Betul Pak Panda, kalau cutting time nya di 2008 pas krisis pas low nya pula. Terus masuknya pas lagi puncak2nya, makin parah deh. Tapi yg ingin saya hadirkan ke masyarakat pemirsa bukan itu, melainkan investasi jangka panjang. Uang yg dipakai untuk investasi tentunya bukan uang yg mutar atau uang yg diperlukan untuk kebutuhan sehari. Jadi tetap perlu adanya pengaturan alokasi aset/dana. Saya sudah pernah memberikan materi ini di pelatihan saham yang lalu2, bagaimana mengatur alokasi aset/dana agar bisa memberikan hasil yang optimum dengan mempertimbangkan kebutuhan keuangan kita.
Dengan memberikan time frame yg lebar dalam hal ini 6 tahun, saya ingin menunjukkan bahwa jangan panik bila krisis terjadi selama saham2 yg kita pegang adalah saham2 unggulan yg memiliki GCG dan termasuk salah satu leader di sektor nya. Data menunjukkan bahwa kinerja saham2 seperti itu walau terpuruk cukup dalam di saat krisis, tapi bisa rebound dengan cepat dan bahkan menghasilkan gain yg jauh lebih besar lagi. Sehingga totally selama 6 tahun itu, tanpa melakukan buy and sell, hanya menggunakan teknik buy and hold saja (asumsikan kita ngga paham soal saham, ngga paham soal trading, pahamnya hanya tahu bahwa perusahaan seperti Bank Mandiri itu kuat, perusahaan seperti Unilever itu kuat, perusahaan seperti Indofood itu kuat, perusahaan seperti Astra International itu kuat, dst), ternyata keuntungan yang didapat dari hasil investasi selama 6 tahun itu bisa dibilang cukup fantastis untuk ukurang investasi tentunya, bukan ukuran gambling :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/3/11 panda <[email protected]> > > > Tapi bang kalau cutting timenya di 2008 bisa kacau semua ya, atau di saham > yang paling ambruk, saham memang soal timing > Sedang emas tidak terlalu parah pada saat krisis > mungkin ada pertimbangan lain? > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Thu, 10 Mar 2011 11:30:30 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 > AM WIB > > > > Karena topiknya adalah investasi, maka sistemnya adalah buy and hold, tidak > ada trading. Keuntungan untuk emas dihitung dari harganya di 31 Des 2004, > dan harganya di 31 des 2010. Keuntungan saham dihitung dari harga penutupan > 30 Des 2004 dan harga penutupan 30 Des 2010, plus ditambah dividend yg > didapat selama periode tersebut setelah di adjust dengan tingkat rate 5,6% > per tahun. > > Jadi, bisa kita lihat, di saham walaupun kena krisis besar di tahun 2008 > lalu, dimana harga saham turun drastis lebih dari 50%, saham ternyata > kinerjanya secara overall dengan time frame lumayan, malah justru memberikan > keuntungan yang jauh lebih besar dari emas, apalagi dari hanya sekedar > investasdi di dollar. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/3/10 agus saputra <[email protected]> > >> >> >> keuntungan nya dihitung secara gmn bang? >> bisa diperjelas? >> misal dgn cara beli tiap bln secara konsisten, atau dgn trade harian? >> thanx >> >> >> ------------------------------ >> *Dari:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> *Kepada:* [email protected] >> *Terkirim:* Kam, 10 Maret, 2011 11:09:48 >> *Judul:* Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 >> AM WIB >> >> >> >> Pak Faried, terima kasih untuk infonya. Tadi di acara Metro TV tersebut >> sudah saya tampilkan perhitungan 6 tahun dari akhir 2004 sampai akhir 2010, >> emas rupiah menghasilkan gain 215% atau kalau dihitung rata2 per tahunnya >> dengan compounding, adalah sebesar 21.05% per tahun. >> >> Benar, untuk di saham bisa variasi. Tapi kalau kita pilih sahamnya yg >> jelas, yang memiliki growth yg bagus, memiliki Good Corporate Governance >> (manajemen yg baik dan transparan serta patuh terhadap aturan2/rambu2 yg >> ditetapkan sebelumnya), maka ternyata dari 12 saham yg saya tunjukan dalam >> tabel tersebut, rata2 selama 6 tahun memberikan gain yg lebih besar dari >> emas. Bahkan ada yg memberikan gain sampai 1497% atau rata2 per tahunnya >> 59,68% (compounding) seperti saham PTBA. Ini sudah termasuk kena krisis >> tahun 2008. Saham lainnya yg juga kasih cuan tinggi rata2 per tahunnya, >> UNTR, 49,41%. LSIP, 45,26%. INDF, 36,33%. ASII, 35,27%. Dst. Seperti yg Pak >> Faried sebutkan, memang juga ada yang kinerjanya di bawah kinerja emas pada >> periode yang sama seperti TLKM yang hanya memberikan keuntungan rata2 >> 12,77%. Kebetulan di 12 saham yg saya tampilkan, hanya TLKM saja yg tingkat >> keuntungan rata2 per tahunnya di bawa rata2 keuntungan emas yg 21.05% per >> tahun :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2011/3/10 Faried <[email protected]> >> >>> >>> >>> Bang IAN, menurut saya kalau emas yg di investasikan average returnnya >>> 30% dalam setahun, sedangkan saham yg di investasikan kalau dihitung return >>> averagenya bisa lebih tinggi tapi bisa juga lebih rendah (tergantung banyak >>> faktor seperti : kinerja emitennya, dll). >>> >>> Mana yg lebih menarik dalam memberikan return tentu kembali kepada risk >>> profile, horison time, dll yg bersifat individual >>> >>> Ane siap2 besok akan mendapatkan ilmu baru dari Bang IAN.... :-) >>> >>> Powered by Telkomsel BlackBerry® >>> ------------------------------ >>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >>> *Sender: * [email protected] >>> *Date: *Thu, 10 Mar 2011 00:13:06 +0700 >>> *To: *<[email protected]> >>> *ReplyTo: * [email protected] >>> *Subject: *[saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 >>> AM WIB >>> >>> >>> >>> Bila tidak ada perubahan, pagi ini, Kamis 10 Maret 2011, jam 9:15 AM >>> WIB, di Metro TV, saya dan Maria Kalaij akan membahas soal investasi >>> di emas vs investasi di saham. Manakah yang lebih menarik. >>> >>> jabat erat, >>> Irwan Ariston Napitupulu >>> >>> >>> >> >> >> >> > > > >
