MPPA tuh...

Yang kuat masuk angin : BLTA
 Coba deh liat grafik dailynya

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "caknoval" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 09 Feb 2011 08:04:08 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Hmmm Re: Indonesian Banking Sell-Off

Yang melawan arah angin kira2 saham apa saja, Om/Tante Positif? Maaf saya 
kurang pandai membaca arah angin :-)

Wassalam,


Noval

--- In [email protected], positif01 <positif01@...> wrote:
>
> Dan...yang terjadi, terjadilah? :d
> 
> Tumben, belum muncul 'state of denial'.
> 
> Satu catatan dari saya,...belum-belum cukup....masih butuh beberapa poin
> lebih jauh. Dan memang itu sudah suratan takdir berpijak kepada gerakan
> siklus ekonomi. Tapi, ingat siklus yang secara umum melengkung termasuk
> siklus persahaman tidak menjadikan semua sub-sektor akan melengkung turun.
> Itu sebabnya harus pandai-pandai mengikuti arah angin inflasi/deflasi, dan
> tentu saja 'confidence'. Kalau pilihan Anda sesuai dan realistis dengan
> siklus ekonomi maka tidak usah khawatir dengan fluktuasi 'short-term'
> temporer yang secara konvensional dianggap 'noise', tetapi kalau pilihan
> saham Anda ngotot melawan arah angin, ya tentu patut Anda panik.
> 
> IHSG mid/long term, 'uptrend' masih intact.
> 
> '+'
> 
> 2011/2/8 positif01 <positif01@...>
> 
> > Selesaikan 'financial/banking sub-sector' terlebih dahulu untuk penyesuaian
> > riil terhadap siklus ekonomi (lihat
> > http://graphics.thomsonreuters.com/11/02/ID_FNCLSCTR0211.gif)
> >
> > 'Turnover' perdagangan akhir-akhir ini menipis mengingat mayoritas investor
> > masih berhitung dan menyimpulkan bahwa 5 saham utama sektor keuangan,
> > khususnya sub-sektor perbankan, Indonesia masih dianggap kemahalan. Dengan
> > PBV rata-rata saham-saham tersebut di kisaran 3,4 kali, Indonesia sejajar
> > dengan India. Mengingat kelima saham dengan large caps tersebut menguasai
> > hingga 12,1% dari keseluruhan sektor, maka indeks seperti IHSG yang
> > diperhitungkan dengan menimbang bobot 'market caps' ('market caps-weighted
> > index') menjadi tertahan dalam persepsi posisi 'kemahalan' ('too rich').
> > Berkebalikan dengan sub-sektor perbankan, ada  lah sektor komoditas,
> > khususnya oil & gas dan coal, yang masih potensial 'murah'.
> >
> > 'Long-term uptrend' masih in tact.
> >
> > '+'
> >
> > 2011/2/1 positif01 <positif01@...>
> >
> > Melanjutkan posting kemarin "Mengapa Re: 14:57 - masih waktu cukup lepas
> >> 'banking'" (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/100505),
> >> 'reminder' sell-off banking dalam rangka 'capital gain' trading menjelang 
> >> 04
> >> Pebruari saat rapat BI untuk menentukan BI rate Pebruari. Indikator
> >> distribusi asing berdasarkan pergerakan transaksi perdagangan riil 52 
> >> minggu
> >> terakhir menunjukkan 'sell-off' akan dipimpin oleh BBRI dan 'follow-on
> >> effect' akan mencakup all caps/all sizes banking.
> >>
> >> '+'
> >>
> >> Quoted:
> >>
> >> Pelaku pasar sudah melakukan strategi 'short-term capital gain trading'
> >> saham-saham perbankan di sejumlah negara yang telah menyesuaikan suku
> >> bunga-nya, mengapa tidak untuk Indonesia. Terakhir kali terpantau adalah,
> >> 'capital gain' dengan 'massive institutional selling' saham-saham perbankan
> >> di Thailand ketika menaikkan suku bunga pada 12 Januari lalu. Tentu, 'gain'
> >> yang memadai bagi yang paham eksekusi 'trading', meski pada saat yang
> >> bersamaan banyak 'traders' tanggung yang terjebak. So, be cautious. Anda 
> >> ada
> >> di mana?
> >>
> >> Ban kempes sudah dibocorkan. Cukup waktu, panggil tukang ojek to take you
> >> to alternative place wherever you want to go.
> >>
> >> Thailand, 14 January 2010:
> >> In Bangkok, banks pulled back after gains early in the week when they
> >> raised their interest rates following a Bank of
> >> Thailand rate increase. Top lender Bangkok Bank and number four Siam
> >> Commercial Bank SCB.BK each fell over on Friday.
> >>
> >
> >
>



Kirim email ke