wah mr +
ulasan yg menarik. lebih baik kasih ulasan kaya gini, dari pada cuman bilang Buy buy buy. hehehe 2011/2/10 positif01 <[email protected]> > > > Mari kita lihat ETF berbasiskan saham-saham unggulan Indonesia yang > diperdagangkan di NYSE/LSE setelah BEI ditutup kemarin. Dalam perspektif > investor luar yang memperdagangkan ETF Indonesia yang mengacu kepada > portofolio MSCI Indonesia Investable ini, faktor/sentimen yang mengiringi > IHSG sampai pagi tadi sebelum penutupan NYSE sudah diperhitungkan. Dalam > beberapa hal, ETF ini dapat 'dipersamakan' dengan 'futures' IHSG yang lebih > representatif. > > -EIDO: -2,91% dengan volume perdagangan 120% volume rata-rata 3 bulan ( > http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO&ql=0); > -IDX: -3,03% (http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0) > -DBXT yang diperdagangkan di LSE: -1,49% ( > http://finance.yahoo.com/q?s=XMID.L&ql=0) > > Ketiganya minus dalam. Apa yang perlu dicermati dari ketiga ETF ini > merupakan reaksi alamiah sebagaimana sedang dialami oleh IHSG dalam > pergolakan siklus ekonomi dengan konfirmasi inflasi. Coba kita lihat > persentase aset ETF tersebut terkait dengan 5 large caps banking Indonesia > yang rentan dan wajar mengalami penyesuaian. Pada IHSG, ke-5 saham ini > menguasai 12,1% laju IHSG, sementara pada ETF ini % net assets: > > BBCA 8,65% > BBRI 6,35% > BMRI 4,87% > BBNI 2,85% > BDMN 1,84% > total 24,56%. > Bayangkan, itu hanya 5 large caps, belum yang mid caps-nya yang masuk dalam > porto. > > Bagaimana bersikap? Panik atau tenang-tenang saja? > > Silakan panik, kalau Anda memutuskan untuk menentang siklus ekonomi yang > sudah konfirmasi inflasi, dengan mengoleksi saham-saham yang rentan terhadap > tekanan inflasi, seperti perbankan. "Tetapi, kenapa asing masih ada yang > 'collect'?", begitu tanya Anda. Jawabannya, apakah Anda tahu portofolio > perbankan asing tersebut. Apakah Anda tahu asing selektif tersebut sudah > masuk perbankan pada beberapa fase berbeda, misalnya sejak 2005 atau awal > 2009 pada saat 'market bottoming', sehingga penambahan porto pada situasi > inflasi ini dianggap sebagai spekulasi dalam konteks 'averaging down'. > Pernah Anda bandingkan harga rata-rata saham-saham perbankan mereka dengan > Anda yang baru masuk pada siklus koreksi 2-3 minggu lalu? > > 5 saham largest caps perbankan Indonesia yang menguasai 12,1% IHSG. > Penyesuaian terhadap target harga ideal pada kisaran forward PBV 2,5 'peer' > regional-nya akan mengembalikan 'attractiveness' IHSG > > BBCA: Rp3.575 > BMRI: Rp4.200 > BBRI: Rp3.525 > BBNI: Rp2.900 > BDMN: Rp5.050 > > Mengapa banking perlu dan harus 'sell-off'? Nanti, penjelasan ringkasnya > yang lebih spesifik. > > Lain cerita kalau pilihan Anda berselancar mengikuti ombak siklus ekonomi > yang tahan inflasi, seperti oil&gas dan coal-related. "Tetapi, mereka kan > juga ikut turun", begitu tanya Anda lagi. No worries. Dalam perdagangan > bursa dikenal istilah 'follow-on effect'. Karena bobot finansial yang besar > pada IHSG, wajar jika sub-sektor lain ikut terpengaruh. Namanya pasar yang > didominasi manusia dengan segala ketakutan dan kerakusannya...faktor > sentimen akan mempengaruhi. Namun, tidak akan terlalu lama pasar akan > bertindak rasional dan mulai berpikir bahwa selalu ada 'silver lining in the > clouds'. Apakah 'doom' komoditas 2008 sudah dekat? Well, masih jauh, dan > susah dibayangkan akan terulang. Banyak indikator penting 2008 yang belum > jadi 'headline' dalam reportase ekonomi. Di samping itu, momok yang baru > berlalu 3 tahun lalu masih melekat kuat di ingatan para pengambil kebijakan > dan pelaku pasar yang lebih siap untuk terjerumus 2 kali dalam waktu begitu > dekat. > > Apakah dengan fakta ETF Indonesia di atas, IHSG akan masuk 'primary bearish > cycle'. Nope. Terlalu hampa harapan itu. Tadi malam saja ke-4 emerging > market baru yang di-create oleh Goldman Sachs untuk meneruskan BRIC, yaitu > MIKT (Mexico, Indonesia, Korea, Turkey), ke-4 ETF-nya merah dalam di atas > 1-2%. So, it's not only Indonesia. But, it's clearly the problem when you > pick stocks against the odds. > > Banking dihempaskan, IHSG maintain 'primary bullish cycle' di inflationary > mood. ELSA dan DOID salah satu contoh dari beberapa yang hard-commodities > related, masih 'maintained to buy/hold'. Investor keduanya, tenang-tenang > saja. Anda tidak membayangkan hari ini atau lusa, tapi membayangkan akhir > tahun 2011 setidaknya. Yang terjadi hari ini atau lusa atau besoknya lagi, > simply noise. > > Yang mengikuti bocoran WikiLeaks, tentu sudah membaca informasi intelijen > AS yang dilansir juga oleh Bloomberg. > > Saudi Arabia’s oil output will start to fall once it has pumped half of its > 360 billion barrels of recoverable reserves, according to Sadad al-Husseini, > a former Saudi Aramco official, The Guardian newspaper said, citing U.S. > embassy cables obtained by WikiLeaks, an anti-secrecy group. > > The world’s biggest state-owned oil company has already produced 116 > billion barrels of oil, and can produce a further 64 billion barrels before > output begins to decline, according to the cable dated Dec. 10, 2007, posted > on the Guardian’s website. > > '+' > > > >
