Cerita yang inspiratif.
Semoga kita bisa belajar dari kekuatan dan kegagalannya.




Agnes Dian 
http://www.analisis-saham.com



--- On Sun, 1/30/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.
To: [email protected]
Date: Sunday, January 30, 2011, 4:18 AM

Rasanya di atas rata2 siomay sepeda yang jelas. Harganya juga 
"premium"...@4000..
Powered by TK.Berry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 30 Jan 2011 08:39:06 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.

Nice story... Btw enak gak siomaynya ?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 30 Jan 2011 03:46:37 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; Ugi bro 
Setiadi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay PINK.

 Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini 
berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat 
miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.Menjadi penjual siomay 
keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, 
terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu 
di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua 
itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.Minggu lalu (16/1) INDOPOS menelusuri 
rute jualan Sriyono di kawasan kelas menengah ke atas di Jalan Gandaria Tengah, 
Jakarta Selatan, tak ada orang yang tahu namanya. Tapi, ketika disebut nama 
Siomay Pink (barang dagangan Sriyono), kebanyakan warga yang ditemui mengenali. 
Mulai sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga anak-anak.Siomay Pink juga 
menjadi identitas pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu di dunia maya. Mesin 
pencari Google menyebut 83.500 hasil yang merujuk
 pada usaha siomay yang dijalankan Sriyono sambil berkeliling di atas sepeda 
pink.Sriyono menjadi topik hangat di kalangan komunitas entrepreneur. Sebab, 
selain berjualan dengan kostum dan perlengkapan mencolok serbapink, 
kegigihannya dalam berwirausaha menjadi inspirasi tersendiri.’’Mungkin karena 
saya dianggap nyentrik. Itu saja. Tapi, entahlah, saya nikmati saja momen-momen 
ini,’’ ujarnya sambil melayani pelanggan. Dia pun meracik bumbu siomay dari 
panci pink yang terikat di belakang sepeda pink yang telah dimodifikasi dengan 
sejumlah kotak kayu yang juga berwarna pink. Di depan sepeda itu terdapat dua 
keranjang pink dengan dua teddy bear pink terduduk di dalamnya.Sriyono juga 
mengenakan kaus pink, bercelana pendek pink, topi pink, serta jam dan bahkan 
anting pink Namun, di balik penampilan nyentrik itu, tersimpan kisah perjuangan 
hidup yang cukup berliku.Kisah sukses Sriyono dimulai pada 1969 ketika pria 
kelahiran Klaten, 21 Juli 1954,
 tersebut merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, tiba-tiba 
saja dia sangat gemar pada siomay dan memutuskan untuk belajar cara membuat 
makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal Pulau 
Bangka.Dialah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Setahun penuh Sriyono 
bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang penjual siomay itu. 
Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dan mewariskan usaha Siomay kepada 
Sriyono. Pada 1980-an, Sriyono memberanikan diri memulai usaha siomay keliling 
di Jakarta dengan modal patungan dengan beberapa teman.Berbagai cara ditempuh 
untuk membesarkan usaha tersebut. Mulai membikin armada siomay sepeda keliling 
sampai mendirikan warung-warung kecil. Puncak sukses diraih pada 1996 ketika 
dirinya berhasil membuat outlet di salah satu mal elite di ibu kota, yakni 
Plaza Senayan.Sriyono adalah pendiri dan pemilik outlet Siomay Senayan dengan 
beberapa cabang. Pendapatan bisnisnya
 ketika itu mencapai Rp 2 miliar per tahun. Dia menikmati sukses berjualan 
siomay dengan berstatus bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di ibu kota dengan 
duit melimpah ketika itu bagai hidup di surga.Bahkan, bisnisnya sangat kuat 
sehingga ketika krisis 1998 menerpa modalnya tidak berkurang. Tapi, dia justru 
masih bisa mendirikan outlet di beberapa tempat lain. April 1999, Sriyono 
memutuskan untuk mengakhiri masa lajang dan menikahi putri seorang 
polisi.Pernikahan yang tidak direstui orang tua sang istri itu kemudian menjadi 
bom waktu bagi kehidupan Sriyono. Pertengkaran demi pertengkaran pun terus 
muncul sehingga konsentrasi Sriyono pada bisnisnya mulai berkurang.Ketika itu, 
dia menjadi satu-satunya pengusaha siomay yang meneken kontrak dengan gerai 
waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia menyuplai siomay di puluhan gerai 
KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus siomay.Namun, persoalan 
rumah tangga yang tak kunjung selesai pelan-pelan
 membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono terpaksa menjual hak 
paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 2004, setelah 4 tahun 
7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni Peksi Safira Miradalita 
(kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), sang istri 
