Pak Irwan.

tanya :  apa saja yg perlu di persiapkan . untuk bisa trading for living .
baik dari skill , modal , mau pun berapa target average gain nya , lalu apa
lagi  ?
misal nya untuk menutupi .  biaya hidup  yg 5 juta sebulan nya .  (atau
kelipatan nya )


Salam


Lukman



















2011/3/3 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Rekan "Blue", di pelatihan saya sering mengingatkan hal ini ke para
> peserta. Tujuannya agar mereka terbuka wawasannya, dan terpenting lagi agar
> trading mereka jadi lebih terarah dan tahu apa yang mereka cari dari trading
> saham :)
>
> Bisnis di saham terbilang cukup murah. Coba kita bandingkan bila kita ingin
> buka restoran:
>
> Sewa ruko setahun di kelapa gading bisa mencapai 100 juta (tolong dikoreksi
> kalau salah ya).
> Membeli peralatan masak, meja kursi, A/C, piring2, dekorasi, dll, bisa
> mencapai Rp100 juta.
> Modal kerja katakan 75 juta.
>
> Total yang kita perlu kita siapkan 275 juta (atau bahkan lebih untuk
> menutupi biaya gaji bila restorannya seret penghasilannya).
>
> Biaya bulanan yg harus kita keluarkan:
> Gaji pegawai. Katakan kita mempekerjakan 5 orang, dengan gaji 1 juta saja /
> bulan maka sebulan 5 juta.
> Lalu kita gaji juru masak dua orang, katakan sebulan 3 juta, maka menjadi 6
> juta untuk dua orang.
> Biaya gaji total 11 juta / bulan.
> Biaya listrik dan air, katakan 3 juta / bulan.
> Total biaya operasi per bulan menjadi 14 juta per bulan.
>
> Jadi, kalau dilihat2 di bisnis restoran, yg jelas waktu kita mulai kita
> sudah merugi 100 juta untuk sewa ruko, ditambah 14 juta per bulan atau 168
> juta per tahun. Sehingga total setahun dari bisnis restoran adalah adanya
> biaya 268 juta yg harus bisa kita dapatkan dari keuntungan menjual makanan
> agar bisa menutupan kerugian dan potensi kerugian yg sudah pasti kita jalani
> selama buka restoran tersebut.
>
>
> Sekarang kita bandingkan dengan bisnis saham. Yang dibutuhkan adalah
>
> 1 PC komputer lengkap dengan monitor, kira2 9 juta.
> 1 software Amibroker Pro Rp2,5 juta (beli lewat Irwan diskon 10%).
> Meja kerja + kursi, 5 juta (pakai kursi yg nyaman supaya enak duduknya).
>
> Total biaya yg dibutuhkan untuk peralatan hanya 16,5 juta saja.
> Untuk tempat, kita ngga perlu sewa ruko, cukup trading dari rumah saja yg
> gratis :)
>
> Total biaya bulanan yang dibutuhkan:
> koneksi internet broadband, 350 ribu / bulan
> biaya realtime data dari IMQ utk dihubungkan ke amibroker, 200 ribu / bulan
> (bila bayar 6 bulan sekaligus)
> Perkiraan pemakaian listrik 300 ribu/bulan (komputer + A/C)
>
> Total biaya per bulan 850 ribu / bulan. Kalau setahun setara dengan 10,2
> juta.
>
> Sehingga bila dilihat, di bisnis saham, saat mulai kita hanya rugi 850 ribu
> per bulan atau 10,2 juta per tahun. Angka 10,2 juta inilah keuntungan yg
> perlu kita cari dari saham selama satu tahun agar biaya bulanan bisa
> tertutupi. Sementara aset yg dibeli, bisa terus dipakai setiap tahunnya.
>
> Untuk modal kerja, asumsikan saja sisa uang bila dibanding dengan restoran.
> Kalau direstoran 275 juta, maka di saham menjadi 275 juta - 16,5 juta - 10,2
> juta = 248.3 juta. Inilah jumlah yg akan diputar di saham agar setara dengan
> bisnis restoran.
>
> Sekarang dapat kita lihat bahwa ternyata bisnis di saham investasi yg
> diperlukan untuk memulai usaha serta biaya operasionalnya sangatlah kecil
> bila dibanding bisnis seperti restoran (bukan yg franchise, karena kalau
> franchise jauh lebih besar lagi yg diperlukan dananya).
>
> Yang menarik walau di saham investasi yg diperlukan sangat kecil, tapi
> banyak enggan melengkapi peralatan di bisnis saham dengan baik. Misalnya,
> komputer yang dipakai adalah komputer yang mungkin sudah terlalu usang
> sehingga kinerjanya mulai melambat. Tidak melengkapi komputernya dengan
> software analisa grafik yg harganya hanya Rp2,5 juta untuk lifetime alias
> suka2 saja mau pakainya berapa tahun pun.  Ada juga yg merasa data realtime
> dari IMQ yg 200 ribu / bulan (bila bayar langsung 6 bulan) terasa mahal,
> tetap kalau gaji yg kerja direstoran sampai 11 juta per bulan (5 orang + 2
> juru masak), tidak masalah.
>
> Saya paparkan ini tujuannya untuk membuka wawasan kita, bahwa bila kita
> ingin serius di suatu bisnis, maka:
> 1. Persiapkanlah peralatan yang dapat menunjang operasi bisnis kita,
> 2. Seriuslah mempersiapkan pengetahuan kita tetang trading saham,
> 3. Luangkan waktu untuk melakukan riset/analisa sebelum trading dimulai.
> 4. Luangkan waktu untuk trading saham layaknya kita meluangkan waktu di
> bisnis di sektor riil.
> 5. Buatlah target2 yg realistis layaknya kita membuat target untuk bisnis
> di sektor riil.
>
> Semoga bermanfaat untuk rekan2 semuanya. :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/3/3 <[email protected]>
>
>
>>
>> Petuah ini yg membuat semangat menjadi terpacu lagi.
>> Good advice bang Irwan
>>
>> Blue
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Thu, 3 Mar 2011 18:03:16 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] Warren Buffett
>>
>>
>>
>> Saya tambahkan ya,
>>
>> Tahun 1959 WB memulai dengan 20 ribu dolar kalau tidak salah ingat.
>> Tahun 2009, kekayaan WB mencapai 60 milyar dolar.
>>
>> Kalau dihitung2 dan dirata2kan, maka selama 50 tahun, dari 20 ribu dolar
>> menjadi 60 milyar dolar, tingkat cuannya per tahun rata2 sebesar  34,75%.
>>
>> Rata2 per tahun 34,75% itu setara dengan rata2 2.52% per bulan, dan setara
>> dengan 0.124% per hari trading dengan asumsi satu bulan ada 20 hari trading.
>>
>> Ternyata, dengan melihat cukup cuan hanya dengan 0,124% per hari alias
>> tidak perlu 1% bahkan tidak sampai 0,5%, tapi hanya 0,124% rata2 per hari,
>> kita sebenarnya punya potensi mengalahkan Warren Buffet. :)
>>
>> Kita saat ini hanya melihat Warren Buffett yang sudah seperti sekarang
>> dengan kekayaan USD60 milyar. Sayangnya kita lupa bahwa dia mencapai level
>> segitu setelah 50 tahun. Dengan menyadari hal ini, moga2 rekan2 bisa melihat
>> bahwa sebenarnya peluang itu masih sangat besar terpampang di depan kita.
>> Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan mempelajari pengetahuan
>> trading ataupun investasi yang bisa kita pakai seumur hidup kita.
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/3/3 Fabianto Wangsamulya <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Saya mau berbagi cerita mengenai Warren Buffett. Saya yakin di milis ini
>>> banyak yang mengidolakan Warren Buffett. Menurut Forbes, beliau adalah orang
>>> terkaya no 3 di dunia pada tahun 2010 setelah Carlos Slim Helu dan Bill
>>> Gates. Beliau pada tahun 1964 membeli perusahaan yang bernama Berkshire
>>> Hathaway, yang sekarang menjadi perusahaan investasinya.
>>>
>>> Iseng-iseng karena di milis ini ada yang post mengenai surat tahunan
>>> Buffett kepada investornya di Berkshire Hathaway, saya jadi ikut download
>>> dan baca. Surat tahun 2010 bisa didownload di
>>> http://www.berkshirehathaway.com/letters/2010ltr.pdf
>>>
>>> Saya lihat perbandingan performance Berkshire dengan S&P 500 dari tahun
>>> 1964-2010, jadi sudah 46 tahun. Sekadar merekap:
>>> Overall S&P 500: +6262%
>>> Overall Berkshire: +490409%
>>>
>>> Angkanya ternyata fantastis dan tidak heran selama 46 tahun, Buffett
>>> menjadi orang no 3 terkaya sedunia.
>>>
>>> Tapi saya lihat perbandingan Compounded Annual Gain alias rata2 tahunan
>>> dengan hitungan compound (berlipat atau bunga berbunga).
>>> S&P 500: +9.4%
>>> Berkshire: +20.2%
>>>
>>> Angka ini membuat saya terkejut karena hanya dengan selisih kurang dari
>>> 11%, Berkshire menghasilkan performance 78 kali lipat dari S&P 500 dalam
>>> kurun waktu 46 tahun.
>>> Saya lebih terkejut lagi karena ternyata performance rata-rata tahunan
>>> Berkshire HANYA 20.2% saja. Hal ini membuat saya heran karena HANYA dengan
>>> performance rata-rata tahunan 20.2% saja Berkshire menjadi perusahaan
>>> investasi yang besar dan disorot publik. Lebih dari itu, pemiliknya yaitu
>>> Warren Buffett menjadi orang terkaya no 3 sedunia.
>>>
>>> Perlu diingat pula bahwa Berkshire dan Warren Buffett juga tidak
>>> sempurna. Bahkan ironisnya Buffett mengakui bahwa keputusan membeli
>>> Berkshire Hathaway adalah keputusan yang salah :D Silakan lihat table
>>> performancenya, kita akan menemukan bahwa beberapa kali performance
>>> Berkshire kalah dibanding S&P 500, bahkan pernah pula mengalami kerugian
>>> yaitu di thn 2001 dan 2008.
>>>
>>> Pelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah bahwa suatu hal yang
>>> sepertinya kecil bisa menjadi besar jika konsisten dalam jangka panjang.
>>> Saya yakin di milis ini banyak trader dan investor yang performancenya lebih
>>> hebat daripada Berkshire dan Warren Buffett sehingga dalam beberapa tahun
>>> mendatang bisa jadi ada member milis ini yang masuk dalam jajaran orang
>>> terkaya sedunia.
>>>
>>> Semoga memberi semangat baru dalam berinvestasi ;)
>>>
>>> ---
>>> Fabianto
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>
>
> 
>



-- 
Lukman

Kirim email ke