Its easy jawabannya I really don't give a damn... Huahuahua
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Susanto Salim <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 15 Feb 2011 02:34:19 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate

Saya melihat banyak yang komentar negatif tentang logika anak SD DPR ini,
tapi saya kira argumennya cukup masuk akal. Bisakah kira2 temen2 yang
menertawakan anggota dewan ini memberi sanggahan dengan alasannya, as to why
he is so damn wrong? (pake bahasa linggis dikit biar keliatan intelek
katanya :))

Saya paham secara teori memang katanya kalo BI rate naik, maka inflasi akan
berkurang, karena jumlah duit yang beredar berkurang...Ada yang tahu
mengapaa kalo bunga naik jumlah duit yang beredar berkurang? (selain karena
kumpeni jadi kurang termotivasi untuk pinjam duit)

Apakah berkurangnya duit yang beredar ini cukup besar untuk mengkompensasi
kenaikan harga yang bakal terjadi karena modal untuk memproduksi barang jadi
bertambah sebagai akibat dari bunga pinjaman yang diasumsikan akan naik juga
dengan kenaikan BI rate? Ada yang sudah ngitung...or simply maen comot aja
dari text book ekonomi dengan teorinya yang menghasilkan krisis demi
krisis...

2011/2/14 caknoval <[email protected]>

>
>
> Wah, hebat bener DPR. Pakai hitungan anak SD berani mengkritik BI yang
> banyak doktor ekonominya.
>
> Wassalam,
>
> Noval
>
>
> http://www.detikfinance.com/read/2011/02/14/163154/1571078/5/pakai-hitungan-anak-sd-dpr-kritik-kenaikan-bi-rate?f9911013
>
> Senin, 14/02/2011 16:31 WIB
> Pakai Hitungan Anak SD, DPR Kritik Kenaikan BI Rate
> Suhendra - detikFinance
>
> Jakarta - DPR mengkritik langkah BI menaikkan suku bunga acuan, BI Rate 25
> basis poin menjadi 6,75% karena dinilai bisa memicu inflasi. Padahal BI
> sebelumnya menaikkan BI Rate untuk merespons inflasi yang melonjak tinggi.
>
> Adalah anggota Komisi XI DPR-RI Arif Budimanta yang mengkritik kebijakan
> itu. Anggota DPR dari PDIP itu mempertanyakan alasan BI menaikan BI Rate 25
> basis poin menjadi 6,75% pada 4 Februari 2011 lalu. Berdasarkan hitungan
> sederhana saja, jika BI rate naik maka implikasinya justru pada kenaikan
> inflasi lagi.
>
> "BI rate naik suku bunga pinjaman otomatis naik, apakah akan melawan pasar?
> Biaya produksi naik, di tingkat konsumen akan naik. Ya inflasi naik. Ini
> matematika sederhana saja, anak SD, saya nggak tahu kalau BI lebih canggih,"
> kata Arif dalam raker BI dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
> Senin (14/2/2011)
>
> Ia mengatakan selama ini usulan DPR terhadap BI selalu tak diperhatikan
> sehingga terkesan percuma saja. Namun ia mengusulkan agar setiap triwulan
> dalam rangka anggaran tahunan Bank Indonesia (ATBI), Arif meminta suatu
> laporan korelasi kebijakan moneter BI dengan pengendalian inflasi.
>
> "BI selaku Bank Sentral dikaitkan core inflation," katanya.
>
> Ia juga mengkritik soal konsistensi target inflasi tahun 2011 yang menurut
> versi pemerintah sebesar 5,3%. Sementara BI, menggunakan pola target inflasi
> 2011 dengan pola 5% plus minus 1%.
>
> Ditempat yang sama Gubernur BI. Darmin Nasution menyatakan optimisnya
> terhadap inflasi 2011 pada rentang 5% plus minus 1%.
>
> "Melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial tersebut, serta
> langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi tingginnya harga komoditi pangan,
> BI meyakini inflasi dapat dijaga pada sasarannya yakni 5% plus minus 1%
> untuk 2011," katanya.
>
> BI dalam rapat terakhirnya memang memutuskan kenaikan BI Rate 25 basis poin
> menjadi 6,75%. Keputusan ini diambil akibat peningkatan inflasi yang dipicu
> oleh pergerakan harga pangan dunia yang tinggi.
>
> (hen/qom)
>
>  
>

Kirim email ke