kayak orang yg udah makan 2 mangkok bakmi, baru bilang mie nya gak enak 
 
(tapi udah licin 2 mangkok gak tersisa sampe ke daun bawangnya )
 
atau yg udah jajan di rumah bordil berkali-kali baru nanya halal atau enggak
 


--- On Sat, 4/9/11, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) 
- CLOSED.
To: [email protected]
Date: Saturday, April 9, 2011, 4:39 PM


  



Maaf ya, kl boleh diclose aja thread ini. Bosen ga sih hehee. Kesimpulan yg sy 
ambil adl: judi atau tidak tergantung niat dan caranya. Transaksi di pasar 
modal bukan judi by nature. Tp kl niatnya cuan gede dgn cara beli saham 
gorengan itu judi., kl niatnya cuan gede dgn pake analisis itu bkn judi. Sip. 
:) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 9 Apr 2011 16:20:08 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)

  

Ga sepakat deh itu judi. Kalo judi harusnya porto saya kadang positif kadang 
negatif kan? Tp selama ini porto saya positif2 aja tuh (ga bermaksud 
membusungkan dada ya). Kalopun negatif gara2 terpaksa CL, ketutup kok sama 
untungnya

Sy belum 3 bulan lo main saham

Kalo judi kan harusnya - ya minimal 50:50 lah ya untung sama ruginya


Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 9 Apr 2011 16:02:04 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)

  

Kalau masih ragu2 judi atau nggak , sy sarankan stop trading/main saham. Jual 
semua porto yg tersisa..... Jd gak pusing. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 9 Apr 2011 12:05:08 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)

  

Sekedar ikut nimbrung, menurut saya halal tdknya sesuatu kdg selalu ada 
perdebatannya..jgn saham yg dikatakan ada unsur judinya, dl facebook aja diblg 
haram oleh sebagian org..nah disaham jg begitu, sehrsnya kita sebagai yg 
berpandangan luas, anggapan bbrp pihak antara pro dan kontra hrs kita hargai, 
karna msg2 ada argumen menurutnya sendiri..klo ada yg menggaanggap saham itu ga 
halal, ​чªªªªªªªª uda jgn invest dishm aja, gampang kan..polemik dgn mengatas 
namakan halal/tdk halal ga akan ada hbs nya..karna yg namanya manusia rata2 
punya pemikirannya sendiri..so halal/tdk tergtg pemikiran msg2 aja 
deh..ĸέĸέĸέĸέĸέĸέĸέ :x :x :x 
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 9 Apr 2011 18:48:33 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA)

  

Jangan lupa Pak Oguds, itu menurut pemahaman anda yg belum tentu sama dengan 
pemahama orang lain. Ketika kita memaksakan pemahaman kita untuk dijadikan 
standar bagi orang lain apalagi sampai menilai negatif orang lain, itulah yg 
menurut saya jadi tindakan kurang bijaksana. 

Saya mengkritisi komentar Pak Oguds yg mengatakan saya menjawab asal2an hanya 
karena tidak memenuhi pikirian/harapan anda yang tidak disampaikan di milis 
ini. Padahal sudah saya tunjukan saya telah menjawab pertanyaan yg khusus 
diajukan ke saya untuk dimintai pendapatnya. Pak Angelo yg saya ingat waktu itu 
meminta pandangan dari saya soal pertanyaan judi atau tidak judinya saham, 
bukan soal halal atau tidak halalnya saham secara ajaran agama Islam.

Orang sering lupa, apa yang mereka anggap pikir benar, lalu harus berlaku juga 
bagi orang lain. Apa yang dia pikirkan seharusnya begini, maka harus begitu 
jugalah bagi orang lain. Padahal, setiap orang itu bisa punya pandangan yg 
berbeda, bisa punya standar yang berbeda, bisa punya sikap berbeda, bisa punya 
aturan yang berbeda bagi dirinya masing2. Memaksakan pikiran, standar, 
pandangan kita untuk dijadikan ke standar orang lain, inilah yg menurut saya 
jadi tidak bijaksana, inilah yg menurut saya akar dari pada konflik yang suka 
terjadi. 

Sekedar catatan, kata konflik disini bukan monopolik konflik agama, tapi 
bersifat umum. Misalkan konflik suami istri sering terjadi pada umumnya karena 
masing2 pihak mencoba menaruh standar dirinya sendiri akan sesuatu (bisa berupa 
pandangan, sikap, perkataan, dll) agar dilakukan oleh istri, sementara istri 
bisa punya standar yang berbeda.

Di kehidupan perkantoran, bisnis, dan lainnya, juga demikian. Konflik terjadi 
ketika salah satu pihak mencoba menerapkan standar pihaknya untuk 
dilakukan/dijalankan pihak lain yg bisa saja tidak bisa menerima karena mereka 
memiliki standar yang berbeda/tidak sama atau bahkan bertentangan.

Juga di saham, yang kita tahu bersama barusan jadi perbincangan. Soal standar 
penentuan memakai FA atau TA atau Hoki atau apalah untuk jadi alasan seseorang 
memutuskan membeli atau menjual saham. Konflik terjadi ketika salah satu pihak 
memaksakan bahwa standar dirinyalah yg benar dan harus dijalankan oleh pihak 
lain. Sementara pihak lain bisa punya standar yang berbeda dalam memutuskan 
membeli atau menjual.

Pemaksaan2 kehendak akan standar pribadi untuk dijalankan oleh pihak lain, 
mungkin perlu jadi bahan perenungan bersama bila kita ingin melihat dari mana 
sumber konflik itu berasal. Sekedar pemikiran saja dari saya :)

catatan:
pendapat saya ini pun, bisa2 juga dikonflikan lagi kalau mau hehehee :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/4/9 Oguds <[email protected]>

Saturday, April 9, 2011, 5:49:08 PM, you wrote:

IAN> Semoga sekarang lebih jelas suduh melihat permasalahannya, dan
IAN> tidak gampangan lagi melabelkan jawaban orang itu asal2an,
IAN> padahal hanya karena kita kurang paham sudut pandang pemberi
IAN> jawaban. Walaupun sebenarnya pemberi jawaban sudah menjawab
IAN> sesuai dengan bunyi pertanyaan awal yang diajukan

Saya hanya khawatir jawaban 'terserah masing2 orang' itu jawaban yg
menyesatkan. Tidak bisa definisi judi, halal atau haramnya sesuatu
diserahkan pada masing2 individu. Itu intinya. Saya menyarankan pada
masing2 kita, mencari pengertian dan definisi yg lebih sahih via
Google, karena tidak ada pakar yg berkompeten untuk menjawab di sini.
Lebih baik lagi bertanya secara interaktif pada pihak2 terkait, agar
didapat kesalingpahaman yg memadai dan menguntungkan semua pihak.

--



Tertanda,
Oguds [960000031]



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links









Kirim email ke