Ahhh honto ... Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 30 Jan 2011 07:49:16 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay PINK.
Om rapunzel OOT : Out Of Topic. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sun, 30 Jan 2011 07:34:34 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay PINK. OOT? What is it?? Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Jin Tomang <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 30 Jan 2011 14:33:24 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay PINK. salah satu OOT terbaik selama saya join milis ini selama 2 tahun thanks atas sharignya 2011/1/30 heru <[email protected]> > Nice sharing om, thanks > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Sender: [email protected] > Date: Sun, 30 Jan 2011 03:46:37 > To: <[email protected]>; <[email protected]>; Ugi bro Setiadi< > [email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay > PINK. > > Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini > berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, > predikat miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.Menjadi penjual > siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono > terkenal, terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi > bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain > sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.Minggu lalu (16/1) > INDOPOS menelusuri rute jualan Sriyono di kawasan kelas menengah ke atas di > Jalan Gandaria Tengah, Jakarta Selatan, tak ada orang yang tahu namanya. > Tapi, ketika disebut nama Siomay Pink (barang dagangan Sriyono), kebanyakan > warga yang ditemui mengenali. Mulai sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga > anak-anak.Siomay Pink juga menjadi identitas pria asal Klaten, Jawa Tengah, > itu di dunia maya. Mesin pencari Google menyebut 83.500 hasil yang merujuk > pada usaha siomay yang dijalankan Sriyono sambil berkeliling di atas sepeda > pink.Sriyono menjadi topik hangat di kalangan komunitas entrepreneur. Sebab, > selain berjualan dengan kostum dan perlengkapan mencolok serbapink, > kegigihannya dalam berwirausaha menjadi inspirasi tersendiri.’’Mungkin > karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, saya nikmati saja > momen-momen ini,’’ ujarnya sambil melayani pelanggan. Dia pun meracik bumbu > siomay dari panci pink yang terikat di belakang sepeda pink yang telah > dimodifikasi dengan sejumlah kotak kayu yang juga berwarna pink. Di depan > sepeda itu terdapat dua keranjang pink dengan dua teddy bear pink terduduk > di dalamnya.Sriyono juga mengenakan kaus pink, bercelana pendek pink, topi > pink, serta jam dan bahkan anting pink Namun, di balik penampilan nyentrik > itu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang cukup berliku.Kisah sukses > Sriyono dimulai pada 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 Juli 1954, > tersebut merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, > tiba-tiba saja dia sangat gemar pada siomay dan memutuskan untuk belajar > cara membuat makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok > asal Pulau Bangka.Dialah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Setahun > penuh Sriyono bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang > penjual siomay itu. Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dan > mewariskan usaha Siomay kepada Sriyono. Pada 1980-an, Sriyono memberanikan > diri memulai usaha siomay keliling di Jakarta dengan modal patungan dengan > beberapa teman.Berbagai cara ditempuh untuk membesarkan usaha tersebut. > Mulai membikin armada siomay sepeda keliling sampai mendirikan warung-warung > kecil. Puncak sukses diraih pada 1996 ketika dirinya berhasil membuat outlet > di salah satu mal elite di ibu kota, yakni Plaza Senayan.Sriyono adalah > pendiri dan pemilik outlet Siomay Senayan dengan beberapa cabang. Pendapatan > bisnisnya ketika itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dia menikmati sukses > berjualan siomay dengan berstatus bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di > ibu kota dengan duit melimpah ketika itu bagai hidup di surga.Bahkan, > bisnisnya sangat kuat sehingga ketika krisis 1998 menerpa modalnya tidak > berkurang. Tapi, dia justru masih bisa mendirikan outlet di beberapa tempat > lain. April 1999, Sriyono memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan > menikahi putri seorang polisi.Pernikahan yang tidak direstui orang tua sang > istri itu kemudian menjadi bom waktu bagi kehidupan Sriyono. Pertengkaran > demi pertengkaran pun terus muncul sehingga konsentrasi Sriyono pada > bisnisnya mulai berkurang.Ketika itu, dia menjadi satu-satunya pengusaha > siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken > (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu > memiliki menu khusus siomay.Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung > selesai pelan-pelan membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono > terpaksa menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. > Awal 2004, setelah 4 tahun 7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, > yakni Peksi Safira Miradalita (kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita > (kini 10 tahun), sang istri menggugat cerai Sriyono. ’’Saya ingat. (Saat > itu) hanya baju yang melekat di badan yang saya miliki,’’ kenangnya sambil > menerawang.Setelah perceraian, sang istri kemudian mengasingkan diri dan > membawa serta dua anak Sriyono. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi bertemu > dua buah hatinya. Dalam kondisi bangkrut, Sriyono sempat ditampung mantan > rekan-rekan bisnisnya.Dia pun sempat mendapat bantuan modal dan berusaha > merintis lagi usaha siomay kelilingnya mulai nol dengan konsep awal, yakni > belasan armada siomay keliling. Tapi, pada 2008, usaha itu lagi-lagi > bangkrut. ’’Saya selalu ingat anak saya dan rindu yang tidak tertahan > membuat saya sulit berkonsentrasi,’’ katanya. Kegagalan kali ini membuat > Sriyono tertekan.Dia pun memilih menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan > kotakota Jakarta. Tiap malam, dia tidur berpindah- pindah, dari halte bus ke > kolong jembatan dan dari pinggir jalan ke masjidmasjid. Hingga 2009, Sriyono > memilih menetap di Masjid Al Bina di kawasan Senayan.Setelah beberapa minggu > tinggal di sana, tiba-tiba dia mendapat bantuan modal dari seorang jamaah > pengajian yang mengetahui latar belakang dirinya sebagai pengusaha siomay. > ’’Waktu itu saya diberi modal Rp 1 juta untuk memulai bisnis lagi,’’ > katanya.Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki gerai siomay di mal Pasaraya > Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, lagi-lagi karena tinggal kesepian > dan rindu kepada dua buah hatinya, konsentrasinya dalam berbisnis terganggu. > Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat ini, Sriyono masih berutang kepada > manajemen Pasaraya Rp 13 juta.Di ambang keputusasaan, sebulan menjelang > bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, kembali > memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang > eksentrik.Diharapkan, ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan > mengetahui dan dirinya dapat bersua dua buah hatinya setelah lima tahun > berpisah tanpa kabar itu. Sriyono pun memutuskan mengenakan warna pink > sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik pink pun dikenakan untuk berdagang > keliling.Dia juga berusaha tampil di setiap momentum di mana publik Jakarta > banyak yang berkumpul. Sriyono akhirnya dijuluki ’’maskot’’ dalam even Hari > Bebas Kendaraan alias Car Free Day yang diberlakukan sebulan sekali di jalan > protokol Jakarta. ’’Semakin banyak orang yang kenal saya, kesempatan untuk > bertemu kembali dengan anak saya semakin besar,’’ katanya.Tapi, usaha tampil > nyeleneh itu tidak semudah yang dia bayangkan. Setiap hari, bahkan sampai > sekarang, Sriyono harus rela menjadi bahan ejekan orang-orang yang lewat. > Tak jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit yang > mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi berjualan siomay saat siang > dan ’’berpraktik’’ saat malam.Tapi, demi menemukan sang anak, hinaan dan > cacian itu ditanggapi dengan se-nyum dan hati ikhlas. Bahkan, kini dia sudah > memiliki 34 kaus pink, 18 pasang sandal pink, 12 topi pink, 3 jam pink, 3 > pasang kacamata pink, kalung pink braces, anting-anting pink, dan tiga > pasang sepatu pink.Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil ketika > dirinya muncul sebagai topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. > Popularitasnya menanjak ketika kisah usahanya dipublikasikan di situs > kaskus.us.Pertengahan Desember 2010, sebuah koran berbahasa Inggris di > Jakarta memuat foto Sriyono dengan full aksesori pink. Hasilnya, pekan lalu, > awal Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil mempertemukan Sriyono > dengan sang anak.’’Waktu itu, rasa senangnya tak terhingga. Saya bersyukur > mereka mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka memiliki ayah tiri warga > Inggris yang kaya,’’ ujarnya, kali ini sambil terisak.Tampil di televisi > mendatangkan keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua pekan terakhir, omzet > berjualan keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari naik lima kali > lipat menjadi Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga > pendapatan berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang > pengusaha getol menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di > beberapa lokasi di Jakarta.Dia juga mendapat tawaran untuk bermain sinetron. > Rundown jadwal casting oleh sebuah rumah produksi juga sudah di tangannya. > Lalu, apa yang akan dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya masih > berencana meneruskan usaha berjualan dan akan membuka warung kecil di Jalan > Otto Iskandar Muda, Jakarta. Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay Yo > Pink itu.’’Saya ingin anak saya bangga dengan bapaknya si penjual siomay > berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya,’’ ujarnya lantas > tersenyum. > > Nb:tadi pagi gowes dan nyoba siomaynya,iseng2 googling nemu artikelnya. > Semoga menginpirasi kita... > > Regards > Powered by TK.Berry® > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
