Pak Panda, boleh saya tambahkan sedikit yah,
Mungkin yang bang Irwan maksud disini adalah lebih ke arah bagaimana 
memasyarakatkan investasi dan bukan memasyarakat menabung (pada instrument 
tabungan / deposito bank)... karena saat ini masyarakat kita memang masih gemar 
sekali menyimpan dananya pada tabungan / deposito, mungkin dengan alasan 
keamanan karena dpt dijamin oleh LPS dan iming2 undian berhadiah dari pihak 
Bank.

Karena kalau tujuan kita adalah ingin berinvestasi, namun dana tsb hanya kita 
tempatkan pada instrumen tabungan / deposito bank, maka kita akan merugi, 
karena bunga/interest tabungan / deposito bank (setelah dikurangi pajak)  masih 
lebih rendah daripada tingkat inflasi.


And For bang Irwan, saya sangat mendukung sekali dengan adanya program / 
artikel yang abang buat seperti di metro tv atau majalah Investor, karena hal2 
tsb dpt memberikan edukasi kpd masyarakat kita yang saat ini belum mengenal 
dengan baik dan manfaat berinvestasi dalam jangka panjang....

Keep up the good work Bang,,,, :)

________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of panda
Sent: Friday, March 11, 2011 12:54 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB



Jika memang demikian apakah mgkin saham bisa dijadikan penghasilan tetap, karna 
kalau kita bicara invastasi otomatis memang spt bang ian bilang
Sy sendiri saat ini masih bekerja, dan sedang memikirkan utk usaha sendiri 
dengan banyak pertimbangan
Maaf ya kalo pertanyaan diluar konteks dari investasi

Sent from my BlackBerry(r) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 10 Mar 2011 12:27:21 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB



Betul Pak Panda, kalau cutting time nya di 2008 pas krisis pas low nya pula. 
Terus masuknya pas lagi puncak2nya, makin parah deh. Tapi yg ingin saya 
hadirkan ke masyarakat pemirsa bukan itu, melainkan investasi jangka panjang. 
Uang yg dipakai untuk investasi tentunya bukan uang yg mutar atau uang yg 
diperlukan untuk kebutuhan sehari. Jadi tetap perlu adanya pengaturan alokasi 
aset/dana.  Saya sudah pernah memberikan materi ini di pelatihan saham yang 
lalu2, bagaimana mengatur alokasi aset/dana agar bisa memberikan hasil yang 
optimum dengan mempertimbangkan kebutuhan keuangan kita.

Dengan memberikan time frame yg lebar dalam hal ini 6 tahun, saya ingin 
menunjukkan bahwa jangan panik bila krisis terjadi selama saham2 yg kita pegang 
adalah saham2 unggulan yg memiliki GCG dan termasuk salah satu leader di sektor 
nya.

Data menunjukkan bahwa kinerja saham2 seperti itu walau terpuruk cukup dalam di 
saat krisis, tapi bisa rebound dengan cepat dan bahkan menghasilkan gain yg 
jauh lebih besar lagi. Sehingga totally selama 6 tahun itu, tanpa melakukan buy 
and sell, hanya menggunakan teknik buy and hold saja (asumsikan kita ngga paham 
soal saham, ngga paham soal trading, pahamnya hanya tahu bahwa perusahaan 
seperti Bank Mandiri itu kuat, perusahaan seperti Unilever itu kuat, perusahaan 
seperti Indofood itu kuat, perusahaan seperti Astra International itu kuat, 
dst), ternyata keuntungan yang didapat dari hasil investasi selama 6 tahun itu 
bisa dibilang cukup fantastis untuk ukurang investasi tentunya, bukan ukuran 
gambling :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/3/11 panda <[email protected]<mailto:[email protected]>>


Tapi bang kalau cutting timenya di 2008 bisa kacau semua ya, atau di saham yang 
paling ambruk, saham memang soal timing
Sedang emas tidak terlalu parah pada saat krisis
mungkin ada pertimbangan lain?

