Kalau datang langsung ke kantor jamsostek terdekat pasti dilayani. Bilang saja mau print-out rekening jamsostek... Jangan lupa bawa kartu jamsosteknya...
2011/1/25 Daud Hardjakusumah <[email protected]> > > > Harusnya sejak tahun lalu bapak bisa ngecek secara online, tapi saya gak > tau perkembangannya > > (soalnya udah gak punya dana disitu, jadi gak cari tau) > > Mungkin bapak bisa telp dulu ke jamsostek gimana caranya atau datang > langsung.. > > Mungkin ada keterangan di web nya? > > > Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah > [email protected] > sidaut.blogspot.com > > > ------------------------------ > *From:* budy darmawan <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tue, January 25, 2011 5:24:56 PM > > *Subject:* Re: [saham] Keep buying > > > > cara ngeceknya gimana pak?? balance dari jamsostek?? > > regards, > budy darmawan,s.h. > > --- Pada *Sel, 25/1/11, Daud Hardjakusumah <[email protected]>* menulis: > > > Dari: Daud Hardjakusumah <[email protected]> > Judul: Re: [saham] Keep buying > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 25 Januari, 2011, 2:20 PM > > > > Yang masih punya dana di jamsostek bisa ngecek balance nya kok. > Kalo perhitungan saya atas pencairan yang saya lakukan, uang kita > berkembang lebih dari deposito > Kebetulan temen saya salah satu analisnya jamsostek ;) > > Duit jamsostek ya dari duit karyawan peserta jamsostek > dan banyak juga lho yang mungkin lupa, tidak peduli dengan uangnya di > jamsostek alias gak dicairkan. > > Memang resikonya besar dengan menginvestasikan uang pensiun milik rakyat di > pasar saham > Semoga jamsostek memiliki analis dan perhitungan yang cermat sehingga tidak > ada yang akan jadi korban > > Beberapa hal yang menyebabkan Bpk Iwan Pontjo mundur dari jamsostek adalah > rencana pemerintah yang terlalu agresif (beresiko tinggi) menggunakan dana > jamsostek juga upeti yang diminta para preman di kiri kanan :p > > Kalo gak salah duit buat bikin sirkuit sentul juga dari jamsostek :) - > waktu orde sakti masih berkuasa > > Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah > [email protected] > sidaut.blogspot.com > > > ------------------------------ > *From:* Purcahyadi - <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tue, January 25, 2011 4:58:01 PM > *Subject:* Re: [saham] Keep buying > > > > kalau jamsostek uangnya dari mana ya?.... > apa dari potongan gaji tiap bulan?....klo di invest ke saham..duitnya > siapa, yang untung siapa... > > > > > > > > 2011/1/25 <[email protected]> > > > > Hiduup Jamsostek !!!, btw, mereka mau invest ke saham apa ya? > > Salam Erat Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal nya Cuuuaaan > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * "Oguds" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Tue, 25 Jan 2011 20:39:58 +0700 (WIT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Keep buying > > > > > On Tue, January 25, 2011 6:05 pm, [email protected] wrote: > > Bagus. Saatnya house lokal unjuk gigi. Ini tanah kita! :) > > Setuju, sudah 400 tahun kita dibodohi asing. Kita mampu sekali lho. Misal, > di 2010 lalu dana asing yg masuk (net buy) adalah 19 trilyun. Di 2011 ini, > Jamsostek berencana investasi sebesar 115 trilyun, 20%-nya di saham, > sekitar 23 trilyun. Jadi tanpa dana asing pun harusnya bursa masih kokoh. > > Saya khawatir asing ke sini hanya mengeruk dana2 domestik, dibawa kabur > lagi ke negaranya. Persis seperti zaman Portugis dan VOC dulu. Kita > (jangan2) terbohongi atawa tertipu dengan dana asing yg 'masuk', padahal > dana lokal yg masuk berlipat2 lebih banyak, dan digaruk oleh asing tadi. > Payah ya. > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > > > > > > >
