Iya selalu ada kesempatan. Yg penting jaga kesehatan. jgn main di tempat yg 
tinggi sementara ini. 
sent with VerryCuan v.88 

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 24 Jan 2011 13:07:12 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] IHSG... Oh IHSG...

Tidak perlu susah2 analisa, memang sudah ketinggian, keluar kalo sudah cuan. 
Nikmati cuan dengan berlibur selama setengah tahun. Nanti bulan juni akhir baru 
masuk lagi, setelah itu biarin, uda cuan 40% keluar lagi, tunggu index 
hancur2an baru masuk lagi. Gitu gitu terus.....
-----Original Message-----
From: Dimas Yoga <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 24 Jan 2011 15:00:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] IHSG... Oh IHSG...

Entah apa yang terjadi dengan IHSG, saya kira kekhawatiran ini sudah
berlebihan kalau disikapi hanya profit taking "asing" belaka. Saya juga
tidak terlalu mengerti definisi "asing" yang pas itu seperti apa? Apakah
hanya karena broker asing? Bagaimana halnya jika ada orang Indonesia yang
menggunakan jasa broker asing atau sebaliknya jika orang asing menggunakan
jasa broker lokal?

Saya coba bandingkan kondisi Januari 2011 dengan Januari 2008 kok agak
sedikit beda ya? Ketika itu suku bunga sedang tinggi (saya lupa berapa
pastinya), harga minyak juga naik terus (pemerintah 2 kali menaikkan harga
premium kalau ngga salah ingat), dan ada berita-berita perusahaan di AS sana
yang kesulitan keuangan (meskipun baru banyak yang bangkrut sekitar Sep-Nov
2008).

Tapi yang terjadi sekarang, DJIA terus menerus membuat 52-week high, suku
bunga rendah (malah wacananya investor "asing" yang meminta suku bunga
dinaikkan untuk mengimbangi inflasi). Kekahwatiran yang banyak berkembang di
luar negeri adalah kekhawatiran hutang di Eropa dan kebijakan pengetatatan
likuiditas di China untuk mencegah inflasi. Sedangkan kekhawatiran dari
dalam negeri kalau saya amati yang paling signifikan adalah kenaikan harga
cabe, pembebasan bea masuk impor barang, pembatasan BBM, dan selebihnya
adalah isu politis dan korupsi.

Saya belum melihat atau mendengar di media baik dalam maupun luar negeri
bahwa ada perusahaan besar yang kesulitan keuangan atau diwacanakan akan
mengurangi jumlah pegawai (atau yang paling parah dinyatakan pailit) dalam
waktu dekat ini akibat "Krisis 2011". Kalau dulu di tahun 2008 penyebab
krisisnya jelas yang dijadikan kambing hitam adalah Sub-Prime Mortgage, lalu
di tahun 2011 ini krisis akibat apa? Kenapa IHSG terus-menerus turun? Apakah
benar IHSG sudah kemahalan? Saya tidak tahu karena saya bukan pakar
Fundamental Analysis. Apakah tidak ada investor asing yang tertarik
berinvestasi di emerging market ketika ekonomi di AS sudah mulai pulih? Who
knows... Mungkin hanya Tuhan dan Research Analyst dari
AK, BK, CS, DB, KZ, ML, RX yang paling tahu...

Kirim email ke