Pak PH <[email protected]> dan rekan2 lainnya, karena saya lihat masih banyak yang bingung dan belum dapat melihat kaitan antara investasi di saham (capital inflow) dengan investasi di sektor riil (capital outflow), saya akan mencoba menjelaskan secara comprehensive (menyeluruh) dalam satu posting agar pemahaman yang benar bisa tertanam dengan baik, dan mudah2an kesalahan pemahaman selama ini dimasyarakat bisa diluruskan.
Hal ini sebenarnya banyak yg kurang menyadari dimana bila ada capital inflow di bursa, akan selalu ada capital outflow dengan jumlah yang sama dari bursa dengan asumsi fee transaksi diabaikan dalam perhitungan. Ketika buyer membeli saham di bursa (capital inflow), maka dia membeli dari seller alias penjual saham yg akan menerima uang hasil penjualan sahamnya (capital outflow). Lalu, bagaimana bila seller itu menggunakan uangnya untuk membeli saham lainnya? Maka, seller itu berubah menjadi buyer (capital inflow) dari seller lainnya (capital outflow). Begitulah terus berulang2 sehingga CAPITAL INFLOW akan selalu sama dengan CAPITAL OUTFLOW di bursa. Yang jadi permasalahan selama ini dalam pemberitaan adalah sering dikaitkan dengan dana asing. Seolah2 CAPITAL INFLOW itu terjadi hanya bila dana asing masuk. Sehingga kalau ada dana asing masuk, lalu berita yang muncul adalah adanya capital inflow ke bursa sehingga IHSG naik. Kesalahan fatal informasi seperti ini telah banyak meracuni pemahaman dan pemikiran banyak orang termasuk saya perhatikan sahabat2 saya di milis ini. Karena kesalahan ini sudah mengakar, akibatnya "para bandar" suka memainkan hal tersebut dengan memanfaatkan kode F (kode buyer/seller asing) bila ingin mempengaruhi sentimen ke pasar. Sulit disangkal, mental bangsa kita suka terlalu mendewakan bule/asing. Seolah2 bule/asing itu lebih superior dari bangsa sendiri, sementara bangsa sendiri sering dilihat inferior. Kembali ke soal capital inflow dan capital outflow. Lalu, bagaimana bila harga suatu saham naik. Bukankah itu berarti ada capital inflow ke bursa? Bila suatu saham harganya 2000, lalu ada yang membeli di harga 2025 sehingga harganya naik, maka di harga 2025 pembeli bisa dapat barang karena ada yang menjual di harga 2025. Dengan kata lain, mau harga naik sampai seberapa tinggi pun dan uang masuk sebanyak apapun, akan selalu ada uang yang keluar dengan jumlah yang sama karena selalu ada penjual yang menarik dananya dari bursa (capital outflow). Demikian juga terjadi bila harga turun, CAPITAL OUTFLOW yg terjadi, juga diikuti dengan CAPITAL INFLOW yang sama besarnya. Ini logika dasar dari transaksi jual beli biasa, matematika sederhana. Lalu, bagaimana dengan transaksi IPO, Right Issue, dan tebus warrant? Sama saja, uang yang untuk membeli saham IPO, tebus RI, dan tebus warrant alias capital inflow tersebut, akan diikuti dengan capital outflow dengan jumlah yang sama. Bedanya dengan di pasar sekunder biasa, seller nya adalah trader/investor (dan sesekali bisa emiten bila melepas saham hasil buyback), maka seller di saham IPO, tebus RI, ataupun tebus warrant adalah emiten. Tidak bisa terjadi, bila ada capital inflow tidak ada capital outflow. Harus selalu ada capital outflow. Ini logika dasar matematika dari transaksi. Kalau orang akuntansi, akan cepat paham soal ini bahwa bila ada Debet, selalu akan ada Kredit. Tidak pernah suatu transaksi terjadi hanya dicatat di Debet saja tanpa ada kontra nya di sisi Kredit. Lalu, bagaimana dengan peristiwa delisting? Dalam kejadian delisting, tidak ada capital inflow dan tidak ada capital outflow karena tidak ada kejadian transaksi yang melibatkan cash pada transaksi tersebut. Yang ada adalah transaksi aset non cash yang bersifat pengalihan pencatatan saja. Bila sebelumnya pemilik saham bisa memiliki peluang untuk menjual saham di bursa, setelah delisting, maka pemilik saham tidak bisa menjual saham di bursa, tapi dia masih memiliki saham tersebut yg berarti masih memiliki kepemilikan di perusahaan