Kadang saya bingung. Kalau takut di bilang murah jual dng harga 500, tinggal jual harga 3000 aja. Jumlah saham beredarnya dikurangin. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: achsan pm <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Feb 2011 18:38:48 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Bls: [ob] IPO GIAA: Jangan2 bandar kompak nggak beli karena MAU COLLECT DI HARGA BAWAH ! "Jangan2" klo di dunia saham bisa diartikan "disclaimer mode is on" ? Daripada ikut2an pakai istilah "disclaimer"...ntar dikomentari juga... Tapi sy baca juga klo asing minat GIAA, tapi di kisaran harga 450-500an, sementara Mentri BUMN maunya jual mahal (ntar klo jual murah dicomplaint kaya KRAS).... Jadi, JANGAN2 Menteri BUMN tidak mau dikomplain krn jual BUMN dgn hrg murah.... ________________________________ From: dario kurniawan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, February 10, 2011 9:29:47 Subject: Bls: [ob] IPO GIAA: Jangan2 bandar kompak nggak beli karena MAU COLLECT DI HARGA BAWAH ! hehehe saya suka kalo intuisi yg bicara kata2 yg dimulai dengan "jangan2" meningkatkan kewaspadaan kita knapa saham airline kurang bagus di Indonesia..keliatan dari harga bahan bakar berbanding harga tiket...harga bensin naik terus, tapi harga tiket di sini ga boleh sembarangan naik, airline mau naikin tiket mesti konsultasi ama YLKI dan pemerintah..gimana investor tertarik saham airline di Indonesia kalo begini..kalo di luar negeri harga tiket disesuaikan dgn harga bahan bakar DarioAmran ________________________________ Dari: achsan pm <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected] Terkirim: Kam, 10 Februari, 2011 09:04:57 Judul: [ob] IPO GIAA: Jangan2 bandar kompak nggak beli karena MAU COLLECT DI HARGA BAWAH ! Jangan2 bandar sengaja kompak2an nggak mo beli GIAA karena biar hrg turun dulu lalu dicollect di harga bawah? Jangan2 bandar sakit hati karena porsi retail utk IPO GIAA lebih besar, lalu kompak2an tidak beli agar harga turun & bs collect di harga bawah ? Jangan2 bandar sengaja keluarin issue2 menakutkan agar hr pertama listing tjd sell off & mereka bs collect di hrg murah? Jangan2 maskapai2 competitor dari negri tetangga diam2 takut klo GIAA IPO lalu berubah jadi maskapai besar sehingga mereka (mungkin) diam2 menghendaki IPO GIAA gagal? (Coba nginap di hotel2 di Singapore/Malaysia, pasti TV-nya tidak ada yg menayangkan siaran dari TV Indonesia, sepertinya mereka "me-nutup2i" agar para turis tidak melirik/pindah berwisata ke Indonesia). Apa benar GIAA tidak bermutu fundamentalnya seperti yg digembar-gemborkan? Ini maskapai bintang 4 (menuju bintang 5) lho?
