Rasanya di atas rata2 siomay sepeda yang jelas. Harganya juga 
"premium"...@4000..
Powered by TK.Berry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 30 Jan 2011 08:39:06 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay 
PINK.

Nice story... Btw enak gak siomaynya ?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 30 Jan 2011 03:46:37 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; Ugi bro 
Setiadi<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] OOT- Kisah Mantan Milyarder Yang Kini Jadi Penjual Siomay PINK.

 Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini 
berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat 
miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.Menjadi penjual siomay 
keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, 
terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu 
di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua 
itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.Minggu lalu (16/1) INDOPOS menelusuri 
rute jualan Sriyono di kawasan kelas menengah ke atas di Jalan Gandaria Tengah, 
Jakarta Selatan, tak ada orang yang tahu namanya. Tapi, ketika disebut nama 
Siomay Pink (barang dagangan Sriyono), kebanyakan warga yang ditemui mengenali. 
Mulai sopir bemo, satpam, tukang ojek, hingga anak-anak.Siomay Pink juga 
menjadi identitas pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu di dunia maya. Mesin 
pencari Google menyebut 83.500 hasil yang merujuk pada usaha siomay yang 
dijalankan Sriyono sambil berkeliling di atas sepeda pink.Sriyono menjadi topik 
hangat di kalangan komunitas entrepreneur. Sebab, selain berjualan dengan 
kostum dan perlengkapan mencolok serbapink, kegigihannya dalam berwirausaha 
menjadi inspirasi tersendiri.’’Mungkin karena saya dianggap nyentrik. Itu saja. 
Tapi, entahlah, saya nikmati saja momen-momen ini,’’ ujarnya sambil melayani 
pelanggan. Dia pun meracik bumbu siomay dari panci pink yang terikat di 
belakang sepeda pink yang telah dimodifikasi dengan sejumlah kotak kayu yang 
juga berwarna pink. Di depan sepeda itu terdapat dua keranjang pink dengan dua 
teddy bear pink terduduk di dalamnya.Sriyono juga mengenakan kaus pink, 
bercelana pendek pink, topi pink, serta jam dan bahkan anting pink Namun, di 
balik penampilan nyentrik itu, tersimpan kisah perjuangan hidup yang cukup 
berliku.Kisah sukses Sriyono dimulai pada 1969 ketika pria kelahiran Klaten, 21 
Juli 1954, tersebut merantau ke Jakarta untuk menjadi sales mobil. Ketika itu, 
tiba-tiba saja dia sangat gemar pada siomay dan memutuskan untuk belajar cara 
membuat makanan itu. Dia lantas berguru pada seorang keturunan Tiongkok asal 
Pulau Bangka.Dialah yang mengajari Sriyono membuat siomay. Setahun penuh 
Sriyono bekerja tanpa digaji untuk mendapatkan resep rahasia sang penjual 
siomay itu. Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dan mewariskan usaha 
Siomay kepada Sriyono. Pada 1980-an, Sriyono memberanikan diri memulai usaha 
siomay keliling di Jakarta dengan modal patungan dengan beberapa teman.Berbagai 
cara ditempuh untuk membesarkan usaha tersebut. Mulai membikin armada siomay 
sepeda keliling sampai mendirikan warung-warung kecil. Puncak sukses diraih 
pada 1996 ketika dirinya berhasil membuat outlet di salah satu mal elite di ibu 
kota, yakni Plaza Senayan.Sriyono adalah pendiri dan pemilik outlet Siomay 
Senayan dengan beberapa cabang. Pendapatan bisnisnya ketika itu mencapai Rp 2 
miliar per tahun. Dia menikmati sukses berjualan siomay dengan berstatus 
bujangan. Sriyono mengenang, tinggal di ibu kota dengan duit melimpah ketika 
itu bagai hidup di surga.Bahkan, bisnisnya sangat kuat sehingga ketika krisis 
1998 menerpa modalnya tidak berkurang. Tapi, dia justru masih bisa mendirikan 
outlet di beberapa tempat lain. April 1999, Sriyono memutuskan untuk mengakhiri 
masa lajang dan menikahi putri seorang polisi.Pernikahan yang tidak direstui 
orang tua sang istri itu kemudian menjadi bom waktu bagi kehidupan Sriyono. 
Pertengkaran demi pertengkaran pun terus muncul sehingga konsentrasi Sriyono 
pada bisnisnya mulai berkurang.Ketika itu, dia menjadi satu-satunya pengusaha 
siomay yang meneken kontrak dengan gerai waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC). 
Dia menyuplai siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki 
menu khusus siomay.Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung selesai 
pelan-pelan membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono terpaksa 
menjual hak paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 2004, 
setelah 4 tahun 7 bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni Peksi 
Safira Miradalita (kini 11 tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), 
sang istri menggugat cerai Sriyono. ’’Saya ingat. (Saat itu) hanya baju yang 
