Terima kasih infonya Pak Positif. Sangat bermanfaat. Itu juga yang saya 
khawatirkan, apalagi setelah membaca link ini dari Kontan kemarin. Implikasi ke 
depannya saya duga di sektor finansial ya Pak, kalau tidak salah mengerti:
 
http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/Keuangan/59376/Tekan-inflasi-inti-ke-31-suku-bunga-bisa-naik-di-atas-50-basis-poin
 
Too Cool

--- On Sun, 2/20/11, positif01 <[email protected]> wrote:


From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] Tumben Sepi: Pasar Antisipasi BI Rate Naik; G-20 Tersengat 
Inflasi
To: 
Date: Sunday, February 20, 2011, 4:01 PM


  




Pasar Antisipasi BI Rate Naik; G-20 Tersengat Inflasi

Tumben nih, ada headline berita penting pasca penutupan perdagangan Asia, belum 
ada posting-an yang memuatnya. Indikasi bias upside surge yang begitu penuh 
pengharapan, khususnya angin segar sesaat di banking kemarin? Disembunyikan 
dulu sementara sampai sempat 'profit taking' Senin? :d. Well, namanya berita 
baik atau buruk ya perlu diinformasikan.


Pertemuan G-20 di Paris yang berakhir Sabtu lalu, menampilkan secara kasat mata 
keseragaman kekhawatiran terhadap melonjaknya inflasi global. Sebagaimana 
diketahui, naiknya harga-harga konsumen sebagai dampak langsung perbaikan 
ekonomi dari resesi terburuk sejak Perang Dunia II yang didorong dengan 
lonjakan harga-harga komoditas telah membawa kembali persoalan suku bunga yang 
menjadi lebih tinggi ke dalam agenda negara-negara maju dan berkembang.


Di Cina, inflasi menanjak menjadi 4,9% y-on-y pada Januari melampaui target 
2011 di 4% untuk bulan yang ke-4. Sementara, Kamis lalu, indeks harga konsumen 
AS menunjukkan inflasi yang telah mencapai 1,6% pada bulan Januari, dan 
tertinggi sejak Mei tahun lalu. Begitu juga untuk kawasan Eropa dengan laju 
inflasi 2,4% merupakan laju tercepat sejak Oktober 2008, melampaui target Bank 
Sentral Eropa di 2%. Kenaikan inflasi di negara industri telah mendorong 
kenaikan suku bunga di Kanada, dan momentum serupa yang segera matang pada 
pekan depan akan mendorong Bank Sentral Inggris untuk menyesuaikan suku bunga 
setelah memprediksi inflasi akan meningkat menjadi 4,4% atau tertinggi dalam 2 
tahun terakhir. 
(http://www.bloomberg.com/news/2011-02-17/g-20-stung-by-faster-inflation-as-paris-dispute-rages-on-global-imbalances.html)


Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Pasar keuangan ('money market') telah 
mengantisipasi potensi kenaikan kembali BI rate untuk ke-2 kalinya di awal 2011 
pada pertemuan Dewan Gubernur BI 5 Maret nanti dengan terus menguatnya Rupiah 
selama beberapa minggu terakhir hingga mencapai Rp8.873/USD atau level 
tertinggi sejak 2007. Penguatan ini didasarkan mayoritas kepada spekulasi bahwa 
Bank Indonesia akan segera menaikkan suku bunga untuk meredam laju inflasi. 
(http://www.bloomberg.com/news/2011-02-17/rupiah-gains-on-speculation-borrowing-costs-are-headed-higher.html)


'+'







      

Kirim email ke