tersebut. Pertanyaan selanjutnya, lalu apakah kita investasi dii saham sama juga kita investasi di sektor riil? Ada dua pemahaman untuk transaksi di atas. Kalau pembatasan pengertian sektor riil hanyalah terbatas pada emiten yg efek (saham, dll) dibeli, maka hanya pada pembelian saham IPO, penebusan warrant, penebusan right issue, dan pembelian saham atas pelepasan saham hasil program buyback dari emiten sajalah yang dananya langsung masuk ke emiten. Tetapi, bila pengertian sektor riil tidak dibatasi hanya kepada emiten yang efeknya (saham, dll) dibeli, tapi pada pengertian yang lebih luas, seperti misal PT Semangat Untuk Maju yang memiliki investasi di saham ASII menjual porto ASII nya di bursa untuk mendapatkan cash sebagai modal mengerjakan proyek pembangunan gedung, atau investor perorangan yang melepas saham INDF karena ingin membutuhkan modal untuk membuka restoran, maka investasi saham (capital inflow) yang dilakukan dibursa akan diikuti oleh investasi di sektor riil dari dana yang didapat hasil penjualan saham (capital outflow). Sehingga dengan pemahaman ini maka bila kita investasi di saham itu, maka baik secara langsung atau tidak langsung, kita melakukan investasi di sektor riil karena daya yang kita gunakan untuk membeli saham tersebut, akan keluar kembali dalam bentuk lain yang masuk/mempengaruhi sektor riil. Lalu, bagaimana dengan nilai transaksi yang triliunan rupiah di bursa saham, apakah itu juga artinya ada triliunan rupiah yang masuk ke sektor riil? Seperti yang sudah saya jelaskan pada contoh terdahulu, dimana saya bisa memiliki 100 juta di bank, lalu saya transaksikan di bursa saham dalam satu hari beli dan jual berkali2 sehingga transaksi yang saya lakukan pada satu hari itu bisa mencapai lebih dari 1 milyar, bahkan mungkin lebih besar lagi bila saya menggunakan fasilitas margin, lalu di akhir bursa saya cash kan semuanya tidak untung tidak rugi alias kembali 100 juta saya (contoh dengan mengabaikan fee transaksi). Maka hari itu saya tidak ada melakukan capital inflow ataupun capital outflow di bursa saham, tapi saya sudah melakukan sumbangan transaksi sebesar lebih dari 1 milyar. Kejadian ekstrim kalau bisa saya ceritakan, bisa saja suatu hari IHSG naik 30 poin, nilai transaksi perdagangan mencapai 3 triliun, tapi tidak ada capital inflow maupun capital outflow, karena para pelaku pasar hanya melakuakn switching porto saja, dari saham A ke saham B, lalu pelaku pasar lainnya dari saham B ke saham C, pelaku pasar lainnya lagi dari saham C ke saham D, dst, sampai mutar lagi pelaku pasar lainnya dari saham Z ke saham A. Dimana tentunya kita sama2 paham disini IHSG dipengaruhi oleh harga saham dimana bobot saham tersebut bisa berbeda2 dampaknya ke IHSG. Bukan oleh capital inflow atau capital outflow, karena capital inflow akan selalu sama dengan capital outflow. Selama ini ada pemahaman yang salah bahwa bila iHSG naik maka itu karena ada capital inflow. Kalau IHSG turun, maka ada capital outflow. Pemahaman yang salah inilah yang terus terpateri dipikiran masyarakat dan terus dipakai oleh media yang pada akhirnya terjadilah kesalahan massal. Sehingga, ketika saya menceritakan hal yang sebenarnya terjadi bursa, akan banyak pihak yang protes dan tidak sependapat, karena memang selama ini pemahaman mereka telah mengikuti pemahaman umum, dimana pemahaman umum tersebut sebenarnya tidak benar bila diteliti lebih lanjut. Semoga pemahaman filosofi dasar ini bisa memberikan pencerahan akan mekanisme bursa yang sebenarnya seperti apa. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/4/11 PH <[email protected]> > > > Kok pengertian saya cetek bgt.. Capital inflow kalau beli saham di harga > berapa saja pasti sama dengan capital outflow buat yg jual saham nya... > > Bener kecuali ada yg IPO, right issue, tebus warrant atau delisting > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * Ardhi Wijaya <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 11 Apr 2011 19:11:30 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Bls: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai > TransaksiPerdagangan Saham > > > > mungkin contohnya setiap saham yg kita beli dan naik pasti ada perbedaan > harga saat belum naik...dan bedanya itulah capital inflow....bener gk pak > irwan??? > q mw nanya sbg contoh apakh bila saya membeli saham giaa saat ipo sbyk 1 > lot dan bila suatu saat nnti giaa mengalami kerugian apakh saya sbg investor > harus menanggung hutang juga???? > > > > ------------------------------ > *Dari:* "[email protected]" <[email protected]> > *Kepada:* [email protected] > *Terkirim:* Sen, 11 April, 2011 03:16:11 > *Judul:* Re: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai > TransaksiPerdagangan Saham > > > > Iyaa..hahaa hebat ingatan pak browry :) > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 11 Apr 2011 10:04:32 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai > TransaksiPerdagangan Saham > > > > Ada Bos, tentang dampak BI Rate terhadap inflasi. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Daud Hardjakusumah <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 11 Apr 2011 02:49:18 -0700 (PDT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai > TransaksiPerdagangan Saham > > > > Saya yakin gak akan ada diskusi seperti ini antara bang ian dan mr. copas + > > Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah > [email protected] > sidaut.blogspot.com > > > ------------------------------ > *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Mon, April 11, 2011 3:42:27 AM > *Subject:* Re: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai > TransaksiPerdagangan Saham > > > > Hehehe....iya, terima kasih untuk sempritannya. > Harus diakui terkadang suatu diskusi bisa berkembang dan melebar, termasuk > pengendalian emosi juga bisa lepas kontrol kalau tidak hati2. > > Karena itu secara khusus saya meminta maaf kepada Pak Oguds bila ada > perkataan saya yang kurang berkenan. Tidak ada maksud saya untuk bersikap > negatif, tapi kalau pun itu ada, mohon dilihat sebagai kelemahan saya > sebagai manusia dalam mengontrol diri. Kalau pun masih ada yang mengganjal > di diskusi ini, mungkin dilain waktu kita bisa lanjutkan sambil ngobrol2 > santai dan ngopi di starbucks misalnya. Juga dengan rekan2 lainnya, karena > memang saya tipe orang yg senang berdiskusi dan senang adu argumentasi > dengan semangat fairness dan demi pengetahun :) > > Saya harus membatasi diri karena tampaknya anggota milis lain juga sudah > jenuh dengan pembahasan berulang. Karena hari sudah masuk hari Senin, kita > fokus cari cuan saja di bursa. Urusan lainnya jadi nomor sekian kalau sudah > berhadapan dengan urusan cuan di saham :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/4/11 trend lover <[email protected]> > >> >> >> PRITT!!!!! >> Udah hari senin. >> >> Yuk ngurus inflow dan outflow. Lah dari situ kita dapat cuan, bukan dr >> saling ber-argumen di milis. >> >> @ pak irwan dan pak oguds, trima kasih untuk sharingnya. Beda point of >> view adalah hal yang wajar. Di milis ini, bukan mencari siapa yg paling >> benar, sapa yang salah, atau siapa yg paling ngotot atau paling luar biasa. >> Saya sekedar mengingatkan, apapun yg terjadi di milis ini sedikit banyak >> bisa berimbas dalam style trading kita jg lhooo. Jng sampe plan yg sudah >> dibuat, jd kacau karena kepikiran untuk menjawab, menunggu balasan lawan >> bicara kita. >> >> Saya yakin, bila kemampuan, ketelitian dan kecerdikan pak irwan dan pak >> oguds dapat dicombine pastinya akan dpt memberikan cuan bagi diri sendiri >> dan kawan2 di milist ini. >> >> Selamat berkarya, GBU. >> >> Powered by IDXberry® >> ------------------------------ >> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Mon, 11 Apr 2011 06:57:39 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *Re: [saham] Investasi Saham (Capital Inflow) vs Nilai >> Transaksi