wahhhh pak sahamvalas ketauan kerumah bordil berkali-kali... :p hhaahhaha joke... tapi di belakang itu,secara tidak langsung klo misalnya bapak benar-benar kesana bapak sudah membantu memberikan pendapatan ke xxx, dan membantu keluarganya... jadi bapak termasuk mulia loh... :p hahahahha
________________________________ From: sahamvalas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, April 9, 2011 11:35:30 PM Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) - CLOSED. kayak orang yg udah makan 2 mangkok bakmi, baru bilang mie nya gak enak (tapi udah licin 2 mangkok gak tersisa sampe ke daun bawangnya ) atau yg udah jajan di rumah bordil berkali-kali baru nanya halal atau enggak --- On Sat, 4/9/11, [email protected] <[email protected]> wrote: >From: [email protected] <[email protected]> >Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) >- >CLOSED. >To: [email protected] >Date: Saturday, April 9, 2011, 4:39 PM > > > >Maaf ya, kl boleh diclose aja thread ini. Bosen ga sih hehee. Kesimpulan yg sy >ambil adl: judi atau tidak tergantung niat dan caranya. Transaksi di pasar >modal >bukan judi by nature. Tp kl niatnya cuan gede dgn cara beli saham gorengan itu >judi., kl niatnya cuan gede dgn pake analisis itu bkn judi. Sip. :) > >Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ________________________________ >From: [email protected] >Sender: [email protected] >Date: Sat, 9 Apr 2011 16:20:08 +0000 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) > > >Ga sepakat deh itu judi. Kalo judi harusnya porto saya kadang positif kadang >negatif kan? Tp selama ini porto saya positif2 aja tuh (ga bermaksud >membusungkan dada ya). Kalopun negatif gara2 terpaksa CL, ketutup kok sama >untungnya > >Sy belum 3 bulan lo main saham > >Kalo judi kan harusnya - ya minimal 50:50 lah ya untung sama ruginya > > >Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >From: [email protected] >Sender: [email protected] >Date: Sat, 9 Apr 2011 16:02:04 +0000 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) > > >Kalau masih ragu2 judi atau nggak , sy sarankan stop trading/main saham. Jual >semua porto yg tersisa..... Jd gak pusing. > >Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >From: [email protected] >Sender: [email protected] >Date: Sat, 9 Apr 2011 12:05:08 +0000 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) > > >Sekedar ikut nimbrung, menurut saya halal tdknya sesuatu kdg selalu ada >perdebatannya..jgn saham yg dikatakan ada unsur judinya, dl facebook aja diblg >haram oleh sebagian org..nah disaham jg begitu, sehrsnya kita sebagai yg >berpandangan luas, anggapan bbrp pihak antara pro dan kontra hrs kita hargai, >karna msg2 ada argumen menurutnya sendiri..klo ada yg menggaanggap saham itu >ga >halal, чªªªªªªªª uda jgn invest dishm aja, gampang kan..polemik dgn mengatas >namakan halal/tdk halal ga akan ada hbs nya..karna yg namanya manusia rata2 >punya pemikirannya sendiri..so halal/tdk tergtg pemikiran msg2 aja >deh..ĸέĸέĸέĸέĸέĸέĸέ :x :x :x > >Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Sat, 9 Apr 2011 18:48:33 +0700 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [saham] Re: Saham (was Re: Congrats! Yang Sudah Take Profit ELSA) > > >Jangan lupa Pak Oguds, itu menurut pemahaman anda yg belum tentu sama dengan >pemahama orang lain. Ketika kita memaksakan pemahaman kita untuk dijadikan >standar bagi orang lain apalagi sampai menilai negatif orang lain, itulah yg >menurut saya jadi tindakan kurang bijaksana. > > >Saya mengkritisi komentar Pak Oguds yg mengatakan saya menjawab asal2an hanya >karena tidak memenuhi pikirian/harapan anda yang tidak disampaikan di milis >ini. >Padahal sudah saya tunjukan saya telah menjawab pertanyaan yg khusus diajukan >ke >saya untuk dimintai pendapatnya. Pak Angelo yg saya ingat waktu itu meminta >pandangan dari saya soal pertanyaan judi atau tidak judinya saham, bukan soal >halal atau tidak halalnya saham secara ajaran agama Islam. > >Orang sering lupa, apa yang mereka anggap pikir benar, lalu harus berlaku juga >bagi orang lain. Apa yang dia pikirkan seharusnya begini, maka harus begitu >jugalah bagi orang lain. Padahal, setiap orang itu bisa punya pandangan yg >berbeda, bisa punya standar yang berbeda, bisa punya sikap berbeda, bisa punya >aturan yang berbeda bagi dirinya masing2. Memaksakan pikiran, standar, >pandangan >kita untuk dijadikan ke standar orang lain, inilah yg menurut saya jadi tidak >bijaksana, inilah yg menurut saya akar dari pada konflik yang suka terjadi. > > >Sekedar catatan, kata konflik disini bukan monopolik konflik agama, tapi >bersifat umum. Misalkan konflik suami istri sering terjadi pada umumnya karena >masing2 pihak mencoba menaruh standar dirinya sendiri akan sesuatu (bisa >berupa >pandangan, sikap, perkataan, dll) agar dilakukan oleh istri, sementara istri >bisa punya standar yang berbeda. > >Di kehidupan perkantoran, bisnis, dan lainnya, juga demikian. Konflik terjadi >ketika salah satu pihak mencoba menerapkan standar pihaknya untuk >dilakukan/dijalankan pihak lain yg bisa saja tidak bisa menerima karena mereka >memiliki standar yang berbeda/tidak sama atau bahkan bertentangan. > >Juga di saham, yang kita tahu bersama barusan jadi perbincangan. Soal standar >penentuan memakai FA atau TA atau Hoki atau apalah untuk jadi alasan seseorang >memutuskan membeli atau menjual saham. Konflik terjadi ketika salah satu pihak >memaksakan bahwa standar dirinyalah yg benar dan harus dijalankan oleh pihak >lain. Sementara pihak lain bisa punya standar yang berbeda dalam memutuskan >membeli atau menjual. > >Pemaksaan2 kehendak akan standar pribadi untuk dijalankan oleh pihak lain, >mungkin perlu jadi bahan perenungan bersama bila kita ingin melihat dari mana >sumber konflik itu berasal. Sekedar pemikiran saja dari saya :) > >catatan: >pendapat saya ini pun, bisa2 juga dikonflikan lagi kalau mau hehehee :) > > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu > > >2011/4/9 Oguds <[email protected]> > >Saturday, April 9, 2011, 5:49:08 PM, you wrote: >> >>IAN> Semoga sekarang lebih jelas suduh melihat permasalahannya, dan >>IAN> tidak gampangan lagi melabelkan jawaban orang itu asal2an, >>IAN> padahal hanya karena kita kurang paham sudut pandang pemberi >>IAN> jawaban. Walaupun sebenarnya pemberi jawaban sudah menjawab >>IAN> sesuai dengan bunyi pertanyaan awal yang diajukan >> >>Saya hanya khawatir jawaban 'terserah masing2 orang' itu jawaban yg >>menyesatkan. Tidak bisa definisi judi, halal atau haramnya sesuatu >>diserahkan pada masing2 individu. Itu intinya. Saya menyarankan pada >>masing2 kita, mencari pengertian dan definisi yg lebih sahih via >>Google, karena tidak ada pakar yg berkompeten untuk menjawab di sini. >>Lebih baik lagi bertanya secara interaktif pada pihak2 terkait, agar >>didapat kesalingpahaman yg memadai dan menguntungkan semua pihak. >> >>-- >> >>Tertanda, >>Oguds [960000031] >> >> >> >>------------------------------------ >> >>Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. >> >>SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN >>MILIS. >>SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. >>SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI >>ATAU >>PEMILIK MODAL. >> >>[email protected] untuk berhenti dari milis saham >>[email protected] untuk bergabung ke milis saham >>Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >
