Sabar om, tommorow is misteri kata om panda, saatnya belajar Yg bener pasukan bull atau bear? cuma waktu yg nentukan
Kalau porto masing2 ya terserah deh mau diapain, ane punya ya gitu2 aja Tapi tadi pindah setengah ke yg lebih confident buat ane, bukan KARK atau FREN ya tapi hihihi Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Jan 2011 11:09:41 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini Bandar rambut palsu dr serat nanas ya? Tajam dong... Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Teguh Diyanto <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Jan 2011 19:08:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini Haha ane curiga Mr + ini bandar nih,biar barang2 dagangannya di caplok sama orang2... wkwkwkwk... --- On Fri, 1/21/11, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini To: "Saham" <[email protected]> Date: Friday, January 21, 2011, 5:41 AM Duh ga usah cape2 pake logika....asing juga ga goblok langsung tebar 2 triliun boss....pasti nungguin harga bagus baru keluar lagi barangnya.... Ga usah debat d kenyataannya asing buang barang 1 triliun titik.... Lagian ga masuk akal banget, gimana caranya asing sehari mau buang barang 2 triliun...siapa yang nampung...yang ada asing ga kebagian jualan gara2 domestic pada panic selling duluan..... Nah asing pasti terima kasih banget sama orang seperti anda yg ngomporin BEJ bullish lah...sudah murah lahh...mau ke 4000 lah...mau ke goceng lah, jadi banyak juga yg kejebak beli saham yg dianggap sudah 'murah' Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Jan 2011 10:25:09 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini Gak dijawab tuh pak pingincuan.....wakakakakaka Powered by Telkomsel BlackBerry® From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Jan 2011 09:34:58 +0000 To: SHM<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini Mister Pos...ngemeng2 coleksi saham apa saja ya? Must answer ini....Tq Salam Erat Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal nya Cuuuaaan Teruuusss...! From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 21 Jan 2011 16:24:59 +0700 ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] So?...Logika Dipakai, jawab satu tanya ini Coba rehat sejenak dari sekadar hitung 'wave' sudah ada di hitungan 3,4,5 (dan harus 5) plus a,b,c-nya. Kalau kata Martin Pring, kurang kerjaan 'ngitungin' 'wave', dan kenapa harus 5? Lebih baik, bertindak, ketika 'cycle' di atas what to do, 'cycle' di bawah what else to do. ('The task of the technician is not to identify as many as possible cycle, but to isolate the most dominant and reliable', "Technical Analysis Explained, p. 391) Sore ini, coba terangkan fenomena ini cukup 'common-sense' dan level sertifikasi traders pemula: 07-11 Januari 2011, IHSG memulai 'pullback' yang dalam. Asing 'outflow' sehari > Rp1,3 miliar dan pada tanggal 12 Januari IHSG terkapar 4,21%. Pada level berapa titik low saat itu? 3434,27. Sekarang hari ini 21 Januari, IHSG menembus level 'low' 11 Januari hingga sempat menyentun 3309.62. Berarti -125 poin dari 'low' 11 Januari 2011. Pertanyaan? Semua orang tahu, asing yang jadi barometer mungkin lebih tahu lagi. Pelaku pasar baru saja mengalami trauma yang belum sampai 2 minggu, tidak mungkin lupa, seharusnya ketika trauma itu muncul, bahkan lebih parah lagi toh? Kira-kira apa yang dilakukan? Tentu tidak ingin jatuh 2 kali. Refleksinya apa? Harusnya lari lebih kencang lagi dong. Asing kemarin 'outflow' Rp35 miliar, hari ini Rp1 triliun. Jika menimbang trauma, kenapa tidak lari dengan dengan Rp7 triliun sekaligus? Mereka bisa sekali masuk Rp2 triliun 9 September lalu, kenapa tidak bisa keluar sama banyaknya pada hari ini yang begitu menakutkan. Aneh ga itu? Tambah aneh lagi kalau tidak klop dengan parameter/matriks penunjang lainnya, dari makro moneter, fundamental, dan lainnya. Jika pun asing keluar hari ini, itu karena Anda-Anda kemarin :d....sudah dibahas pada posting sebelumnya. Satu hal jangan lupa, Data yang dirilis oleh KSEI pada akhir tahun 2010, asing tercatat menguasai 63% dari total ekuitas pasar saham Indonesia atau senilai Rp1.174,68 triliun (http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1102012/investor-asing-miliki-63-saham-di-bei-2010). Tidak sekalian keluar Rp10 triliun, atau berapa banyak itu Rp1000 triliun dibagi Rp1 triliun tiap hari biar 'ga heboh' kalau mau distribusi karena ketakutan seperti Anda semua? Pernah tanya seperti itu? Just a very simple logical question. Kalau panjang lebarnya, next week ya. Sekarang di-brainstorm saja dulu akal sehat semuanya. :d Selamat akhir pekan. '+'