melekat di badan yang saya miliki,’’ kenangnya sambil menerawang.Setelah 
perceraian, sang istri kemudian mengasingkan diri dan membawa serta dua anak 
Sriyono. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi bertemu dua buah hatinya. Dalam 
kondisi bangkrut, Sriyono sempat ditampung mantan rekan-rekan bisnisnya.Dia pun 
sempat mendapat bantuan modal dan berusaha merintis lagi usaha siomay 
kelilingnya mulai nol dengan konsep awal, yakni belasan armada siomay keliling. 
Tapi, pada 2008, usaha itu lagi-lagi bangkrut. ’’Saya selalu ingat anak saya 
dan rindu yang tidak tertahan membuat saya sulit berkonsentrasi,’’ katanya. 
Kegagalan kali ini membuat Sriyono tertekan.Dia pun memilih menjadi gelandangan 
dan tinggal di jalanan kotakota Jakarta. Tiap malam, dia tidur berpindah- 
pindah, dari halte bus ke kolong jembatan dan dari pinggir jalan ke 
masjidmasjid. Hingga 2009, Sriyono memilih menetap di Masjid Al Bina di kawasan 
Senayan.Setelah beberapa minggu tinggal di sana, tiba-tiba dia mendapat bantuan 
modal dari seorang jamaah pengajian yang mengetahui latar belakang dirinya 
sebagai pengusaha siomay. ’’Waktu itu saya diberi modal Rp 1 juta untuk memulai 
bisnis lagi,’’ katanya.Awal 2010, Sriyono pun sudah memiliki gerai siomay di 
mal Pasaraya Blok M yang bernama Siomay Maestro. Namun, lagi-lagi karena 
tinggal kesepian dan rindu kepada dua buah hatinya, konsentrasinya dalam 
berbisnis terganggu. Dia pun kembali bangkrut. Sampai saat ini, Sriyono masih 
berutang kepada manajemen Pasaraya Rp 13 juta.Di ambang keputusasaan, sebulan 
menjelang bulan puasa 2010, dia memutar otak dan mendapat ide brilian. Yakni, 
kembali memulai usaha siomay keliling, tapi dengan tampilan yang 
eksentrik.Diharapkan, ketika dia menjadi eksentrik, sang anak akan mengetahui 
dan dirinya dapat bersua dua buah hatinya setelah lima tahun berpisah tanpa 
kabar itu. Sriyono pun memutuskan mengenakan warna pink sebagai seragam 
berjualan. Pernak-pernik pink pun dikenakan untuk berdagang keliling.Dia juga 
berusaha tampil di setiap momentum di mana publik Jakarta banyak yang 
berkumpul. Sriyono akhirnya dijuluki ’’maskot’’ dalam even Hari Bebas Kendaraan 
alias Car Free Day yang diberlakukan sebulan sekali di jalan protokol Jakarta. 
’’Semakin banyak orang yang kenal saya, kesempatan untuk bertemu kembali dengan 
anak saya semakin besar,’’ katanya.Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak 
semudah yang dia bayangkan. Setiap hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus 
rela menjadi bahan ejekan orang-orang yang lewat. Tak jarang perkataan mereka 
sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit yang mengira Sriyono adalah seorang 
waria yang nyambi berjualan siomay saat siang dan ’’berpraktik’’ saat 
malam.Tapi, demi menemukan sang anak, hinaan dan cacian itu ditanggapi dengan 
se-nyum dan hati ikhlas. Bahkan, kini dia sudah memiliki 34 kaus pink, 18 
pasang sandal pink, 12 topi pink, 3 jam pink, 3 pasang kacamata pink, kalung 
pink braces, anting-anting pink, dan tiga pasang sepatu pink.Upaya tampil 
eksentrik itu membuahkan hasil ketika dirinya muncul sebagai topik di Twitter 
dan BlackBerry Messenger. Popularitasnya menanjak ketika kisah usahanya 
dipublikasikan di situs kaskus.us.Pertengahan Desember 2010, sebuah koran 
berbahasa Inggris di Jakarta memuat foto Sriyono dengan full aksesori pink. 
Hasilnya, pekan lalu, awal Januari 2010, sebuah televisi nasional berhasil 
mempertemukan Sriyono dengan sang anak.’’Waktu itu, rasa senangnya tak 
terhingga. Saya bersyukur mereka mengakui saya sebagai bapak, walaupun mereka 
memiliki ayah tiri warga Inggris yang kaya,’’ ujarnya, kali ini sambil 
terisak.Tampil di televisi mendatangkan keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam 
dua pekan terakhir, omzet berjualan keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu 
per hari naik lima kali lipat menjadi Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam 
jumlah besar sehingga pendapatan berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan 
lalu, seorang pengusaha getol menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay 
Yo Pink di beberapa lokasi di Jakarta.Dia juga mendapat tawaran untuk bermain 
sinetron. Rundown jadwal casting oleh sebuah rumah produksi juga sudah di 
tangannya. Lalu, apa yang akan dilakukan sekarang? Sriyono menyatakan, dirinya 
masih berencana meneruskan usaha berjualan dan akan membuka warung kecil di 
Jalan Otto Iskandar Muda, Jakarta. Dia fokus meraih sukses lagi dengan Siomay 
Yo Pink itu.’’Saya ingin anak saya bangga dengan bapaknya si penjual siomay 
berkaus pink ini. Saya akan bangkit demi putri-putri saya,’’ ujarnya lantas 
tersenyum.

Nb:tadi pagi gowes dan nyoba siomaynya,iseng2 googling nemu artikelnya. Semoga 
menginpirasi kita...

Regards
Powered by TK.Berry®

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke