setuju bro/sis cuanesia..
buy buy buy or bye bye bye..
bull(ish) or bull(shit) wkwkw :P

--- On Fri, 1/21/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini
To: [email protected]
Date: Friday, January 21, 2011, 4:39 AM







 



  


    
      
      
      












Hehe yg jelas adl bila semua org mengikuti saran anda utk buy buy n buy dr 2 
minggu yg lalu..tdk akan ada lagi yg aktif di forum ini krn stress yg 
berkepanjangan. Hehe :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® 
smartphoneFrom:  positif01 <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 21 Jan 2011 16:24:59 +0700ReplyTo:  [email protected]
Subject: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini

 



    
      
      
      Coba rehat sejenak dari sekadar hitung 'wave' sudah ada di hitungan 3,4,5 
(dan harus 5) plus a,b,c-nya. Kalau kata Martin Pring, kurang kerjaan 
'ngitungin' 'wave', dan kenapa harus 5? Lebih baik, bertindak, ketika 'cycle' 
di atas what to do, 'cycle' di bawah what else to do. ('The task of the 
technician is not to identify as many as possible cycle, but to isolate the 
most dominant and reliable', "Technical Analysis Explained, p. 391)

Sore ini, coba terangkan fenomena ini cukup 'common-sense' dan level 
sertifikasi traders pemula:
07-11 Januari 2011, IHSG memulai 'pullback' yang dalam. Asing 'outflow' sehari 
> Rp1,3 miliar dan pada tanggal 12 Januari IHSG terkapar 4,21%. Pada level 
berapa titik low saat itu? 3434,27.

Sekarang hari ini 21 Januari, IHSG menembus level 'low' 11 Januari hingga 
sempat menyentun 3309.62. Berarti -125 poin dari 'low' 11 Januari 2011.
Pertanyaan?

Semua orang tahu, asing yang jadi barometer mungkin lebih tahu lagi. Pelaku 
pasar baru saja mengalami trauma yang belum sampai 2 minggu, tidak mungkin 
lupa, seharusnya ketika trauma itu muncul, bahkan lebih parah lagi toh? 
Kira-kira apa yang dilakukan? Tentu tidak ingin jatuh 2 kali. Refleksinya apa? 
Harusnya lari lebih kencang lagi dong. Asing kemarin 'outflow' Rp35 miliar, 
hari ini Rp1 triliun. Jika menimbang trauma, kenapa tidak lari dengan dengan 
Rp7 triliun sekaligus? Mereka bisa sekali masuk Rp2 triliun 9 September lalu, 
kenapa tidak bisa keluar sama banyaknya pada hari ini yang begitu menakutkan.

Aneh ga itu? Tambah aneh lagi kalau tidak klop dengan parameter/matriks 
penunjang lainnya, dari makro moneter, fundamental, dan lainnya.
Jika pun asing keluar hari ini, itu karena Anda-Anda kemarin :d....sudah 
dibahas pada posting sebelumnya. Satu hal jangan lupa, Data yang dirilis oleh 
KSEI pada akhir tahun 2010, asing tercatat menguasai 63% dari total ekuitas 
pasar saham Indonesia atau senilai Rp1.174,68 triliun 
(http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1102012/investor-asing-miliki-63-saham-di-bei-2010).
 Tidak sekalian keluar Rp10 triliun, atau berapa banyak itu Rp1000 triliun 
dibagi Rp1 triliun tiap hari biar 'ga heboh' kalau mau distribusi karena 
ketakutan seperti Anda semua?

Pernah tanya seperti itu? Just a very simple logical question. Kalau panjang 
lebarnya, next week ya. Sekarang di-brainstorm saja dulu akal sehat semuanya. :d

Selamat akhir pekan. 

'+'






    
     

    










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke