Sebuah pencerahan yang sangat tepat, bagaimana mungkin segala keputusan bisnis seorang pengusaha (dalam segala jenis bisnis riil termasuk bisnis di pasar modal) hanya mengandalkan saran orang lain yang tidak ikut menanggung resiko, sedangkan pengusaha tersebut sama sekali tidak menguasai bidang usahanya, bagaimana mungkin dia bisa berhasil.
Salam, TJ ----- Original Message ----- From: Fabianto Wangsamulya To: [email protected] Sent: Wednesday, March 09, 2011 9:49 AM Subject: [saham] Trust No Analyst? Rekan2 milis saham, Umumnya anggapan orang adalah analis saham baik itu fundamental maupun teknikal adalah pihak-pihak yang paling mengerti kondisi pasar sehingga tidak sedikit juga orang yang mengandalkan analisis atau rekomendasi dari analis dalam memutuskan membeli atau menjual saham. Semakin besar institusi analis tersebut, makin besar juga kepercayaan orang, apalagi jika analisis atau rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh institusi asing seperti Merrill Lynch, Goldman Sachs, Citigroup, Morgan Stanley, dll. Tapi saya baca-baca informasi dari buku dan internet, ternyata institusi besar juga tidak luput dari masalah yaitu bisa ada oknum yang dengan sengaja menyesatkan investor. Institusi asing yang saya tulis di atas juga rupanya tidak luput dari hal tersebut. Silakan lihat di wikipedia untuk contoh beberapa hal yang menjadi kontroversial berhubungan dengan penyesatan informasi. Kalau dalam buku Freakonomics, penulisnya berpendapat bahwa analis memang punya kecenderungan untuk mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri karena keuntungan dalam melakukan "kecurangan" lebih besar daripada keuntungannya dalam misalnya komisinya. Istilah tradingnya rewardnya lebih besar daripada risknya. Pertanyaannya : Apa masih layak kita mempercayai analis? Saya berpendapat lebih baik kita belajar sendiri analisis teknikal dan atau fundamental untuk memutuskan membeli atau menjual saham karena analis tidak mendapat apa-apa jika kita untung ataupun menanggung kerugian apa-apa jika kita rugi. Ada yang berpendapat bahwa analisis dan rekomendasi bisa menjadi bahan masukan tapi jangan diterima sepenuhnya. Saya bisa setuju, paling tidak kita bisa melihat sudut pandang orang lain walau ada bahayanya yaitu bias atau anggapan bahwa analis institusi besar lebih tahu daripada kita. Semoga memberi pencerahan sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan berita, rumor, analis, dan rekomendasi dari berbagai pihak yang seringkali bertentangan satu sama lain. --- Fabianto