menggugat cerai Sriyono. ’’Saya ingat. (Saat itu) hanya baju yang melekat di 
badan yang saya miliki,’’ kenangnya sambil menerawang.Setelah perceraian, sang 
istri kemudian mengasingkan diri dan membawa serta dua anak Sriyono. Sejak itu 
dia pun tidak pernah lagi bertemu dua buah hatinya. Dalam kondisi bangkrut, 
Sriyono sempat ditampung mantan rekan-rekan bisnisnya.Dia pun sempat mendapat 
bantuan modal dan berusaha merintis lagi usaha siomay kelilingnya mulai nol 
dengan konsep awal, yakni belasan armada siomay keliling. Tapi, pada 2008, 
usaha itu lagi-lagi bangkrut. ’’Saya selalu ingat anak saya dan rindu yang 
tidak tertahan membuat saya sulit
 berkonsentrasi,’’ katanya. Kegagalan kali ini membuat Sriyono tertekan.Dia pun 
memilih menjadi gelandangan dan tinggal di jalanan kotakota Jakarta. Tiap 
malam, dia tidur berpindah- pindah, dari halte bus ke kolong jembatan dan dari 
pinggir jalan ke masjidmasjid. Hingga 2009, Sriyono memilih menetap di Masjid 
Al Bina di kawasan Senayan.Setelah beberapa minggu tinggal di sana, tiba-tiba 
dia mendapat bantuan modal dari seorang jamaah pengajian yang mengetahui latar 
belakang dirinya sebagai pengusaha siomay. ’’Waktu itu saya diberi modal Rp 1 
juta untuk memulai bisnis lagi,’’ katanya.Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki 
gerai siomay di mal Pasaraya Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, 
lagi-lagi karena tinggal kesepian dan rindu kepada dua buah hatinya, 
konsentrasinya dalam berbisnis terganggu. Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat 
ini, Sriyono masih berutang kepada manajemen Pasaraya Rp 13 juta.Di ambang 
keputusasaan, sebulan menjelang
 bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, kembali 
memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang eksentrik.Diharapkan, 
ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan mengetahui dan dirinya dapat 
bersua dua buah hatinya setelah lima tahun berpisah tanpa kabar itu. Sriyono 
pun memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik 
pink pun dikenakan untuk berdagang keliling.Dia juga berusaha tampil di setiap 
momentum di mana publik Jakarta banyak yang berkumpul. Sriyono akhirnya 
dijuluki ’’maskot’’ dalam even Hari Bebas Kendaraan alias Car Free Day yang 
diberlakukan sebulan sekali di jalan protokol Jakarta. ’’Semakin banyak orang 
yang kenal saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan anak saya semakin 
besar,’’ katanya.Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak semudah yang dia 
bayangkan. Setiap hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus rela menjadi 
bahan ejekan orang-orang yang lewat. Tak
 jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit yang 
mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi berjualan siomay saat siang 
dan ’’berpraktik’’ saat malam.Tapi, demi menemukan sang anak, hinaan dan cacian 
itu ditanggapi dengan se-nyum dan hati ikhlas. Bahkan, kini dia sudah memiliki 
34 kaus pink, 18 pasang sandal pink, 12 topi pink, 3 jam pink, 3 pasang 
kacamata pink, kalung pink braces, anting-anting pink, dan tiga pasang sepatu 
pink.Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil ketika dirinya muncul sebagai 
topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. Popularitasnya menanjak ketika kisah 
usahanya dipublikasikan di situs kaskus.us.Pertengahan Desember 2010, sebuah 
koran berbahasa Inggris di Jakarta memuat foto Sriyono dengan full aksesori 
pink. Hasilnya, pekan lalu, awal Januari 2010, sebuah televisi nasional 
berhasil mempertemukan Sriyono dengan sang anak.’’Waktu itu, rasa senangnya tak 
terhingga. Saya bersyukur mereka
 mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka memiliki ayah tiri warga Inggris 
yang kaya,’’ ujarnya, kali ini sambil terisak.Tampil di televisi mendatangkan 
keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua pekan terakhir, omzet berjualan 
keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari naik lima kali lipat menjadi 
Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga pendapatan 
berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang pengusaha getol 
menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di beberapa lokasi di 
Jakarta.Dia juga mendapat tawaran untuk bermain sinetron. Rundown jadwal 
casting oleh sebuah rumah produksi juga sudah di tangannya. Lalu, apa yang akan 
dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya masih berencana meneruskan 
usaha berjualan dan akan membuka warung kecil di Jalan Otto Iskandar Muda, 
Jakarta. Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay Yo Pink itu.’’Saya ingin 
anak saya bangga dengan bapaknya si
 penjual siomay berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya,’’ 
ujarnya lantas tersenyum.

Nb:tadi pagi gowes dan nyoba siomaynya,iseng2 googling nemu artikelnya. Semoga 
menginpirasi kita...

Regards
Powered by TK.Berry®

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke