Masuk akal bang ian..
Yg perlu dilatih kesabaran dan instingnya..

*kudu siapin dana tambahan lagi buat software*


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 3 Mar 2011 19:23:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Warren Buffett

Rekan "Blue", di pelatihan saya sering mengingatkan hal ini ke para peserta.
Tujuannya agar mereka terbuka wawasannya, dan terpenting lagi agar trading
mereka jadi lebih terarah dan tahu apa yang mereka cari dari trading saham
:)

Bisnis di saham terbilang cukup murah. Coba kita bandingkan bila kita ingin
buka restoran:

Sewa ruko setahun di kelapa gading bisa mencapai 100 juta (tolong dikoreksi
kalau salah ya).
Membeli peralatan masak, meja kursi, A/C, piring2, dekorasi, dll, bisa
mencapai Rp100 juta.
Modal kerja katakan 75 juta.

Total yang kita perlu kita siapkan 275 juta (atau bahkan lebih untuk
menutupi biaya gaji bila restorannya seret penghasilannya).

Biaya bulanan yg harus kita keluarkan:
Gaji pegawai. Katakan kita mempekerjakan 5 orang, dengan gaji 1 juta saja /
bulan maka sebulan 5 juta.
Lalu kita gaji juru masak dua orang, katakan sebulan 3 juta, maka menjadi 6
juta untuk dua orang.
Biaya gaji total 11 juta / bulan.
Biaya listrik dan air, katakan 3 juta / bulan.
Total biaya operasi per bulan menjadi 14 juta per bulan.

Jadi, kalau dilihat2 di bisnis restoran, yg jelas waktu kita mulai kita
sudah merugi 100 juta untuk sewa ruko, ditambah 14 juta per bulan atau 168
juta per tahun. Sehingga total setahun dari bisnis restoran adalah adanya
biaya 268 juta yg harus bisa kita dapatkan dari keuntungan menjual makanan
agar bisa menutupan kerugian dan potensi kerugian yg sudah pasti kita jalani
selama buka restoran tersebut.


Sekarang kita bandingkan dengan bisnis saham. Yang dibutuhkan adalah

1 PC komputer lengkap dengan monitor, kira2 9 juta.
1 software Amibroker Pro Rp2,5 juta (beli lewat Irwan diskon 10%).
Meja kerja + kursi, 5 juta (pakai kursi yg nyaman supaya enak duduknya).

Total biaya yg dibutuhkan untuk peralatan hanya 16,5 juta saja.
Untuk tempat, kita ngga perlu sewa ruko, cukup trading dari rumah saja yg
gratis :)

Total biaya bulanan yang dibutuhkan:
koneksi internet broadband, 350 ribu / bulan
biaya realtime data dari IMQ utk dihubungkan ke amibroker, 200 ribu / bulan
(bila bayar 6 bulan sekaligus)
Perkiraan pemakaian listrik 300 ribu/bulan (komputer + A/C)

Total biaya per bulan 850 ribu / bulan. Kalau setahun setara dengan 10,2
juta.

Sehingga bila dilihat, di bisnis saham, saat mulai kita hanya rugi 850 ribu
per bulan atau 10,2 juta per tahun. Angka 10,2 juta inilah keuntungan yg
perlu kita cari dari saham selama satu tahun agar biaya bulanan bisa
tertutupi. Sementara aset yg dibeli, bisa terus dipakai setiap tahunnya.

Untuk modal kerja, asumsikan saja sisa uang bila dibanding dengan restoran.
Kalau direstoran 275 juta, maka di saham menjadi 275 juta - 16,5 juta - 10,2
juta = 248.3 juta. Inilah jumlah yg akan diputar di saham agar setara dengan
bisnis restoran.

Sekarang dapat kita lihat bahwa ternyata bisnis di saham investasi yg
diperlukan untuk memulai usaha serta biaya operasionalnya sangatlah kecil
bila dibanding bisnis seperti restoran (bukan yg franchise, karena kalau
franchise jauh lebih besar lagi yg diperlukan dananya).

Yang menarik walau di saham investasi yg diperlukan sangat kecil, tapi
banyak enggan melengkapi peralatan di bisnis saham dengan baik. Misalnya,
komputer yang dipakai adalah komputer yang mungkin sudah terlalu usang
sehingga kinerjanya mulai melambat. Tidak melengkapi komputernya dengan
software analisa grafik yg harganya hanya Rp2,5 juta untuk lifetime alias
suka2 saja mau pakainya berapa tahun pun.  Ada juga yg merasa data realtime
dari IMQ yg 200 ribu / bulan (bila bayar langsung 6 bulan) terasa mahal,
tetap kalau gaji yg kerja direstoran sampai 11 juta per bulan (5 orang + 2
juru masak), tidak masalah.

Saya paparkan ini tujuannya untuk membuka wawasan kita, bahwa bila kita
ingin serius di suatu bisnis, maka:
1. Persiapkanlah peralatan yang dapat menunjang operasi bisnis kita,
2. Seriuslah mempersiapkan pengetahuan kita tetang trading saham,
3. Luangkan waktu untuk melakukan riset/analisa sebelum trading dimulai.
4. Luangkan waktu untuk trading saham layaknya kita meluangkan waktu di
bisnis di sektor riil.
5. Buatlah target2 yg realistis layaknya kita membuat target untuk bisnis di
sektor riil.

Semoga bermanfaat untuk rekan2 semuanya. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/3/3 <[email protected]>

>
>
> Petuah ini yg membuat semangat menjadi terpacu lagi.
> Good advice bang Irwan
>
> Blue
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Thu, 3 Mar 2011 18:03:16 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Warren Buffett
>
>
>
> Saya tambahkan ya,
>
> Tahun 1959 WB memulai dengan 20 ribu dolar kalau tidak salah ingat.
> Tahun 2009, kekayaan WB mencapai 60 milyar dolar.
>
> Kalau dihitung2 dan dirata2kan, maka selama 50 tahun, dari 20 ribu dolar
> menjadi 60 milyar dolar, tingkat cuannya per tahun rata2 sebesar  34,75%.
>
> Rata2 per tahun 34,75% itu setara dengan rata2 2.52% per bulan, dan setara
> dengan 0.124% per hari trading dengan asumsi satu bulan ada 20 hari trading.
>
> Ternyata, dengan melihat cukup cuan hanya dengan 0,124% per hari alias
> tidak perlu 1% bahkan tidak sampai 0,5%, tapi hanya 0,124% rata2 per hari,
> kita sebenarnya punya potensi mengalahkan Warren Buffet. :)
>
> Kita saat ini hanya melihat Warren Buffett yang sudah seperti sekarang
> dengan kekayaan USD60 milyar. Sayangnya kita lupa bahwa dia mencapai level
> segitu setelah 50 tahun. Dengan menyadari hal ini, moga2 rekan2 bisa melihat
> bahwa sebenarnya peluang itu masih sangat besar terpampang di depan kita.
> Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan mempelajari pengetahuan
> trading ataupun investasi yang bisa kita pakai seumur hidup kita.
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/3/3 Fabianto Wangsamulya <[email protected]>
>
>>
>>
>> Saya mau berbagi cerita mengenai Warren Buffett. Saya yakin di milis ini
>> banyak yang mengidolakan Warren Buffett. Menurut Forbes, beliau adalah orang
>> terkaya no 3 di dunia pada tahun 2010 setelah Carlos Slim Helu dan Bill
>> Gates. Beliau pada tahun 1964 membeli perusahaan yang bernama Berkshire
>> Hathaway, yang sekarang menjadi perusahaan investasinya.
>>
>> Iseng-iseng karena di milis ini ada yang post mengenai surat tahunan
>> Buffett kepada investornya di Berkshire Hathaway, saya jadi ikut download
>> dan baca. Surat tahun 2010 bisa didownload di
>> http://www.berkshirehathaway.com/letters/2010ltr.pdf
>>
>> Saya lihat perbandingan performance Berkshire dengan S&P 500 dari tahun
>> 1964-2010, jadi sudah 46 tahun. Sekadar merekap:
>> Overall S&P 500: +6262%
>> Overall Berkshire: +490409%
>>
>> Angkanya ternyata fantastis dan tidak heran selama 46 tahun, Buffett
>> menjadi orang no 3 terkaya sedunia.
>>
>> Tapi saya lihat perbandingan Compounded Annual Gain alias rata2 tahunan
>> dengan hitungan compound (berlipat atau bunga berbunga).
>> S&P 500: +9.4%
>> Berkshire: +20.2%
>>
>> Angka ini membuat saya terkejut karena hanya dengan selisih kurang dari
>> 11%, Berkshire menghasilkan performance 78 kali lipat dari S&P 500 dalam
>> kurun waktu 46 tahun.
>> Saya lebih terkejut lagi karena ternyata performance rata-rata tahunan
>> Berkshire HANYA 20.2% saja. Hal ini membuat saya heran karena HANYA dengan
>> performance rata-rata tahunan 20.2% saja Berkshire menjadi perusahaan
>> investasi yang besar dan disorot publik. Lebih dari itu, pemiliknya yaitu
>> Warren Buffett menjadi orang terkaya no 3 sedunia.
>>
>> Perlu diingat pula bahwa Berkshire dan Warren Buffett juga tidak sempurna.
>> Bahkan ironisnya Buffett mengakui bahwa keputusan membeli Berkshire Hathaway
>> adalah keputusan yang salah :D Silakan lihat table performancenya, kita akan
>> menemukan bahwa beberapa kali performance Berkshire kalah dibanding S&P 500,
>> bahkan pernah pula mengalami kerugian yaitu di thn 2001 dan 2008.
>>
>> Pelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah bahwa suatu hal yang
>> sepertinya kecil bisa menjadi besar jika konsisten dalam jangka panjang.
>> Saya yakin di milis ini banyak trader dan investor yang performancenya lebih
>> hebat daripada Berkshire dan Warren Buffett sehingga dalam beberapa tahun
>> mendatang bisa jadi ada member milis ini yang masuk dalam jajaran orang
>> terkaya sedunia.
>>
>> Semoga memberi semangat baru dalam berinvestasi ;)
>>
>> ---
>> Fabianto
>>
>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke