Kecuali ELSA yang ditutup stagnan, DOID dan ITMG merosot masing2 3% dan 2.8% 
dalam penutupan hari Jumat kemarin yang notabene belum terjadi pelemahan 
signifikan dow jones disatu pihak dan penguatan harga minyak mentah dipihak 
lain. Akankah senin besok bursa regional khususnya IHSG mampu bertahan untuk 
tidak terjadi panic selling?, termasuk recommendated stocks seperti ELSA, ITMG 
dan DOID?, mari kita saksikan saja, mudah2an tidak seburuk yang dibayangkan.

--- On Fri, 1/28/11, positif01 <[email protected]> wrote:

From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] Update Market Global: Indeks boleh merah, tambang pasti cerah
To: 
Date: Friday, January 28, 2011, 6:43 PM







 



  


    
      
      
      Ringkas saja, menindaklanjuti perkembangan di luar ekspektasi semua pihak 
lintas semua bursa global. Setelah Jepang, kini kompleksitas situasional 
'unforeseen' bertambah dengan insiden Mesir. Indeks-indeks utama dunia yang 
ditutup paling akhir setelah Asian Market tutup, seperti FTSE, Eropa lainnya,  
dan US kompak merah membara.

 
Senin sudah bisa dipastikan tekanan akan datang menyergap dan menyerang semua 
bursa. Kecuali Presiden Husni Mubarak mengambil langkah drastis di Mesir dengan 
segera mengundurkan diri, maka sulit untuk bisa melihat ada indeks 
regional/global yang akan mampu keluar dari teritori negatif, tidak terkecuali 
IHSG.

 
Namun demikian, selalu rasional dan lihat semua kesempatan di saat market 
sangat mungkin over-reacting. Dan satu hal yang harus diingat, ada satu 
tema/sektor besar yang paling diuntungkan dari bergeraknya sentimen negatif 
global yang lebih diakibatkan faktor geopolitik, yaitu komoditas, yang didorong 
oleh harga minyak. Fantastis, tadi malam penutupan bursa AS, futures WTI oil 
naik dalam hitungan jam >4%, yang merupakan kenaikan terbesar sejak 2007. Harga 
WTI crude oil bertengger mendekati $90, sementara Brent crude oil berada nyaris 
$100. Sementara ini, yang mampu menahan lonjakan harga minyak hanyalah 
keberuntungan waktu yang mengunci pergerakan harga karena pasar tutup akhir 
pekan. Jika tidak ada perubahan berarti di Mesir, maka Senin pagi waktu 
Indonesia, akan disaksikan harga minyak melampaui $100 untuk pertama kalinya di 
awal tahun baru 2011.

 
Terusan Suez yang dalam pengelolaan Mesir dan menjadi lintas 
angkut/transportasi minyak mentah Timur Tengah, menjadi 'spotlight' 
kekhawatiran pasar minyak mentah global, dan rentetan sentimen pergolakan 
politik Mesir yang didahului Tunisia, dikhawatirkan akan segera menyeret 
negara-negara Timur Tengah yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia, 
seperti pada rezim otoriter Arab Saudi, Libya dan monarki Arab lainnya.

 
Silver line-nya atau kesempatan dalam kesempitan adalah keputusan 
investors/traders yang telah berkeyaknan dan ikut mengambil posisi dalam 
saham-saham pertambangan dalam seminggu terakhir. Coal dan precious metals 
stocks akan menjadi sarana 'hedging'. Rekomendasi ELSA, ITMG, DOID maintained 
to buy/hold. Perhatikan juga ekspektasi produksi/proyeksi bisnis 2011 emiten 
bersangkutan. 

 
'+'


    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke