Setahu ane Tukul bisnis kost2an/kontrakan, ini pakai nama Tukul Arwana beneran? apa cuma imposter?
Ane salut ama om Tukul karena kristalisasi keringatnya, kalau catut nama buat lucu2an, kesian deh lu Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Tukul Arwana <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 20 Feb 2011 17:39:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: <[email protected]> Subject: Re: [saham] Tumben Sepi: Pasar Antisipasi BI Rate Naik; G-20 Tersengat Inflasi Terima kasih infonya Pak Positif. Sangat bermanfaat. Itu juga yang saya khawatirkan, apalagi setelah membaca link ini dari Kontan kemarin. Implikasi ke depannya saya duga di sektor finansial ya Pak, kalau tidak salah mengerti: http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/Keuangan/59376/Tekan-inflasi-inti-ke-31-suku-bunga-bisa-naik-di-atas-50-basis-poin Too Cool --- On Sun, 2/20/11, positif01 <[email protected]> wrote: From: positif01 <[email protected]> Subject: [saham] Tumben Sepi: Pasar Antisipasi BI Rate Naik; G-20 Tersengat Inflasi To: Date: Sunday, February 20, 2011, 4:01 PM Pasar Antisipasi BI Rate Naik; G-20 Tersengat Inflasi Tumben nih, ada headline berita penting pasca penutupan perdagangan Asia, belum ada posting-an yang memuatnya. Indikasi bias upside surge yang begitu penuh pengharapan, khususnya angin segar sesaat di banking kemarin? Disembunyikan dulu sementara sampai sempat 'profit taking' Senin? :d. Well, namanya berita baik atau buruk ya perlu diinformasikan. Pertemuan G-20 di Paris yang berakhir Sabtu lalu, menampilkan secara kasat mata keseragaman kekhawatiran terhadap melonjaknya inflasi global. Sebagaimana diketahui, naiknya harga-harga konsumen sebagai dampak langsung perbaikan ekonomi dari resesi terburuk sejak Perang Dunia II yang didorong dengan lonjakan harga-harga komoditas telah membawa kembali persoalan suku bunga yang menjadi lebih tinggi ke dalam agenda negara-negara maju dan berkembang. Di Cina, inflasi menanjak menjadi 4,9% y-on-y pada Januari melampaui target 2011 di 4% untuk bulan yang ke-4. Sementara, Kamis lalu, indeks harga konsumen AS menunjukkan inflasi yang telah mencapai 1,6% pada bulan Januari, dan tertinggi sejak Mei tahun lalu. Begitu juga untuk kawasan Eropa dengan laju inflasi 2,4% merupakan laju tercepat sejak Oktober 2008, melampaui target Bank Sentral Eropa di 2%. Kenaikan inflasi di negara industri telah mendorong kenaikan suku bunga di Kanada, dan momentum serupa yang segera matang pada pekan depan akan mendorong Bank Sentral Inggris untuk menyesuaikan suku bunga setelah memprediksi inflasi akan meningkat menjadi 4,4% atau tertinggi dalam 2 tahun terakhir. (http://www.bloomberg.com/news/2011-02-17/g-20-stung-by-faster-inflation-as-paris-dispute-rages-on-global-imbalances.html) Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Pasar keuangan ('money market') telah mengantisipasi potensi kenaikan kembali BI rate untuk ke-2 kalinya di awal 2011 pada pertemuan Dewan Gubernur BI 5 Maret nanti dengan terus menguatnya Rupiah selama beberapa minggu terakhir hingga mencapai Rp8.873/USD atau level tertinggi sejak 2007. Penguatan ini didasarkan mayoritas kepada spekulasi bahwa Bank Indonesia akan segera menaikkan suku bunga untuk meredam laju inflasi. (http://www.bloomberg.com/news/2011-02-17/rupiah-gains-on-speculation-borrowing-costs-are-headed-higher.html) '+'
