Dan...yang terjadi, terjadilah? :d Tumben, belum muncul 'state of denial'.
Satu catatan dari saya,...belum-belum cukup....masih butuh beberapa poin lebih jauh. Dan memang itu sudah suratan takdir berpijak kepada gerakan siklus ekonomi. Tapi, ingat siklus yang secara umum melengkung termasuk siklus persahaman tidak menjadikan semua sub-sektor akan melengkung turun. Itu sebabnya harus pandai-pandai mengikuti arah angin inflasi/deflasi, dan tentu saja 'confidence'. Kalau pilihan Anda sesuai dan realistis dengan siklus ekonomi maka tidak usah khawatir dengan fluktuasi 'short-term' temporer yang secara konvensional dianggap 'noise', tetapi kalau pilihan saham Anda ngotot melawan arah angin, ya tentu patut Anda panik. IHSG mid/long term, 'uptrend' masih intact. '+' 2011/2/8 positif01 <[email protected]> > Selesaikan 'financial/banking sub-sector' terlebih dahulu untuk penyesuaian > riil terhadap siklus ekonomi (lihat > http://graphics.thomsonreuters.com/11/02/ID_FNCLSCTR0211.gif) > > 'Turnover' perdagangan akhir-akhir ini menipis mengingat mayoritas investor > masih berhitung dan menyimpulkan bahwa 5 saham utama sektor keuangan, > khususnya sub-sektor perbankan, Indonesia masih dianggap kemahalan. Dengan > PBV rata-rata saham-saham tersebut di kisaran 3,4 kali, Indonesia sejajar > dengan India. Mengingat kelima saham dengan large caps tersebut menguasai > hingga 12,1% dari keseluruhan sektor, maka indeks seperti IHSG yang > diperhitungkan dengan menimbang bobot 'market caps' ('market caps-weighted > index') menjadi tertahan dalam persepsi posisi 'kemahalan' ('too rich'). > Berkebalikan dengan sub-sektor perbankan, ada lah sektor komoditas, > khususnya oil & gas dan coal, yang masih potensial 'murah'. > > 'Long-term uptrend' masih in tact. > > '+' > > 2011/2/1 positif01 <[email protected]> > > Melanjutkan posting kemarin "Mengapa Re: 14:57 - masih waktu cukup lepas >> 'banking'" (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/100505), >> 'reminder' sell-off banking dalam rangka 'capital gain' trading menjelang 04 >> Pebruari saat rapat BI untuk menentukan BI rate Pebruari. Indikator >> distribusi asing berdasarkan pergerakan transaksi perdagangan riil 52 minggu >> terakhir menunjukkan 'sell-off' akan dipimpin oleh BBRI dan 'follow-on >> effect' akan mencakup all caps/all sizes banking. >> >> '+' >> >> Quoted: >> >> Pelaku pasar sudah melakukan strategi 'short-term capital gain trading' >> saham-saham perbankan di sejumlah negara yang telah menyesuaikan suku >> bunga-nya, mengapa tidak untuk Indonesia. Terakhir kali terpantau adalah, >> 'capital gain' dengan 'massive institutional selling' saham-saham perbankan >> di Thailand ketika menaikkan suku bunga pada 12 Januari lalu. Tentu, 'gain' >> yang memadai bagi yang paham eksekusi 'trading', meski pada saat yang >> bersamaan banyak 'traders' tanggung yang terjebak. So, be cautious. Anda ada >> di mana? >> >> Ban kempes sudah dibocorkan. Cukup waktu, panggil tukang ojek to take you >> to alternative place wherever you want to go. >> >> Thailand, 14 January 2010: >> In Bangkok, banks pulled back after gains early in the week when they >> raised their interest rates following a Bank of >> Thailand rate increase. Top lender Bangkok Bank and number four Siam >> Commercial Bank SCB.BK each fell over on Friday. >> > >
