yups masuk kebohongan IHSG kali....hehehehehe... Hey
--- Pada Sen, 24/1/11, Dimas Yoga <[email protected]> menulis: Dari: Dimas Yoga <[email protected]> Judul: [saham] IHSG... Oh IHSG... Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 24 Januari, 2011, 3:00 AM Entah apa yang terjadi dengan IHSG, saya kira kekhawatiran ini sudah berlebihan kalau disikapi hanya profit taking "asing" belaka. Saya juga tidak terlalu mengerti definisi "asing" yang pas itu seperti apa? Apakah hanya karena broker asing? Bagaimana halnya jika ada orang Indonesia yang menggunakan jasa broker asing atau sebaliknya jika orang asing menggunakan jasa broker lokal? Saya coba bandingkan kondisi Januari 2011 dengan Januari 2008 kok agak sedikit beda ya? Ketika itu suku bunga sedang tinggi (saya lupa berapa pastinya), harga minyak juga naik terus (pemerintah 2 kali menaikkan harga premium kalau ngga salah ingat), dan ada berita-berita perusahaan di AS sana yang kesulitan keuangan (meskipun baru banyak yang bangkrut sekitar Sep-Nov 2008). Tapi yang terjadi sekarang, DJIA terus menerus membuat 52-week high, suku bunga rendah (malah wacananya investor "asing" yang meminta suku bunga dinaikkan untuk mengimbangi inflasi). Kekahwatiran yang banyak berkembang di luar negeri adalah kekhawatiran hutang di Eropa dan kebijakan pengetatatan likuiditas di China untuk mencegah inflasi. Sedangkan kekhawatiran dari dalam negeri kalau saya amati yang paling signifikan adalah kenaikan harga cabe, pembebasan bea masuk impor barang, pembatasan BBM, dan selebihnya adalah isu politis dan korupsi. Saya belum melihat atau mendengar di media baik dalam maupun luar negeri bahwa ada perusahaan besar yang kesulitan keuangan atau diwacanakan akan mengurangi jumlah pegawai (atau yang paling parah dinyatakan pailit) dalam waktu dekat ini akibat "Krisis 2011". Kalau dulu di tahun 2008 penyebab krisisnya jelas yang dijadikan kambing hitam adalah Sub-Prime Mortgage, lalu di tahun 2011 ini krisis akibat apa? Kenapa IHSG terus-menerus turun? Apakah benar IHSG sudah kemahalan? Saya tidak tahu karena saya bukan pakar Fundamental Analysis. Apakah tidak ada investor asing yang tertarik berinvestasi di emerging market ketika ekonomi di AS sudah mulai pulih? Who knows... Mungkin hanya Tuhan dan Research Analyst dari AK, BK, CS, DB, KZ, ML, RX yang paling tahu...
