betul asing menguasai 63% dr total market cap BEI, tp jgn lupa kyk ASII itu dimiliki J&J cardine 50% lebih, market cap ASII skrg 190T berarti J&J kuasai 95T
apakah J&J mau jual ASII smuanya?? saya rasa kemgknan kecil bgt, mengingat J&J belinya di harga 2000an thn 2003 wkt Megawati lgpl asing beli pasti suatu saat asing akan realized gain indikator yg buruk yakni Bond market, dmn bond indo jatuh, sampe2 govt suruh 13 BUMN jd standby buyer bond jika asing keluar.. tp jgn lupa market bond jauh lbh gede drpd saham, & saham itu selalu ikuti bond.. GBU Kalim --- On Fri, 1/21/11, positif01 <[email protected]> wrote: From: positif01 <[email protected]> Subject: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini To: Date: Friday, January 21, 2011, 4:24 AM Coba rehat sejenak dari sekadar hitung 'wave' sudah ada di hitungan 3,4,5 (dan harus 5) plus a,b,c-nya. Kalau kata Martin Pring, kurang kerjaan 'ngitungin' 'wave', dan kenapa harus 5? Lebih baik, bertindak, ketika 'cycle' di atas what to do, 'cycle' di bawah what else to do. ('The task of the technician is not to identify as many as possible cycle, but to isolate the most dominant and reliable', "Technical Analysis Explained, p. 391) Sore ini, coba terangkan fenomena ini cukup 'common-sense' dan level sertifikasi traders pemula: 07-11 Januari 2011, IHSG memulai 'pullback' yang dalam. Asing 'outflow' sehari > Rp1,3 miliar dan pada tanggal 12 Januari IHSG terkapar 4,21%. Pada level berapa titik low saat itu? 3434,27. Sekarang hari ini 21 Januari, IHSG menembus level 'low' 11 Januari hingga sempat menyentun 3309.62. Berarti -125 poin dari 'low' 11 Januari 2011. Pertanyaan? Semua orang tahu, asing yang jadi barometer mungkin lebih tahu lagi. Pelaku pasar baru saja mengalami trauma yang belum sampai 2 minggu, tidak mungkin lupa, seharusnya ketika trauma itu muncul, bahkan lebih parah lagi toh? Kira-kira apa yang dilakukan? Tentu tidak ingin jatuh 2 kali. Refleksinya apa? Harusnya lari lebih kencang lagi dong. Asing kemarin 'outflow' Rp35 miliar, hari ini Rp1 triliun. Jika menimbang trauma, kenapa tidak lari dengan dengan Rp7 triliun sekaligus? Mereka bisa sekali masuk Rp2 triliun 9 September lalu, kenapa tidak bisa keluar sama banyaknya pada hari ini yang begitu menakutkan. Aneh ga itu? Tambah aneh lagi kalau tidak klop dengan parameter/matriks penunjang lainnya, dari makro moneter, fundamental, dan lainnya. Jika pun asing keluar hari ini, itu karena Anda-Anda kemarin :d....sudah dibahas pada posting sebelumnya. Satu hal jangan lupa, Data yang dirilis oleh KSEI pada akhir tahun 2010, asing tercatat menguasai 63% dari total ekuitas pasar saham Indonesia atau senilai Rp1.174,68 triliun (http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1102012/investor-asing-miliki-63-saham-di-bei-2010). Tidak sekalian keluar Rp10 triliun, atau berapa banyak itu Rp1000 triliun dibagi Rp1 triliun tiap hari biar 'ga heboh' kalau mau distribusi karena ketakutan seperti Anda semua? Pernah tanya seperti itu? Just a very simple logical question. Kalau panjang lebarnya, next week ya. Sekarang di-brainstorm saja dulu akal sehat semuanya. :d Selamat akhir pekan. '+'
