wah inspirasinya bagus sekali bang.


2011/4/13 <[email protected]>

>
>
> Than you Bang Ian....
> Bisa menginspirasi hari ini...
>
> Salam 998 batu bata,
> Komangpras
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 13 Apr 2011 08:52:29 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] OOT: Renungan
>
>
>
> Pagi ini saya mendapat sebuah renungan yang sangat inspiratif dan
>
> membuka pikiran saya. Bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2, dan
> juga dalam membaca grafik (hari Sabtu 16 April nanti saya jelaskan,
> kaitannya apa ke grafik). Selamat membaca, dan semoga bermanfaat. :)
>
> Renungan:
> Seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata.
> Satu persatu batu bata itu dipasang. Sebulan kemudian, berdirilah
> sebuah tembok setinggi 4 meter di hadapannya. Tukang bangunan itu
> berdiri di depan tembok sambil memandang mengagumi hasil karyanya.
> Tapi tiba-tiba matanya tertuju melihat ada 2 bata yang telah keliru
> menyusunnya,
>
> Semua batu bata sudah lurus, tetapi 2 batu bata tsb tampak miring.
> Mereka terlihat jelek sekali. Saat itu, semennya sudah terlanjur keras
> utk mencabut 2 batu bata tersebut. Tukang bangunan itu menjadi kesal.
> Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tersebut. Dia
> melihat 2 batu bata yang miring tersebut telah mempengaruhi
> keseluruhan tembok tersebut sehingga menjadi jelek dimatanya.
>
> Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tersebut dan
> berkomentar "Itu tembok yg indah". Tukang bangunan itu menjawab dengan
> terkejut, "Pak, apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda
> melihat 2 batu bata jelek yang merusak pandangan keseluruhan tembok
> itu?"
>
> Orang itu berkata, "Ya, saya melihat 2 batu bata jelek itu, Namun
> saya juga melihat 998 batu bata yang bagus di sekeliling 2 batu bata
> yang jelek adalah batubata-batubata yang bagus dan sempurna."
>
> Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dengan hanya
> memvonis/melihat kesalahan, dan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang
> pernah ada, Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang di perbuat
> orang tersebut, Teman yang telah puluhan tahun, menjadi musuh hanya
> karena perdebatan sehari, Kekasih yang sudah tahunan pacaran berpisah
> hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yang
> jelek, Pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yang bagus.
> Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi.
>
> Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham. Memberi damai pada
> orang, berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri,
> Termasuk dengan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat.
>
> Dikutip dari buku berjudul "Si cacing dan kotoran kesayangannya" (Ajahn
> Brahm).
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>   
>

Kirim email ke