Hati-hati dengan segala berita yang berhubungan dengan Goldman Sachs. Goldman 
Sachs adalah salah satu yang melakukan penjualan subprime mortgage kepada klien 
ritel AS, dan dirinya sendiri di saat yang sama melakukan short terhadap 
subprime mortgage (MBS).

Goldman Sachs juga telah menguasai Departemen Keuangan AS (US Treasury) sejak 
beberapa presiden yang lalu, termasuk Robert Rubin dan Hank Paulson sebagai 
mantan Secretary of Treasury yang merupakan orang-orang Goldman Sachs. Dengan 
demikian mereka memiliki insider information teranyar bahkan sebelum titan 
finansial lain. 

Lloyd Blankfein, CEO Goldman Sachs, luput dari penjara, dan hanya membayar 
denda 
kecil US$500 juta, yang bagi Goldman Sachs sangatlah kecil, sedangkan 
keuntungan 
dari short subprime mortgage luar biasa besarnya. 

Bahkan ada sebuah website khusus membahas sepak terjang Goldman Sachs: 
http://www.goldmansachs666.com. 

Gita Wirjawan, sebelum menjabat Menteri BKPM, adalah orang Goldman Sachs, dan 
juga orang JP Morgan yang saat ini diketahui melakukan manipulasi harga perak 
di 
dunia (simak kampanye Buy Silver Crash JP Morgan di http://www.maxkeiser.com)
 
***
Logis saja, peringkat korupsi Indonesia tidak naik-naik, tetapi mampu terus 
mencetak prestasi ekonomi. Yang untung siapa? Eselon-eselon pemerintah yang 
kaya 
raya ataukah rakyat? 

Contoh saja: Di AS CNOOC milik Pemerintah Cina diblok dengan Exon-Florio 
Provision untuk mengakuisisi Unocal di tahun 2005. 

Di Indonesia, pertambangan emas, perak, dan tembaga yang sangat strategis bagi 
kekayaan negara di Tembagapura (Freeport Indonesia) ternyata dikuasai 81% oleh 
AS, dan Pemerintah RI hanya menguasai 9,38%, dan harus mengurusi pencemaran 
lingkungan dan menekan kemarahan penduduk setempat. 






________________________________
From: AB <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, January 20, 2011 8:58:47 AM
Subject: Bls: [saham] Jim O'Neill (Goldman) Indonesia ikut BRIC

  
Hmm, jadi koreksi BEI bbrp  hr ini dlm rangka mengamankan "FUND 
LANDING"..supaya 
nyaman dan aman...
lanjut gan...!!!


 Salam,


AB




________________________________
Dari: positif01 <[email protected]>
Terkirim: Kam, 20 Januari, 2011 08:50:40
Judul: [saham] Jim O'Neill (Goldman) Indonesia ikut BRIC

  
50 tahun lalu ada istilah 'emerging markets' yang dipopulerkan oleh Antoine van 
Agtmael. 9 tahun lalu Jim O'Neill (kepala Goldman Sachs Asset Management) 
menselaraskan kembali istilah tersebut dengan lebih spesifik sebagai BRIC 
(Brazil, Russia, India, China). Setelah dirasakan mulai usang dengan pembatasan 
kepada 4 negara tersebut, Jim akan memperluas dan mencakup negara-negara 
potensial lainnya dengan pencapaian GDP minimal 1% dari GDP dunia. Akan 
bergabung segera Mexico, Korea Selatan, Turki dan Indonesia yang masing-masing 
berkontribusi lebih dari 1% dari GDP global. Indonesia sendiri berkontribusi 
sekitar 1,1%. Istilah yang akan digunakan lebih terbuka "gowth markets".

Peristilahan ini bukan berakhir semata sebagai istilah dalam wacana akademis 
atau kepentingan 'marketing'. Data perkembangan laju investasi menunjukkan 
bahwa 
investasi dunia satu dekade terakhir berfokus kepada keempat negara BRIC 
tersebut, dan alangkah tepatnya keputusan investasi yang mengikuti konsentrasi 
BRIC jika dimulai sejak awal istilah tersebut diluncurkan 2001 lalu. Bahkan 
Pemerintah Cina atas dasar peristilahan BRIC ini telah mengadakan pertemuan 
tahunan reguler yang disebut "BRIC summit" dengan mengundang keempat negara 
kunci tersebut.

Dapat dibayangkan esensi dan pentingnya dampak dari masuknya Indonesia dalam 
klub elite 'emerging markets' terpilih tersebut kelak tahun ini. Hal ini 
diamini 
oleh Gita Wirjawan, Kepala BKPM, yang telah berbicara langsung dengan Jim 
O'Neill. 
(http://bisnis.vivanews.com/news/read/199872-goldman-sachs--indonesia-pasar-baru-investor)


'+'


 


      

Kirim email ke