
mencari tenaga kerja murah (terlepas dari pertimbangan resiko politik dan
stabilitas)..intinya modal mencari tempat yang dianggap paling menguntungkan
(masalah untung beneran atau malah buntung cuman Tuhan yang tau[?]).

Satu hal lagi, kalo asing taro duit di sini kita mikirnya pasti
menguntungkan kepentingan si asing, karena duit hasil cuannya akan dibawa
kembali. Kalo logika yang sama kita pakai saat WNI menanam uangnya di negara
asing, maka seharusnya itu merupakan hal yang baik buat negara ini.

Akhir kata, kalo wong asing aja mau nanem duit di sini, lantas mengapa si
aseng ato si bedjo nanem duitnya di LN? Mungkin karena bejo melihat peluang
di LN, ibarat orang beli mobil (ato produk lain) kan tidak semua orang harus
beli produk yang sama, dan masing2 boleh memilih sesuai dengan kebutuhannya
sendiri.

PS:
Dalam audiobook tentang ekonomi yang pernah saya dengar, si tutor mengatakan
dulu ada presiden amrik yang menyarankan rakyatnya untuk cinta produk dalem
negeri. Logika nya sederhana, kalo beli produk dalem negeri katanya kita
dapet barangnya dan duitnya juga tetap di dalem negeri. Tapi logika ini
sedikit bermasalah, dengan logika yang sama kita bisa saja mengatakan, lebih
baik kita bikin baju sendiri, masak sendiri, tanem sayur2an sendiri,
beternak sendiri, dll...jadi kita dapet produknya dan gak keluar duit.
Sudahkan anda melihat kesalahan logika nya? Ya, kita bisa saja mengerjakan
segala sesuatunya sendiri, atau bisa saja kita beli produk dalem negeri
semua biar gak ada duit yang lari keluar negeri, masalahnya adalah bisakah
kita mengerjakan segala sasuatunya dengan lebih baik dan lebih efisien?
sejarah sudah membuktikan bahwa negara2 membuka diri dan berdagang sama
dunia luarlah yang menjadi makmur dan maju.

sekedar sumbang pendapat,
-santo

2011/1/19 Adrian Maulana <[email protected]>

>
>
> Benar, saat ini IHSG msh dipengaruhi oleh keluar masuknya dana asing krn
> mrk msh mendominasi kapitalisasi pasar modal Indonesia.
> Sehingga kalau terjadi penarikan (maupun pembelian) dalam jumlah besar,
> akan berpengaruh signifikan thd pasar modal secara umum.
>
> Prinsip ekonomi sederhana, "Permintaan Meningkat, Harga Meningkat.
> Permintaan Menurun, Harga pun Menurun"
>
> Hal ini berlaku di manapun, tdk hanya di Indonesia.
> Mengingat industri pasar modal Indonesia baru bertumbuh dalam beberapa thn
> belakangan ini (dibandingkan negara AS dan Eropa yg sdh berpuluh2 tahun),
> maka rentan thd gejolak keluar masuknya dana2 asing (kurang lebih 2/3 dana
> yg berputar di pasar modal kita masih milik asing).
>
> Ironis bila kita mendengar / mengetahui ada masyarakat Indonesia malah
> berusaha memarkir dananya di negara lain (oleh sebab apapun) dimana banyak
> negara2 lain malah berbondong2 utk berinvestasi di Indonesia, (karena sbg
> negara berkembang, Indonesia msh harus terus membangun).
> Jangan sampai nantinya perusahaan2 asing malah mencaplok semua perusahaan2
> strategis di Indonesia sehingga kita jd kehilangan identitas bangsa.
> Cukup beratus2 tahun kita dijajah. Jgn sampai saat ini, walau dg kemasan yg
> lebih intelek spt pemberian hutang yg lunak, bantuan ini itu, hibah, dsb,
> kita menjadi terlena shg mudah dikemudikan oleh negara lain.
> Itu yg disebut penjajahan era masa kini. Tidak lagi dg fisik, tp justru dg
> cara yg lebih intelek yg menurut saya jauh lebih berbahaya, krn seringkali
> kita dlm keadaan tdk sadar (lengah).
>
> Indonesia mungkin tertinggal dalam banyak hal. Namun jgn jadikan itu sbg
> alasan kita utk tdk berpikir ke arah Indonesia yg lebih baik.
>
> Kita bisa bahkan wajib berkontribusi memajukan bangsa sendiri sesuai
> kemampuan yg dimiliki.
>
> Dalam tulisan kali ini, saya pun ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat
> Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal untuk mendukung perekonomian di
> negara kita.
>
> Adrian Maulana
>
> Pls welcome to join : [email protected]
> ------------------------------
> *From: * Mei Saputra <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 18 Jan 2011 15:12:16 +0800 (SGT)
> *To: *<undisclosedrecipients>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] Asing, begitu berperannya-kah?
>
>
>
> Teman-teman sekalian,
>
>
> Saya sering mendengar beberapa opini yang menyebutkan, bahwa untuk
> mengkonfirmasi pembalikan arah IHSG yang sekarang sedang bearish, dibutuhkan
> dana asing untuk membeli saham2 di Indonesia. "Tunggu Asing net sell dalam
> beberapa hari, baru ok untuk investasi". Kurang lebih begitu bahasanya.
>
> Mohon penjelasan dari para senior disini, apakah hal ini benar adanya ?
> Apakah IHSG kita, naik atau turun digerakkan oleh dana asing ? Kalau iya,
> kira-kira apa yang terjadi kalau suatu hari nanti mereka kembali
> berinvestasi di negara masing2 ?
>
> Kemudian, apakah hal ini terjadi hanya di Indonesia atau kondisi yang sama
> juga berlaku di negara lain ? Maksud saya, bahwa naik atau turunnya suatu
> nilai komposit saham, bisa jadi tergantung pada dana asing yang masuk atau
> keluar dari negara tersebut ?
>
> Mohon pencerahannya.
>
> Terima kasih
>
> Mei Saputra
>
>   
>

<<330.gif>>

Kirim email ke