Perdagangan Saham >> >> >> >> Ah, anda ini aneh Pak Oguds, anda yang dari awal suka bilang saya komentar >> asal2an, lalu juga sering komentar LUAR BIASA untuk mengejek saya, koq >> sekarang anda komplain ketika saya mengindikasikan kemungkinan anda kurang >> paham :) >> >> >> Dan ternyata pemaparan anda di bawah justru makin menunjukkan anda tidak >> paham tentang mekanisme di saham. Bagaimana anda bisa memastikan bahwa >> kenaikan harga saham = dengan adanya capital inflow? >> Apa anda tidak pernah mendengar istilah cornering harga di saham? >> >> Supaya anda tahu saja, secara teori, saya bisa menaikkan harga saham naik >> 30% dalam satu hari tanpa ada capital inflow, yaitu melalui mekanisme >> cornering harga saham. Caranya? >> Saya dan katakan teman saya memainkan harga saham tersebut dengan beli dan >> jual bergantian sambil terus menaikkan harganya sampai naik 30% (asumsikan >> pemain lain tidak ikutan). Dengan demikian, capital inflow tidak ada karena >> saya dan teman saya pada akhirnya hanya netting saja (tentunya ada rugi >> komisi transaksi). Dengan cornering seperti ini, saya dan teman saya tidak >> melakukan tambahan dana ke bursa saham, tapi bisa menaikkan harga sahamnya >> sampai 30%. >> >> Soal capital inflow asing, saya tidak ada mengatakan bahwa capital inflow >> = NOL >> Tapi yang saya katakan dan tulis adalah kalau ada CAPITAL INFLOW, maka >> akan ada CAPITAL OUTFLOW sejumlah yang sama. Itu hal yang PASTI, tidak >> mungkin tidak. Katanya anda paham, koq isi tulisannya menunjukkan anda tidak >> paham ya? :) >> >> Saya tidak perlu menulis kata LUAR BIASA, kaerna saya tidak ingin mengejek >> anda.Tapi saya bisa maklumi, karena mungkin anda belum paham mekanisme di >> bursa saham itu dengan baik. Saya hanya sharing pengetahuan saja dengan >> harapan anda bisa paham pada akhirnya. Tentunya juga kawan2 lainnya juga >> bisa paham dari yang sebelumnya belum paham. :) >> >> jabat erat, >> Irwan Ariston Napitupulu >> >> 2011/4/11 Oguds <[email protected]> >> >>> Monday, April 11, 2011, 6:05:05 AM, you wrote: >>> >>> IAN> Yang jadi permasalahan selama ini adalah tidak adanya data >>> IAN> berapa capital inflow yang masuk ke bursa. Yang ada adalah data >>> IAN> nilai total transaksi perdagangan setiap harinya. Sayangnya, >>> IAN> sebagian orang yang tidak paham angka nilai total transaksi >>> IAN> perdagangan saham itu suka diartikan sebagai capital inflow. >>> IAN> Mudah2an sekarang menjadi jelas dan paham tentang apa itu nilai >>> IAN> total transaksi perdagangan saham dan apa itu investasi ke saham >>> atau capital inflow ke saham. >>> >>> Benar, transaksi saham memang seimbang antara penjual dan pembeli >>> (lagi2 anda menduga secara naif saya tidak memahami ini). Namun untuk >>> mengerek harga saham, diperlukan pertambahan dana sebanding dengan >>> naiknya harga saham tadi. Misalnya, saya membeli lebih mahal saham >>> TINS dari Rp 2700 menjadi Rp 2800, bursa mendapat capital inflow >>> senilai Rp 100. >>> >>> Sayangnya, saya juga tidak mendapat data berapa total dana domestik >>> dan asing yg masuk ke bursa, sehingga saya hanya memberikan data >>> pembanding total dana asing yg masuk. Menganggap capital inflow adalah >>> NOL namun harga sahamnya tetap naik, ini jauh lebih naif menurut saya. >>> Memangnya dengan tambahan NOL tadi mampu mengerek harga saham? >>> Komentar saya, LUAR BIASA. :-) >>> >>> -- >>> Tertanda, >>> Oguds [960000031] >>> >>> >>> >>> ------------------------------------ >>> >>> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. >>> >>> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN >>> MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL >>> EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK >>> INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. >>> >>> [email protected] untuk berhenti dari milis saham >>> [email protected] untuk bergabung ke milis saham >>> Yahoo! Groups Links >>> >>> >>> >>> >> >> >> > > > > >
