Om Dimas, untuk emiten kode IHSG di cut loss saja... Ganti dg FREN dan KARK saja, aman... ga ngaruh dg pasar yg lg bleeding. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "caknoval" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 24 Jan 2011 08:04:33 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: IHSG... Oh IHSG... Untung dalam portofolio saya tidak ada saham yang berkode 'IHSG' :-) --- In [email protected], Dimas Yoga <dimasyoga.saham@...> wrote: > > Entah apa yang terjadi dengan IHSG, saya kira kekhawatiran ini sudah > berlebihan kalau disikapi hanya profit taking "asing" belaka. Saya juga > tidak terlalu mengerti definisi "asing" yang pas itu seperti apa? Apakah > hanya karena broker asing? Bagaimana halnya jika ada orang Indonesia yang > menggunakan jasa broker asing atau sebaliknya jika orang asing menggunakan > jasa broker lokal? > > Saya coba bandingkan kondisi Januari 2011 dengan Januari 2008 kok agak > sedikit beda ya? Ketika itu suku bunga sedang tinggi (saya lupa berapa > pastinya), harga minyak juga naik terus (pemerintah 2 kali menaikkan harga > premium kalau ngga salah ingat), dan ada berita-berita perusahaan di AS sana > yang kesulitan keuangan (meskipun baru banyak yang bangkrut sekitar Sep-Nov > 2008). > > Tapi yang terjadi sekarang, DJIA terus menerus membuat 52-week high, suku > bunga rendah (malah wacananya investor "asing" yang meminta suku bunga > dinaikkan untuk mengimbangi inflasi). Kekahwatiran yang banyak berkembang di > luar negeri adalah kekhawatiran hutang di Eropa dan kebijakan pengetatatan > likuiditas di China untuk mencegah inflasi. Sedangkan kekhawatiran dari > dalam negeri kalau saya amati yang paling signifikan adalah kenaikan harga > cabe, pembebasan bea masuk impor barang, pembatasan BBM, dan selebihnya > adalah isu politis dan korupsi. > > Saya belum melihat atau mendengar di media baik dalam maupun luar negeri > bahwa ada perusahaan besar yang kesulitan keuangan atau diwacanakan akan > mengurangi jumlah pegawai (atau yang paling parah dinyatakan pailit) dalam > waktu dekat ini akibat "Krisis 2011". Kalau dulu di tahun 2008 penyebab > krisisnya jelas yang dijadikan kambing hitam adalah Sub-Prime Mortgage, lalu > di tahun 2011 ini krisis akibat apa? Kenapa IHSG terus-menerus turun? Apakah > benar IHSG sudah kemahalan? Saya tidak tahu karena saya bukan pakar > Fundamental Analysis. Apakah tidak ada investor asing yang tertarik > berinvestasi di emerging market ketika ekonomi di AS sudah mulai pulih? Who > knows... Mungkin hanya Tuhan dan Research Analyst dari > AK, BK, CS, DB, KZ, ML, RX yang paling tahu... >
