Hmm, jadi koreksi BEI bbrp  hr ini dlm rangka mengamankan "FUND 
LANDING"..supaya 
nyaman dan aman...
lanjut gan...!!!


 Salam,


AB




________________________________
Dari: positif01 <[email protected]>
Terkirim: Kam, 20 Januari, 2011 08:50:40
Judul: [saham] Jim O'Neill (Goldman) Indonesia ikut BRIC

  
50 tahun lalu ada istilah 'emerging markets' yang dipopulerkan oleh Antoine van 
Agtmael. 9 tahun lalu Jim O'Neill (kepala Goldman Sachs Asset Management) 
menselaraskan kembali istilah tersebut dengan lebih spesifik sebagai BRIC 
(Brazil, Russia, India, China). Setelah dirasakan mulai usang dengan pembatasan 
kepada 4 negara tersebut, Jim akan memperluas dan mencakup negara-negara 
potensial lainnya dengan pencapaian GDP minimal 1% dari GDP dunia. Akan 
bergabung segera Mexico, Korea Selatan, Turki dan Indonesia yang masing-masing 
berkontribusi lebih dari 1% dari GDP global. Indonesia sendiri berkontribusi 
sekitar 1,1%. Istilah yang akan digunakan lebih terbuka "gowth markets".

Peristilahan ini bukan berakhir semata sebagai istilah dalam wacana akademis 
atau kepentingan 'marketing'. Data perkembangan laju investasi menunjukkan 
bahwa 
investasi dunia satu dekade terakhir berfokus kepada keempat negara BRIC 
tersebut, dan alangkah tepatnya keputusan investasi yang mengikuti konsentrasi 
BRIC jika dimulai sejak awal istilah tersebut diluncurkan 2001 lalu. Bahkan 
Pemerintah Cina atas dasar peristilahan BRIC ini telah mengadakan pertemuan 
tahunan reguler yang disebut "BRIC summit" dengan mengundang keempat negara 
kunci tersebut.

Dapat dibayangkan esensi dan pentingnya dampak dari masuknya Indonesia dalam 
klub elite 'emerging markets' terpilih tersebut kelak tahun ini. Hal ini 
diamini 
oleh Gita Wirjawan, Kepala BKPM, yang telah berbicara langsung dengan Jim 
O'Neill. 
(http://bisnis.vivanews.com/news/read/199872-goldman-sachs--indonesia-pasar-baru-investor)


'+'

 

Kirim email ke