Mining udah ane bersihin 2-3 hari yg lalu gan, happy cuan

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Hery <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 10 Feb 2011 11:40:57 
To: obrolan-bandar<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: [saham] Banjir Australia Dongkrak Harga Acuan Batu Bara

*Prospek mining masih amat bagus. Ini beritanya...*

*
*

*
*

*Info: Banjir Australia Dongkrak Harga Acuan Batu Bara USD127,05/Ton*

*OKEZONE.COM: *Banjir besar yang melanda Queensland, penghasil batu bara
terbesar di Australia rupanya menjadi salah satu penyebab utama naiknya
harga acuan batu bara Februari ini.

Harga Batubara Acuan (HBA) bulan Februari yang ditetapkan Ditjen Minerba
Kementerian ESDM mencapai USD127,05 per ton, atau naik USD14,65 per ton dari
USD112,4 per ton pada Januari 2011.

HBA menggunakan formula yang mengacu kepada rata-rata indeks ICI-1
(Indonesia Coal Index), Platts-1, NEX (New Castle Export Index) dan GC (New
Castle Global Coal Index). HBA berlaku untuk harga harga spot (kontrak
penjualan di bawah 12 bulan) sedangkan untuk harga term (kontrak penjualan
lebih dari 12 bulan), harga acuan menggunakan rata-rata HBA tiga bulan
terakhir dan harga berlaku untuk penjualan batubara selama 12 bulan.

"Kenaikan indeks harga perdagangan batu bara dunia yang berdampak terhadap
kenaikan HBA kemungkinan disebabkan oleh banjir bandang di Australia awal
tahun ini dan diperburuk oleh terjangan badai Yasi Queensland minggu lalu.
Australia merupakan ekspotir batu bara terbesar dunia dengan ekspor sebesar
261 juta ton atau sekira 28 persen total dunia," ungkap laporan yang dirilis
dari situs resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Selain gangguan pasokan batubara dari Australia, kenaikan harga batu bara di
dunia disinyalir juga diakibatkan oleh meningkatnya permintaan dari dunia
khususnya India dan China.

Pada tahun 2009 konsumsi batu bara China mencapai 3,4 miliar ton (data
International Energy Statistics, EIA) dengan laju pertumbuhan sepanjang
2005-2009 sebesar 5-15 persen per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan
domestiknya, tahun ini sekira 180 juta ton batu bara akan diimpor China.
Indonesia tercatat sebagai pemasok batu bara terbesar bagi China pada 2010
dengan volume sebesar 55 juta ton.

Kebutuhan batu bara India diperkirakan mencapai 696 juta ton sepanjang tahun
fiskal  ini hingga Maret 2012, sedangkan pasokan domestik hanya sekira 554
juta ton. Dengan kata lain terdapat kekurangan pasokan sekira 142 juta ton.

"India memproduksi batu bara sekira 526,16 juta ton pada 2009/2010, naik
6,78 persen dari 492,76 juta ton pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor batu
bara India diperkirakan meningkat dari 59 juta ton pada 2008/2009 menjadi
73,25 juta ton pada 2009/2010," tambah laporan tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan domestik, nampaknya India akan terus meningkatkan
impor batu bara khususnya thermal coal guna kepentingan pembangkitan
listrik. Walau India memiliki sumberdaya batu bara sekira 267 miliar ton
(Geological Survey of India), namun kebanyakan sumberdaya tersebut berada
pada hutan lindung dan lokasi-lokasi lain yang infrastruktur transportasinya
minim.*(adn)(rhs)*

Kirim email ke