Sent from my BlackBerry(r) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Sender: [email protected]<mailto:[email protected]>
Date: Thu, 10 Mar 2011 11:30:30 +0700
To: <[email protected]<mailto:[email protected]>>
ReplyTo: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB



Karena topiknya adalah investasi, maka sistemnya adalah buy and hold, tidak ada 
trading. Keuntungan untuk emas dihitung dari harganya di 31 Des 2004, dan 
harganya di 31 des 2010. Keuntungan saham dihitung dari harga penutupan 30 Des 
2004 dan harga penutupan 30 Des 2010, plus ditambah dividend yg didapat selama 
periode tersebut setelah di adjust dengan tingkat rate 5,6% per tahun.

Jadi, bisa kita lihat, di saham walaupun kena krisis besar di tahun 2008 lalu, 
dimana harga saham turun drastis lebih dari 50%, saham ternyata kinerjanya 
secara overall dengan time frame lumayan, malah justru memberikan keuntungan 
yang jauh lebih besar dari emas, apalagi dari hanya sekedar investasdi di 
dollar.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/3/10 agus saputra 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>

keuntungan nya dihitung secara gmn bang?
bisa diperjelas?
misal dgn cara beli tiap bln secara konsisten, atau dgn trade harian?
thanx


________________________________
Dari: Irwan Ariston Napitupulu 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Kepada: [email protected]<mailto:[email protected]>
Terkirim: Kam, 10 Maret, 2011 11:09:48
Judul: Re: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB



Pak Faried, terima kasih untuk infonya. Tadi di acara Metro TV tersebut sudah 
saya tampilkan perhitungan 6 tahun dari akhir 2004 sampai akhir 2010, emas 
rupiah menghasilkan gain 215% atau kalau dihitung rata2 per tahunnya dengan 
compounding, adalah sebesar 21.05% per tahun.

Benar, untuk di saham bisa variasi. Tapi kalau kita pilih sahamnya yg jelas, 
yang memiliki growth yg bagus, memiliki Good Corporate Governance (manajemen yg 
baik dan transparan serta patuh terhadap aturan2/rambu2 yg ditetapkan 
sebelumnya), maka ternyata dari 12 saham yg saya tunjukan dalam tabel tersebut, 
rata2 selama 6 tahun memberikan gain yg lebih besar dari emas. Bahkan ada yg 
memberikan gain sampai 1497% atau rata2 per tahunnya 59,68% (compounding) 
seperti saham PTBA. Ini sudah termasuk kena krisis tahun 2008. Saham lainnya yg 
juga kasih cuan tinggi rata2 per tahunnya, UNTR, 49,41%. LSIP, 45,26%. INDF, 
36,33%. ASII, 35,27%. Dst. Seperti yg Pak Faried sebutkan, memang juga ada yang 
kinerjanya di bawah kinerja emas pada periode yang sama seperti TLKM yang hanya 
memberikan keuntungan rata2 12,77%. Kebetulan di 12 saham yg saya tampilkan, 
hanya TLKM saja yg tingkat keuntungan rata2 per tahunnya di bawa rata2 
keuntungan emas yg 21.05% per tahun :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2011/3/10 Faried <[email protected]<mailto:[email protected]>>


Bang IAN, menurut saya kalau emas yg di investasikan average returnnya 30% 
dalam setahun, sedangkan saham yg di investasikan kalau dihitung return 
averagenya bisa lebih tinggi tapi bisa juga lebih rendah (tergantung banyak 
faktor seperti : kinerja emitennya, dll).

Mana yg lebih menarik dalam memberikan return tentu kembali kepada risk 
profile, horison time, dll yg bersifat individual

Ane siap2 besok akan mendapatkan ilmu baru dari Bang IAN.... :-)

Powered by Telkomsel BlackBerry(r)

________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Sender: [email protected]<mailto:[email protected]>
Date: Thu, 10 Mar 2011 00:13:06 +0700
To: <[email protected]<mailto:[email protected]>>
ReplyTo: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: [saham] Metro TV: Emas vs Saham, Kamis, 10 Maret 2011, 9:15 AM WIB



Bila tidak ada perubahan, pagi ini, Kamis 10 Maret 2011, jam 9:15 AM
WIB, di Metro TV, saya dan Maria Kalaij akan membahas soal investasi
di emas vs investasi di saham. Manakah yang lebih menarik.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu









________________________________
This email and any files transmitted with it are confidential and intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If 
you have received this email in error please notify the system manager. This 
message contains confidential information and is intended only for the 
individual named. If you are not the named addressee you should not 
disseminate, distribute or copy this e-mail.

Kirim email ke