"Jangan2" klo di dunia saham bisa diartikan "disclaimer mode is on" ? Daripada 
ikut2an pakai istilah "disclaimer"...ntar dikomentari juga...
Tapi sy baca juga klo asing minat GIAA, tapi di kisaran harga 450-500an, 
sementara Mentri BUMN maunya jual mahal (ntar klo jual murah dicomplaint kaya 
KRAS)....
Jadi, JANGAN2 Menteri BUMN tidak mau dikomplain krn jual BUMN dgn hrg murah....





________________________________
From: dario kurniawan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 10, 2011 9:29:47
Subject: Bls: [ob] IPO GIAA: Jangan2 bandar kompak nggak beli karena MAU 
COLLECT 
DI HARGA BAWAH !

  
hehehe saya suka kalo intuisi yg bicara
kata2 yg dimulai dengan "jangan2" meningkatkan kewaspadaan kita
 
knapa saham airline kurang bagus di Indonesia..keliatan dari harga bahan bakar 
berbanding harga tiket...harga bensin naik terus, tapi harga tiket di sini ga 
boleh sembarangan naik, airline mau naikin tiket mesti konsultasi ama YLKI dan 
pemerintah..gimana investor tertarik saham airline di Indonesia kalo 
begini..kalo di luar negeri harga tiket disesuaikan dgn harga bahan bakar
 
DarioAmran 




________________________________
 Dari: achsan pm <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Kam, 10 Februari, 2011 09:04:57
Judul: [ob] IPO GIAA: Jangan2 bandar kompak nggak beli karena MAU COLLECT DI 
HARGA BAWAH !

  
Jangan2 bandar sengaja kompak2an nggak mo beli GIAA karena biar hrg turun dulu 
lalu dicollect di harga bawah?
Jangan2 bandar sakit hati karena porsi retail utk IPO GIAA lebih besar, lalu 
kompak2an tidak beli agar harga turun & bs collect di harga bawah ?
Jangan2 bandar sengaja keluarin issue2 menakutkan agar hr pertama listing tjd 
sell off & mereka bs collect di hrg murah?
Jangan2 maskapai2 competitor dari negri tetangga diam2 takut klo GIAA IPO lalu 
berubah jadi maskapai besar sehingga mereka (mungkin) diam2 menghendaki IPO 
GIAA 
gagal?
(Coba nginap di hotel2 di Singapore/Malaysia, pasti TV-nya tidak ada yg 
menayangkan siaran dari TV Indonesia, sepertinya mereka "me-nutup2i" agar para 
turis tidak melirik/pindah berwisata ke Indonesia).
Apa benar GIAA tidak bermutu fundamentalnya seperti yg digembar-gemborkan? Ini 
maskapai bintang 4 (menuju bintang 5) lho?

 



 

Kirim email ke