thanks bang ian ...ispiratif banget....

--- Pada Rab, 13/4/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: [saham] OOT: Renungan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 13 April, 2011, 8:52 AM







 



  


    
      
      
      Pagi ini saya mendapat sebuah renungan yang sangat inspiratif dan

membuka pikiran saya. Bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2, dan

juga dalam membaca grafik (hari Sabtu 16 April nanti saya jelaskan,

kaitannya apa ke grafik). Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.  :)



Renungan:

Seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata.

Satu persatu batu bata itu dipasang. Sebulan kemudian, berdirilah

sebuah tembok setinggi 4 meter di hadapannya. Tukang bangunan itu

berdiri di depan tembok sambil memandang mengagumi hasil karyanya.

Tapi tiba-tiba matanya tertuju melihat ada 2 bata yang telah keliru

menyusunnya,



Semua batu bata sudah lurus, tetapi 2 batu bata tsb tampak miring.

Mereka terlihat jelek sekali. Saat itu, semennya sudah terlanjur keras

utk mencabut 2 batu bata tersebut. Tukang bangunan itu menjadi kesal.

Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tersebut. Dia

melihat 2 batu bata yang miring tersebut telah mempengaruhi

keseluruhan tembok tersebut sehingga menjadi jelek dimatanya.



Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tersebut dan

berkomentar "Itu tembok yg indah". Tukang bangunan itu menjawab dengan

terkejut, "Pak, apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda

melihat 2 batu bata jelek yang merusak pandangan keseluruhan tembok

itu?"



Orang itu berkata, "Ya, saya melihat 2 batu bata jelek itu, Namun

saya juga melihat 998 batu bata yang bagus di sekeliling 2 batu bata

yang jelek adalah batubata-batubata yang bagus dan sempurna."



Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dengan hanya

memvonis/melihat kesalahan, dan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang

pernah ada, Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang di perbuat

orang tersebut, Teman yang telah puluhan tahun, menjadi musuh hanya

karena perdebatan sehari, Kekasih yang sudah tahunan pacaran berpisah

hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yang

jelek, Pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yang bagus.

Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi.



Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham. Memberi damai pada

orang, berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri,

Termasuk dengan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat.



Dikutip dari buku berjudul "Si cacing dan kotoran kesayangannya" (Ajahn Brahm).



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



    
     

    
    


 



  



Kirim email ke